Balapan Merpati yang Masih Tetap Seru untuk Dimainkan dan Dilihat

BALAPAN Merpati bagi masyarakat perkotaan mungkin jarang terdengar. Tetapi di kampung-kampung masih banyak lapangan yang digunakan untuk balapan burung tersebut. Satu di antaranya di Bojongmalaka, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Warga sekitar yang gemar merpati kerap mendatangi sepetak lapangan tersebut pada Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Biasanya sore sekitar pukul 15.00, orang-orang berdatangan sambil menbawa merpati di sangkar yang dirangselkan di punggungnya. Mereka naik sepeda motor menyusuri jalan yang ukurannya dua meteran. Lapangannya berada di tengah-tengah sawah yang hanya memiliki satu akses jalan tanah untuk menuju ke sana. Begitu juga yang terlihat pada Sabtu (25/8/2018), mereka sudah berkumpul di lapangan tersebut. Sangkar merpati yang terbuat dari bambu disimpan rapi di pinggir lapangan. Beberapa orang terlihat memainkan merpati betina dan membiarkan sayapnya bergerak –ngelepek kata orang Sunda– untuk menarik perhatian merpati jantan yang terbang dari arah depan. “Nomor satu VSOP lawan Peter Pan,” kata remaja belasan tahun tiba-tiba.

Balapan Merpati Siap Dimulai

balapan merpati
Peserta balapan merpati sedang melakukan pemanasan. | Foto serbabandung.com
Rupanya si remaja tersebut mengumumkan hasil undian balapan merpati. VSOP dan Peter Pan merupakan nama merpati yang akan balapan paling awal. “Ayo siap-siap,” katanya lagi. Beberapa orang kemudian mengambil sangkar berisi merpati. Tak hanya VSOP dan Peter Pan, merpati lainnya yang ikut balapan merpati pun  dibawa. Mereka menyusiri pematang sawah berjalan sejauh kurang lebih 100 meter. Setelah sampai di tempat yang ditentukan mereka tunggu aba-aba. Di lapangan peserta  balapan merpati berjejer sambil membawa merpati betina. Mereka menggerakkan merpati di tangannya ke atas ke bawah sambil membiarkan sayapnya bergerak untuk menarik perhatian sang jantan. Suara sayap merpati itu jelas terdengar klepek….klepek…klepek. Setelah siap untuk membalap, merpati dilepaskan. Balapan pertama VSOP melawan Peter Pan. Pemiliknya di lapangan sambil menunggu memainkan merpati betina. Dari arah berlawanan kedua merpati itu dilepaskan. Jarak seratus meter adalah jarak yang pendek bagi kedua merpati itu. Benar saja, beberapa saat kemudian kedua merpati itu terbang menukik mencari pasangan yang dipegang oleh pemiliknya. “Peter Pan yang menang,” kata remaja tadi berteriak menyatakan Peter Pan yang datang paling awal. Jaraknya dengan VSOP hanya beberapa senti saja.

Peserta Balapan Merpati Bayar Rp 10.000

Menurut Opan (24) balapan tersebut merupakan babak perempatfinal. Berarti, katanya, ada delapan pasang merpati yang balapan. “Nanti ada semifinal dan final,” kata Opan yang juga menjadi peserta. Namun merpatinya sudah kalah pada babak awal. Sore itu ada 24 merpati yang mengikuti balapan. Setiap peserta harus membayar Rp 10.000 untuk setiap peserta pada pantia. Uang tersebut nantinya menjadi hadiah bagi pemilik merpati yang terceoat. “Uang segitu dipotong 20 persen untuk panitia,” kata Opan. Babak semifinal akhirnya dimulai. Pada babak semifinal itu menghasilkan merpati-merpati tangguh untuk beradu kecepatan pada babak final. Namun, babak final urung digelar karena peserta yang masuk final sepakat untuk membagi hadiah yang disediakan. Menurut Opan perlombaan sore itu sekaligus melatih merpati-merpati untuk ikut pada balapan tingkat lebih tinggi yang diselenggarakan Persatuan Merpati Balap Sprint Idonesia. “Kalau yang ini hadiahnya besar. Pesertanya juga banyak datang dari seluruh Indonesia,” kata Opan. Perlombaan telah selesai. Para peserta pun satu-satu meninggalkan gelanggang sambil membawa sangkar merpati masing-masing. Mereka ada yang menggunakan sepeda motor dan ada juga yang berjalan. Termasuk Opan yang hari itu merpatinya kalah pada babak awal.
Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.