PLTA Cikalong dan Batu Eon di Lamajang Pangalengan

DESA Lamajang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, selain menyimpan kekayaan budaya, juga menyimpan tempat wisata yang bisa mendatangkan para pengunjug. Di sana tak hanya ada Rumah Adat Cikondang, tetapi ada tiga pembangkit listrik tenaga air atau PLTA zaman Belanda yang dibangun pada masa perang.

Satu di antanya adalah PLTA Cikalong. Yang menarik di pembangkit listrik tenaga air ini adalah sebongkah batu yang berada di tengah-tengah kolam tando (reservoir) harian PLTA tersebut. Batu itu menjadi monumen pendirian PLTA Cikalong yang dibangun pada abad ke-19.

Kenapa batu itu ada di sana? Ternyata berdasarkan cerita yang beredar di Desa Lamajang, batu tersebut tidak bisa dihancurkan, apalagi dipindahkan. Beberapa cara telah dicoba, namun batu itu tetap saja tak bisa hancur. Batu itu, konon, sebelum menjadi kolam, berada di permakaman yang angker.

Suatu hari ada yang penasaran mengenai keberadaan batu tersebut. Namanya Eon. Eon merasa tertantang untuk memindahkan batu tersebut. Dia menghancurkan batu menggunakan dinamit, bor, dan alat lainnya. Namun segala usahanya tidak berhasil. Eon meninggal dunia seminggu setelah usahanya menghancurkan batu gagal. Batu tersebut kemudian disebut warga sebagai Batu Eon.

plta cikalong batu eon
Batu Eon di PLTA Cikalong, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. | Foto  desalamajang.wordpress.com

Batu Eon itu tidak bisa dilihat dari dekat oleh wisatawan. Pagar kawat mengitari kolam kolam tando pembangkit listrik tenaga air Cikalong tersebut. Wisatawan hanya bisa menyaksikan batu tersebut di balik kawat. Dekat kolam tersebut terdapat lapang yang biasanya digunakan warga untuk berjualan. Batu Eon sering menjadi latar belakang wisatawan berfoto, terutama kawula muda yang datang pada akhir pekan.

PLTA Lamajan

Selain bisa menyaksikan Batu Eon, wisatawan bisa melihat PLTA Cikalong buatan Belanda. Di sana juga terdapat PLTA Plengan danpembangkit listrik tenaga air Lamajan. Pembangkit listrik tenaga air Lamajan dibangun pada 1922 dan mulai beroperasi 1925. Lamajan baru sekali direnovasi untuk meningkatkan kapasitas.

Di laman Kumparan disebutkan, Lamajan memiliki pembangkit ini terdiri atas 3 unit (turbin dan generator), masing-masing berkapasitas 6,5 MW. Pembangkit listrik tenaga air ini adalah bagian dari Unit Pembangkitan Saguling, yang memiliki kapasitas 797,36 MW. Saguling yang terdiri dari delapan pembangkit listrik tenaga air  ini menyumbang 13 persen dari total EBT PLN. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.