Cibunut Berwarna Ceria di Tengah Kemacetan di Jalan Sunda

MINGGU (17/12/2017) siang Jalan Sunda, Kota Bandung, arus lalu lintasnya merayap. Terutama dekat super market Yogya hingga rel kereta api. Di jalan tersebut ada sebuah gang yang sering disebut Cibunut. Gang itu akhir-akhir ini sering diperbincangkan karena perubahan drastis dari sebuah kampung yang kumuh berubah menjadi kampung yang berwarna-warni. Kampung itu kini bernama Cibunut Berwarna.

Cibunut Berwarna berada di sebuah gang di Jalan Sunda atau tepatnya di Cibunut, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung. Gang tersebut mudah ditemukan. Patokannya adalah sebelum tempat Biliar Manhatan. Dari arah Jalan Naripan, gang tersebut berada di sebelah kiri.

Cibunut berwarna mulai terlihat dari mulut gang. Sebuah jalan menurun di bagian dindingnya terlihat dicat biru dengan gambar abstrak. Di sana juga terlihat tulisan Cibunut Berwarna dengan dominan warna biru. Lebih masuk lagi rumah-rumah mulai kelihatan penuh warna.

Kawasan yang penuh warna tersebut berada di RW 07 yang terdiri dari 9 RT dari 10 RT yang ada. Ada 300 rumah yang dicat di wilayah seluas 5 hektare itu. Untuk menelusuri gang-gang tersebut terdapat denah yang menempel di sebuah dinding bangunan yang tak jauh dari mulut gang.

Cibunut Berwarna
Cibunut Berwarna di Cibunut, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung. | Foto serbabandung.com

Tak hanya berwarna, tiap RT di kawasan tersebut memiliki ciri khas warna dan tema masing. Tema yang diusung dalam mural di dinding di antaranya lingkungan, perdamaian, kaulinan budak, sejarah hingga yang bertemakan pendidikan.

Siang itu di mulut gang terlihat kesibukan mewarnai gang yang berukuran tak kurang dari dua meteran itu. Dua orang pemuda sedang membereskan genting. Satu pemuda melemparkannya dari bawah sedangkan seorang lagi menangkapnya di atas bangunan yang akan direnovasi. Di dalam gedung itu beberapa pemuda sedang membereskan kaleng-kaleng cat yang digunakan untuk mengecat di dinding-dinding gang tersebut.

Cibunut Berwarna yang Bervariasi

Jika masuk ke dalam mural yang berada di gang itu semakin bervariasi. Mural sebuah air terjun dengan sungai berbatu tampak di pertigaan gang tersebut. Anak-anak dekat mural itu asyik bermain. Satu di antara mereka menggunakan sepatu roda, asyik didorong oleh rekannya. Tak jauh dari sana seorang permpuan memperhatikan ketiga bocah yang sedang bermain.

Di sebuah gang berukuran satu meter, dua orang sedang menggambar angsa lengkap dengan kolamnya di dinding rumah. Mereka tampak serius menumpahkan gagasannya. Sekali-kali seorang anak merengek meminta sesuatu dari ayahnya yang lagi mengecat. Di mulut gang kecil itu beberapa ibu-ibu sedang membeli bakso dari gerobak bakso yang lewat gedung itu. Cibunut berwarna tak hanya dindingnya yang berwarna tapi juga warganya “berwarna” mengisi kesibukan pada Minggu tersebut. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.