Air Mancur yang Menawan di Taman-taman Kota Bandung

ERA Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, kota ini jadi penuh dengan taman. Beberapa taman bahkan dihiasi air mancur yang menawan. Saat malam waktu-waktu terntu air mancur itu memancur indah samabil diiringi lagu-lagu yang sangat familiar di telinga warga Bandung.

Saat ramai-ramainya menyiapan peringatan Konferensi Asia Afrika pada 2015, Kota Bandung benar-benar berubah, terutama di kawasan Asia Afrika, jalan bersejarah lokasi Gedung Merdeka tempat berlangsungnya konferensi tersebut.

Banyak perubahan saat itu. Satu di antaranya di tepi Sungai Cikapundung, di belakang Kantor PLN, ada sebuah taman menyedot perhatian. Taman yang tadinya tempat bursa koran setiap pagi itu dilengkapi air mancur. Sampai sekarang pun setiap air mancur itu beraksi masih saja mengundang perhatian.

Air mancur
Air mancur di Taman Vanda. | Foto serbabandung.com

Taman berhias air yang memancar di Bandung, yang dibangun sejak Emil memimpin, selain di sana, juga ada di Jalan Merdeka. Lokasinya dekat Gedung Kantor Bank Indonesia, namanya Taman Vanda. Taman ini pun sempat mendapatkan perhatian warga, meski air mancurnya tidak setiap saat memancur.

Taman yang berseberangan dengan Taman Balai Kota ini sering dimanfaatkan warga untuk bercengkrama terutama pada sore hingga malam hari. Bentuknya segi tiga mengikuti area yang sebelumnya pernah berdiri Bioskop Panti Budaya kemudian berubah menjadi Bioskop Vanda yang sering memutar film-film produksi Amerika pada 1970-1980-an.

Air mancur di taman tersebut muncul dari 20 lubang di atas lantai granit. Pada malam hari pemandangannya semakin indah karena air yang memancur terlihat seperti menari tersorot lampu warna warni.

Air Mancur di Lapangan Gasibu

Air mancur terbaru ada di Lapangan Gasibu. Setiap akhir pekan, Jumat, Sabtu, Minggu setiap pukul 19.00, 20.00, 21.00 air mancur buatan Jerman itu menjadi pusar perhatian warga. Tampat wisata air ini merupakan dana CSR Bank BJB senilai Rp 7 miliar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk pembangunan jogging track dan perpustakaan.

Air  ini menyembur dari 122 Nozel. Rencananya ada beberapa kreografi yang bakal disaksikan warga Bandung yang datang ke sana. Lapangan Gasibu semakin indah setelah Pemrov Jabar melakukan revitalisasi.

Lapangan yang memiliki luas kurang lebih 6.000 m2 ini pada jaman Belanda bernama Wilhelmina Plein (lapangan Wilhelmina). Nama ini diambil dari ratu Belanda. Kemudian pada 1950-an berganti nama menjadi Lapangan Diponegoro. Pada 1955 berubah lagi menjadi lapangan Gasibu.

Taman Bermain di Bandung yang Masih Favorit untuk Nongkrong

Lambat laut Kota Bandung menjadi kota taman. Setelah Ridwan Kamil menjadi Wali Kota Bandung, beberapa taman langsung direvitalisasi. Hasilnya taman-taman yang tadinya kurang berfungsi berubah menjadi tempat yang menyenangkan. Berikut taman bermain di Bandung mulai dari Taman Alun-alun hingga Taman Sejarah.

Taman bermain di Bandung yang fenomenal adalah Taman Alun-alun Bandung. Hamparan rumput sintetis menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Bandung. Taman yang berada depan Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat ini mengalami perubahan secara drastis. Dari taman sebelumnya yang dianggap kumuh dan sering digunakan untuk berbuat asusila menjadi taman yang bersih dan enak untuk dijadikan tempat nongkrong.

Taman bermain di Bandung yang juga sempat mendapatkan perhatian adalah Taman Pasupati. Lahannya berada di bawah jalan layang Pasupari. Tepatnya di Jalan Tamansari Balubur. Tak jauh dari mal Balubur Town Square dan diresmikan pada 4 Januari 2014.

Taman Bermain di Bandung
Taman Sejarah di Jalan Aceh, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com

Taman bermain di Bandung di sini tidak seperti taman-taman seperti biasanya. Di lahan di bawah Pasupati terbagi menjadi beberapa tema. Yang pertama Taman Jomblo, kemudian lapangan buat bermain skate board, di bawahnya lagi ada taman film, dan lapangan street soccer.

Taman Bermain di Bandung di Kompleks Balai Kota

Taman Balai Kota atau yang lebih dikenal dengan Taman Cinta di Kompleks Kantor Pemerintahan Kota Bandung, di Jalan Merdeka juga sempat menjadi pusat perhatian. Beberapa fasilitas baru seperti instalasi gembok cinta, taman labirin, dan patung ikan menjadi daya tarik tersendiri. Tadinya di taman tertua di Bandung ini sudah ada patung badak putih, patung Dewi Sartika, dan patung sepasang merpati.

Untuk melengkapi keindahan taman Balai Kota di area tersebut dibangun taman anak Sungai Cikapayang. Taman ini menawarkan tempat nongkrong yang nyaman. Air sungai yang jernih karena telah disaring terlebih dahulu menjadi tempat favorit yang berkunjung ke sana.

Taman bermain di Bandung yang tak jauh dari Taman Balai Kota adalah Taman Vanda. Lokasinya berada di Jalan Perintis Kemerdakaan. Air mancur dan kerlap-kerlip lampu pada malam hari menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Taman ini menjadi tempat berfoto favorit dengan latar belakang Kantor Bank Indonesia yang berarsitektur gaya Belanda.

Masih di Kompleks Balai Kota ada Taman Sejarah. Taman ini paling baru di Kota Bandung. Lokasinya berada di Jalan Aceh, di bekas lahan parkir Kantor DPRD yang pindah ke Jalan Sukabumi. Pembangunan taman ini menghabiskan dana Rp. 3,5 miliar. Luasnya mencapai 2.000 meter persegi. Di sini, pengunjung yang bermain bisa sambil mempelajari sejarah Bandung lewat relief dan display foto para wali kota.

Taman Sejarah, Tempat Bermain Sekaligus Mengetahui Sejarah

INI adalah taman baru di Kota Bandung. Namanya Taman Sejarah. Lokasinya berada di Jalan Aceh, di bekas lahan parkir Kantor DPRD yang pindah ke Jalan Sukabumi. Taman ini masih satu kompleks dengan Balai Kota dan Taman Balai Kota di Jalan Wastukencana.

Taman ini sebetulnya belum diresmikan. Namun sejak dibuka untuk umum pada Minggu (22/1/2017), sudah banyak pengunjung yang ingin melihat dan merasakan fasilitas yang tersedia di sana. Begitu juga pada Jumat (27/1/2017), meski tidak sebanyak pada hari sebelumnya, pengunjung masih berdatangan ke sana.

Pembangunan taman ini menghabiskan dana Rp. 3,5 miliar. Luasnya mencapai 2.000 meter persegi. Di sana terdapat kolam berair jernih. Kolam ini yang tidak dalam ini diperuntukkan buat merendam kaki. Namun, anak-anak memanfaatkan kolam tersebut untuk berenang seperti yang terlihat pada Jumat siang.

Taman Sejarah
Taman Sejarah di Jalan Aceh Bandung. | Foto serbabandung.com

Dekat kolam terdapat banner besar bergambar Gedung Sate dan alat transfortasi yang digunakan di Bandung. Latar belakangnya terdapat ikon-ikon Kota Bandung lainnya seperti Masjid Raya Bandung Jawa Barat, Jembatan Pasupati, dan Monumen Bandung Lautan Api.

Masih dekat kolam terdapat display berkaca. Display kaca itu setinggi tiga meteran.Di kaca-kaca terpasang foto dan nama Wali Kota Bandung dari masa ke masa, mulai dari wali kota pertama hingga sekarang Wali Kota Ridwan Kamil.

Di Taman Sejarah Terdapat Relief Sejarah

Foto-foto yang terpampang tersebut adalah Bertus Coops, Atmadinata, Syamsurijal, Ukarbrata Kusuma, Enocj, Priatna Kusuma, Didi Sukardi, Hidayat Sukarmadirja, Otje Djudjunan, Utju Junaedi, Husen Wangsa Atmaja, Ateng Wahyudi, Wahyu Hamijaya, Aa Tarmana, Dada Rosada, dan Ridwan Kamil.

Tak jauh dari display foto para wali kota terdapat relief yang menggambarkan dari masa ke masa Kota Bandung mulai dari era Wiranatakusumah. Wiranatakusumah adalah  pendiri Bandung. Dalam peresmian nanti Ridwan Kamil akan mengundang keluara Wiranatakusumah.

Ridwan Kamil merasa harus membangun Taman Sejarah. Menurutnya Bandung sampai saat ini belum memiliki tempat sejarah. Selain Taman Sejarah, masih di Jalan Aceh, di seberang taman tesebut, dibangun Museum Sejarah yang menempati gedung bekas Dispora. *

Taman di Bandung Berhasil Menarik Banyak Pengunjung

BANDUNG sejak dipimimpi oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terus berbenah. Satu di antaranya merevitalisasi taman-taman yang ada di kota ini. Taman di Bandung pun semakin asri dan banyak pengunjungnya. Tak jarang orang dari luar kota pun sengaja datang ke Bandung demi  menikmati taman-taman yang ada di sini.

Taman di Bandung yang paling banyak dikunjungi adalah taman alun-alun. Data ini tentu saja belum valid karena belum ada survey khusus yang menghitung berapa orang yang datang ke taman ini. Namun melihat hari ke hari pengunjung semakin banyak mendatangi hamparan rumpust sintetis ini.

Taman yang berada pesis di depan Masjid Raya Bandung Jawa Barat ini, tak hanya dikunjungi pada siang atau sore hari. Pada malam hari, pengunjungnya tetap ramai. Bahkan pada dini hari pun masih ada pengunjung yang sekadar konko-knko di tepi taman tersebut, duduk-duduk di kursi yang telah disediakan.

Taman di Bandung
Alun-alun Bandung. | Foto serbabandung.com

Taman Balai Kota di Komplekas Balai Kota Bandung juga menjadi taman favorit. Taman yang paling tua ini Bandung ini setelah direvitalisasi banyak mengundang warga Bandung dari berbagai usia untuk menikmati fasilitas yang ada di taman ini.

Selain patung badak putih, patung Dewi Sartika, dan patung dua merpati, taman ini kini dilengkapi taman labirin, taman anak sungai Cikapundung, dan dekat taman ini ada Taman Vanda yang juga menjadi salah satu taman favorit yang sering dikunjungi oleh warga.

Taman di Bandung di Tepi Cikapundung

Teras Cikapundung di Jalan Siliwangi juga menjadi taman yang mempesona warga. Taman ini merupakan bekas lahan yang tidak terurus di bantaran Sungai Cikapundung. Dengan disulap menjadi sebuah taman dengan fasilitas  menarik, tempat yang tadinya jarang didatangi orang menjadi destinasi wisata.

Di Jalan Cilaki dekat Jalan Diponegoro ada Taman Lansia. Taman ini terdapat kolam yang sekaligus berfungsi menjadi penampung air hujan. Di kawasan ini juga terdapat taman lainnya seperti Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa. Taman ini berada di Jalan  Citarum No. 23 A, seberang Taman Lansia. Taman ini diresmikan Ridwan Kamil pada 30 Desember 2013.

Masih banyak taman-taman lainnya di beberapa kawasan di kota ini, sperti Taman Jomblo, Taman Super Hero, Taman Film, Taman Foto, Taman Alun-alun Ujungberung, dan lain-lain.

 

 

Taman Foto, Tempat Pameran Foto Outdoor

DI Kota Bandung ada Taman Foto. Taman ini terletak di Jalan Taman Cempaka, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Sumur Bandung. Sebelumnya bernama Taman Cempaka. Taman ini untuk memanjakan masyarakat yang punya hobi fotografi.

Foto-foto mereka bisa dipajang tepat di tengah-tengah taman. Siapa pun boleh memajang fotonya di sana. Namum masyarakat  harus mencetak foto sendiri dengan ukuran 30R.

Di sini juga terdapat arena bermain anak seperti ayunan hingga besi yang tersusun menjadi sebuah bentuk lingkaran.

Bangku-bangku di Taman Foto Bandung berbentuk menyerupai huruf L dengan warna oranye yang dominan.

Di bagian ujung taman ini terdapat ornamen berbentuk huruf C dengan ukuran besar seperti tulisan “Dago” di perempatan Jalan Ir H Djuanda Bandung.

Taman Foto Ada Fasilitas Wifi Gratis

Taman ini diresmikan pada Sabtu 21 Desember 2013. Menurut laman fotografiindonesia.net gagasan aktivasi taman tersebut dilontarkan oleh Air Fotografi Network yang dipimpin oleh Galih Sedayu setahun sebelum taman ini diresmikan. Taman ini juga dilengkapi fasilitas wifi gratis.

“Jadi nanti untuk menggelar pameran foto, tidak perlu di gedung. Bisa di sini, di area terbuka,” tutur Wali Kota Bansung Ridwan Kamil dikutip Sindo,  saat peresmian,  Sabtu (21/9/2013). *

Foto: http://www.jabarprov.go.id/