GUA Belanda di Bandung tak hanya ada di Taman Hutan Raya (THR) Juanda di Dago Pakar. Di Gunung Puntang pun terdapat gua belanda yang ukuran dan panjangnya tidak seperti di Dago Pakar. Namun fungsinya sama yakni untuk gudang penyimpanan perbekalan yang diperlukan saat itu.

Gua Belanda di Gunung Puntang panjangnya 165 meter. Tingginya kira-kira 170 cm. Tempatnya tersembuyi. Gua ini kadang terlewatkan oleh wisatawan karena tempatnya berada di belakang deretan warung makanan. Jalan menuju ke gua berupa jalan setapak yang sedikit menanjak.

Untuk menuju lokasi gua pengunjung harus melewati jalur menuju pulang. Ada beberapa petunjuk ke arah gua tersebut, namun tidak begitu terlihat jelas. Di perjalanan, pengunjung bisa melihat rerentuhan rumah-rumah dan kantor zaman dulu. Dari sana tinggal belok sedikit. Ketika menemui deretan warung-warung parkirkan kendaraan, jika menggunakan kendaraan. Kemudian turun dan ikuti jalan setapak di samping kiri warung-warung itu.

Jika kebetulan, pengunjung bisa bertemu petugas pengelola Gunung Puntang di sana. Petugas tersebut akan menawarkan kepada pengunjung untuk masuk ke gua itu. Pengunjung jangan takut kegelapan karena setiap ada pengunjung listrik di gua itu akan dihidupkan.

“Sekarang ada listriknya. Kalau ada pengunjung baru dihidupkan. Jadi jangan takut gelap. Kalau dulu memang belum ada lisriknya,” kata Aan petugas pengelola Gunung Puntang yang sedang membersihkan area di depan gua, Senin (24/12/2018).

Masuk ke Gua Belanda Harus Bayar Rp 10.000

Gua Belanda
Gua Belanda sepanjang 165 meter di Gunung Puntang. | Foto serbabandung.com.

Pengunjung untuk bisa masuk ke gua tersebut harus bayar lagi Rp 10.000. Tidak ada pelang resmi yang menunjukkan untuk masuk ke gua harus bayar. “Iya harus bayar seorang Rp 10.000,” kata Aan yang saat itu menggunakan seragam pengelola wanawisata Gunung Puntang sambil menunjukkan foto-foto di dalam gua di handphone-nya.

Di dalam gua terasa pengap. Di sana ada bagian-bagian yang atasnya dicor untuk menahan rembersan air dan sebagian lagi dibiarkan tanah yang tidak dicor. Coran itu, kata Aan, sudah ada sejak zaman Belanda. Menurut Aan gua ini untuk menyimpan peralatan milik Belanda.

Dalam blog-blog yang beredar konon gua ini tembus ke Curug Siliwangi yang berjarak 3,5 km dari area perkemahan Gunung Puntang. Selain itu banyak sekali kisah mitis mengenai penampakan tentara Belanda di dekat gua yang dibangun pada 1940 itu.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.