Kereta Api Indonesia Jejaknya Bisa Dilihat di Graha Parahyangan

Galeri sejarah kereta api di Graha Parahyangan, Jalan Dayang Sumbi No. 10, Kota Bandung, bisa menjadi pilihan untuk berwisata edukasi. Di sini terdapat galeri yang memajang foto-foto sejarah PT KAI yang layak untuk dilihat. Foto-foto yang dipajang terdapat pemimpin perusaan perkeretaapian dari masa ke masa.

Di sini pun terdapat benda-benda yang berkait dengan perkeretaapian. Tadinya banyak yang bisa dilihat, namun sekarang benda-benda itu telah diangkut ke Lawang Sewu di Semarang. Satu di antara benda-benda tersebut adalah sebuah mesin pencetak kuno. Mesin cetak ini digunakan PT KAI (Persero) sejak zaman Hindia Belanda oleh Nederalandsh Indische Spoorwagen Maatschappi (NIS) pada 1867. Pada Oktober 2009 mesin ini akhirnya dipensiunkan.

Mesin ini ditemukan oleh Thomas Edmonson pada 1840 di Inggris dan dibuat oleh Perdijk & Co di Rotterdam Belanda.

Di galeri PT KAI terdapat tuas buatan Belanda. Namanya Tuas Sinyal Alkmart. Alat ini berfungsi untuk menggerakkan sinyal. Cara kerjanya sinyal-sinyal disambungkan ke tuas-tuas tersebut menggunakan kawat atau rantai. Tuas ini buatan Nederalandse Machinefabriek Alkmart Hollands.

Galeri kereta api
Galeri kereta api di Graha Parahyangn di Jalan Dayang Sumbi No 10, Bandung. | Foto serbabandung.com

Galeri  kereta api tersebut dibuka secara resmi pada 21 Juni 2010. Menempati sebuah bangunan zaman Belanda yang didirikan pada 1927 di tanah seluas 2100 m2. Dulu, Graha Parahyangan adalah tempat tinggal pejabat kereta api di era pemerintah Hindia Belanda.

Di sana masih ada plakat yang menunjukkan rumah tersebut adalah peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Dalam plakat tersebut tertulis peletakan batu pertama dilakukan oleh Ernst Gerard Oscar Kelling pada 2 Maret 1927 dalam bahasa Belanda.

Graha Parahyangan pernah digunakan sebagai wisma, tempat menginap pegawai Kereta Api. Saat itu namanya masih Wisma Parahyangan. Menginap di sana pasti membuat betah karena letaknya strategis dan nyaman dekat kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bangunan tersebut terpelihara. Bahan bangunannya masih asli, meliputi kayu, batu dan lantai. Di luar terdapat lahan parkir, tempat bermain, taman. Penataan interior didesain secara cermat sesuai dengan rencana pemanfaatan sebagai area publik yang eksklusif dan dapat diterima oleh semua segmen pasar terutama kalangan menegah ke atas.

Bangunan Graha Parahyangan memiliki beberapa fungsi antara lain ruang pameran museum dan galeri benda perkeretaapian, ruang rapat dan pertemuan, ruang pesta serta ruang kafe. Masyarakat dapat menyewa ruangan yang ada di dalam Graha Parahyangan untuk berbagai kegiatan seperti pameran, rapat/meeting, pesta taman maupun pesta pernikahan.

Waktu Operasional Galeri Kereta Api

Senin-Minggu pukul 08.00-17.00 WIB

Bahan Tulisan

grahaparahyangan.wordpress.com

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.