Monumen di Bandung Tersebat di Sudut-sudut Kota

SEPERTI kota-kota lain Kota Bandung memiliki sejumlah monumen yang berdiri untuk memperingati sebuah peristiwa. Monumen di Bandung tersebar di beberapa kawasan kota ini. Monumen tersebut terus dipelihara agar tetap terlihat asri.

Di Jalan Dipatikur misalnya berdiri Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Monumen di Bandung ini  untuk mengingat jasa pahlawan yang telah memberikan pengorbanan dalam mempertahankan jengkal demi jengkal tanah tumah darah.

Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegallega Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegallega Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Monumen Perjuangan, orang Bandung menyebutnya Monju, terletak di Jalan Dipati Ukur No. 48. Berdiri di atas tanah seluas ± 72.040 m² dan luas bangunan ± 2.143 m². Model bangunannya berbentuk bambu runcing yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern.

Monumen ini  dirancang oleh arsitek Bandung Slamet Wirasonjaya dan perupa Sunaryo, pembangunannya dimulai pada 1991 secara bertahap dan selesai tahun 1995.  Monumen diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada 23 Agustus 1995.

Kemudian di Lapangan Tegellega berdiri monumen Bandung Lautan Api. Monumen ini untuk memang untuk mengenang peristiwa heroik pembumihangusan Bandung pada zaman perang kemerdekaan. Peristiwa yang terjadi pada 23 Maret 1946 lebih terkenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.

Monumen yang memiliki ketinggian 45 meter ini dibangun pada 1981. Memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Di puncaknya sengaja dibuat jilatan api yang mengarah ke atas. Monumen itu berwarna kuning keemasan layaknya api yang menyala. Di bawah tugu itu tiga penyangganya disangga sebuah kolam.

Monumen ini dirancang Sunaryo, seniman kontemporer sekaligus mantan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung. Sunaryo juga merupakan penggagas beberapa patung dan monumen yang berada di kota-kota besar Indonesia.

“Pada  1984, saya pernah mengikuti sebuah kompetisi untuk membuat monumen Bandung Lautan Api dan akhirnya saya memenangkan,” kata Sunaryo seperti dikutip detik.com pada 27 Februari 2009.

Monumen lainnya adalah monumen untuk mengenang peristiwa Konferensi Asia Afrika yang bediri di Jalan Asia Afrika dekat Kantor PLN dan Gedung Merdeka.  Monumen Dasasila Bandung karya Sunaryo ini tadinya dibangun di tengah Simpang Lima. Namun pada April dipindahkan ke lokasi yang baru untuk memperingati ke-60 Konferensi Asia Afrika.

I. Bambang Sugiharto dalam buku “Sunaryo: Jagat Tanpa Sekat” di halaman 67 menyebut, monumen ini bertumpu pada konsep Bandung sebagai kota kembang, kota budaya, dan kota konferensi Asia-Afrika. Lima putik pada bagian atasnya menunjuk pada nama negara pemrakarsa, sementara sepuluh susun kelopak mengatakan ihwal sepuluh keputusan penting konferensi. *

Tiga Monumen di Bandung

Monumen Perjuangan Rakayat Jawa Barat
Jalan Dipatiukur  No. 48

Monumen Dasasila Bandung
Jalan Asia Afrika, dekar Gedung Merdeka dan Kantor PLN

Monumen Bandung Lautan Api
Jalan Oto Iskandardinata dan Jalan Mohommad Toha

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.