UNTUK mengatasi banjir di Bandung Selatan dan mewujudkan program Citarum Harum pemerintah membangun dua terowongan air (water tunnel) di Curug Jompong, Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung.

Kedua water tunnel ini menembus tebing sepanjang 230 meter. Tujuan pembangunan water tunnel ini adalah untuk mengurangi lama dan luas genangan pada musim hujan di Kecamatan Dayeuhkolot dan sekitarnya.

Presiden RI Joko Widodo dalam postingan di akun instagram pribadinya menyebutkan water tunnel Nanjung adalah satu di antara pekerjaan besar pembenahan Sungai Citarum di Jawa Barat. Sungai yang panjangnya 270 kilometer ini, katanya, sudah lama kotor, penuh limbah dari pabrik, juga sampah.

“Awal tahun 2018, melalui Kementerian PUPR, saya memerintahkan pembenahan besar-besaran Sungai Citarum dari hulu ke hilir dalam Program Citarum Harum. Di hulu, lahan-lahan gundul dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum direhabilitasi, empat anak Sungai Citarum (Sungai Cikijing, Cikeruh, Cimande, dan Citarum Hulu), Sungai Citepus, Sungai Cinambo, Sungai Cilember, dan Sungai Cibeureum dinormalisasi,” kata Jokowi dalam postingannya.

Tak hanya itu, pemerintah juga di sepanjang aliran sungai melakukan pengelolaan sumber daya air, limbah cair dan padat. Pemukiman kembali masyarakat yang tinggal di bantaran maupun kawasan rawan bencana banjir pun dilakukan.

water tunnel
Terowongan Nanjung di Margaasih, Kabupaten Bandung. | Instagram @jokowi

Selain Water Tunnel, Pemerintah Mengerjakan Infrastruktur Lainnya

Sekarang juga tengah dikerjakan sejumlah infrastruktur penanganan banjir seperti pembuatan kolam retensi Cieunteung Dayeuhkolot, embung Gedebage, floodway sungai Ciantig-Citepus, dan sungai Cisangkuy.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan terowongan air Sungai Citarum selesai akhir 2019.

Menteri PUPT Basuki Hadimuljono menuturkan, terowongan air nantinya berfungsi mengalirkan air dari Sungai Citarum. Selama ini luapan air dari Sungai Citarum terhambat di Curug Jompong. Air nantinya kan dialirkan ke Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat .

Menurut Basuki proyek pembangunan terowongan air ini dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Puslitbang Air). Dengan nilai anggaran mencapai Rp 400 miliar.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.