Rumah Kembar Jalan Malabar Dirancang Ir Soekarno

PERSIMPANGAN Jalan Gatot Soebroto dan Jalan Malabar menjadi saksi bisu bagaimana Ir Soekarno, Presiden RI pertama, memperlihatkan kepiawaiannya merancang dua bangunan yang bersebrangan di kawasan tersebut. Gedung tersebut kemudian lebih dikenal dengan rumah kembar, atau ada juga yang menyebutnya Malabar Gate. Disebut Malabar Gate karena kedua gedung tersebut seolah-olah pintu gerbang keluar dari Jalan Malabar. Kedua gedung tersebut tepatnya berada di Jalan Gatot Soebroto 54 dan 56.

Ciri khas rumah karya Soekarno terlihat di kedua gedung tersebut yakni atapnya tersusun berbentuk limas dan sungkup di atasnya. Selain di Jalan Malabar, rumah berciri khas seperti itu terdapat di Jalan Kasim, Jalan Mangga dan Jalan Ahmad Yani.

Rumah Kembar di Jalan Malabar. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Rumah Kembar di Jalan Malabar. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain rumah kembar di Jalan Malabar, karya Soekarno lainnya terlihat dalam bangunan Hotel Grand Preanger. Soekarno ikut andil saat hotel itu direnovasi pada 1929. Soekarno bersama mantan gurunya Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker merenovasi hotel bergaya Indische Empire tersebut.

Prama Grand Preanger Hotel termasuk hotel yang tidak muda lagi usianya. Pada 1884, tempat ini merupakan tempat peristirahtan para Priangan planters (pemilik perkebunan di Priangan). Pada 1897 seorang Belanda bernama W.H.C. Van Deeterkom mengubah toko itu menjadi sebuah hotel. Van Deeterkom memberi nama hotel tersebut Hotel Preanger. Pada 1920 berubah nama menjadi Grand Hotel Preanger.

Di simpang empat, Jalan Dalem Kaum, Jalan Lengkong Kecil, dan Lengkong Besar terdapat bangunan yang digunakan oleh Gabungan Koperasi Republik Indonesia. Gedung ini juga merupakan rancangan Ir. Soekarno dan Ir. Roosseno. Gedungnya bergaya arsitektur Art Deco Streamline.

Ada juga bangunan hasil Ir Soekarno yang sudah tak terlihat di kota ini, seperti masjid di Jalan Perintis Kemerdekaan. Masjid bergaya timur tengah ini dibangun pada 1935, namun pada 1977 dipugar. Di sana sekarang berdiri Masjid Persis yang tak jauh dari viaduct.

Dalam blog dream.co.id, disebutkan Soekarno juga menyumbangkan pikiran dalam perombakan Masjid Agung (Sekarang Masjid Raya Bandung di Alun-alun) menjelang konfrensi Asia Afrika pada 1955. Perombakan tersebut di antaranya adalah kubah yang berbentuk nyuncung diubah menjadi kubah persegi empat bergaya Timur Tengah, bentuknya seperti bawang. *

Rumah Kembar di Jalan Malabar

  • Rumah tersebut rancangan Ir Soekarno
  • Gedung tersebut kemudian lebih dikenal dengan rumah kembar
  • Ada juga yang menyebutnya Malabar Gate
  • Kedua gedung tersebut tepatnya berada di Jalan Gatot Soebroto 54 dan 56.
  • Ciri khas rumah karya Soekarno terlihat di kedua gedung tersebut yakni atapnya tersusun berbentuk limas dan sungkup di atasnya
Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.