Stadion GBLA Tetap Dikunjungi Warga Saat Tak Ada Pertandingan

KETIKA Stadion GBLA atau Gelora Bandung Lautan Api tidak digunakan untuk sebuah even, di luar pagar stadion itu tetap digunakan warga untuk kegiatan. Tak hanya berolahraga, mereka menikmati pemandangan sambil kongko bersama teman- temannya di trotoar jalan di kawasan stadion.

Jalan akses ke Stadion GBLA dari Derwati ini luasnya kira-kira 10 meter. Dibagi dua arah yang dibatasi marka di tengahnya. Kendaraan bisa leluasa melewati jalan tersebut ketika tak ada even. Stadion ini biasanya digunakan tim Persib Bandung untuk menjamu lawan-lawan di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Even lain di luar olahraga juga sering digelar di sini.

Jalan yang cukup besar itu sering digunakan oleh penyelenggara kursus mobil untuk melatih siwanya. Mobil yang wara-wiri di sana menghidupkan dua lampu seinnya sebagai tanda mobil sedang digunakan untuk berlatih. Di beberapa bagian lahan, penyelenggara kursus ini membuat rintangan untuk berlatih parkir.

Bagi yang ingin bercengkerama sambil menikmati camilan di seberang Stadion GBLA terdapat penjual makanan. Satu di antaranya menjual kelapa muda. Tempat ini, Sabtu (24/12/2015), terlihat ramai oleh penikmat minuman segar tersebut. Di saung lainnya sepasang remaja menikmati pemandangan sawah di depan mereka.

Stadion GBLA
Stadion GBLA di Gedebage, Kota Bandung.
Foto serbabandung.com

Yang menarik di sungai dekat jalan layang ke Bandung Teknopolis  dan jalan tol Padaleunyi berjejer orang memancing. Mereka tekun dan sabar menanti ikan memakan umpan yang terpasang di joran. Tak hanya lelaki, perempuan juga ada yang asyik memegang joran sambil memandangi riak air di sungai tersebut.

Di bawah jalan layang ke Bandung Teknopolis, pilar-pilarnya sering digunakan para remaja untuk berfoto. Sabtu sore 2 orang remaja putra dan 2 remaja asyik berfoto berlatar belakang pilar-pilar dan Jalan Tol Padaleunyi. Jalan layang itu akan menjadi akses Jalan Tol Padaleunyi dan Bandung Teknopolis.

Stadion GBLA  Berkapasitas 38.000 Orang

Lokasi Stadion GBLA berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Stadion ini berada di antara ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan Bypass Soekarno-Hatta Bandung. Stadion ini terlihat dari jalan tol ruas Cileunyi.

Akses menuju Stadion bakal dibuat  pintu tol khusus di KM 149 ruas Tol Cileunyi-Padalarang dan ruas jalan dari arah Stasiun KA Cimekar dan dari jalan Rancanumpang. Akses lainnya bisa melalui Jalan Ciwastra kemudian Derwati dan belok kiri di jalan yang sengaja dibangun menuju stadion.

Soft launching stadion ini  berlangsung pada 10 Mei 2013.  Stadion diresmikan oleh yang menjadi wali kota saat itu Dada Rosada. Hadir juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Dede Yusuf (saat itu), Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda (saat itu).

Stadion GBLA berdiri di lahan seluas 24,5 hektare. Adapun lahan untuk fasilitas pendukung lain ditargetkan 40 hektare. Stadion ini memiliki fasilitas berstandar internasional. Rumputnya menggunakan jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr. Rumput ini rumput kelas satu standar FIFA.

Selain untuk pertandingan sepak bola, bisa juga digunakan untuk cabang olahraga atletik. Dilengkapi juga dengan kantor, sirkulasi, tribun atap full keliling, servis, e-board, dan scoring board. Kursi yang digunakan mereknya Ferco. Kursi ini disebut-sebut tahan api. Jumlah kursi penonton hanya 38.000 orang mengacu pada standar FIFA. Stadion ini jika tanpa kursi bisa menampung 72.000 orang.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.