Cupumanik, Galeri Wayang Golek di Kawasan Kebonkawung

Bagi penggemar wayang golek galeri ini pasti sudah tidak asing lagi. Namanya Cupumanik Wayang Golek & Handycraft. Sebuah galeri yang khusus menyimpan, memamerkan dan membuat wayang khas Sunda yakni wayang golek.

Cupumanik Wayang Golek & Handycraft berada di Jalan H. Akbar No.10. Jalan atau Gang Haji Akbar bisa diakses dari Jalan Kebonkawung, tak jauh dari Stasiun Kereta Api Bandung. Gang ini sekitar 250 meter dari dari Jalan Pasirkaliki. Adapun dari arah Jalan Cicendo sekitar 400 meteran.

Cupumanik Wayang Golek & Handycraft menyediakan beragam handycraft tokoh pewayangan mulai dari ukuran 15 cm-2 meter yang bisa dibeli oleh pengunjung. Selain menawarkan bermacam-macam kerjinan khas Sunda.

cupumanik
Cupumanik Wayang Golek & Handycraft berada di Jalan H. Akbar No.10, Kebonkawung, Bandung. | Foto cupumanikwayanggolek.blogspot.co.id

Para pengunjung ke galeri ini bisa langsung menyaksikan pembuatan wayang golek yang dilakukan oleh para pemahat terampil. Selain itu pengunjung juga akan mendapatkan penjelasan mengenai pembuatannya oleh seorang instruktur.

Geleri ini buka Senin-Jumat mulai pukul 08:00-16:00, dan Sabtu pukul 08:00-14:00. Adapun pada Minggu dan hari libur nasional tutup. Namun jika ada permintaan galeri ini bisa saja buka pada hari Minggu atau libur nasional.

Cupumanik Didirikan oleh Alumnus ITP pada 1980

Cupumanik berdiri pada 1980. Penggagas adalah seorang alumnus ITB, H. Herry Hermawan. Galeri ini berawal dari sebuah kerja sama Herry dengan pemerintah untuk membangun UKM Bapikra pada 1977. Saat itu, Herry berinisiatif menampung semua perajin wayang dari Purwarkarta.

Hery memilih Purwakarta karena di sana banyak perajin wayang golek yang tidak bisa berkreasi karena bermacam keterbatasan. Dia menyadari perajin-perajin tersebut merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial.

Hery pun memutuskan untuk membuat produksi wayang golek rumahan yang dipasarkan dari pameran ke pameran dan lahirlah Cupumanik. Kehadiran galeri ini mendapat respons yang sangat bagus dari wisatawan domestik dan luar negeri yang liburan di Bandung.

Pada 1987, Herry mendapatkan penghargaan Piala Upakarti sebagai pahlawan pelestari budaya dari Presiden Soeharto. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.