Angkot ke Astanaanyar, Cermati agar Tidak Tersesat di Perjalanan

Angkot ke Astanaanyar
Angkot ke Astanaanyar. | Foto serbabandung.com

Bagi yang ingin ke Astanaanyar sebaiknya cermati rute angkot ke Astanaanyar.

Ada beberapa rute angkot ke Astanaanyar, seperti Abdul Muis – Elang.

Angkot Abd. Muis–Elang melewati Otista kemudian ke Astanaanyar.

Kemudian ada angkot jurusan Ciroyom–Cikudapateuh. Angkot ke Astanaanyar ini melewati Rajawali, Kebonjati, dan Astanaanya.

Cikudapateuh–Ciroyom juga melewati Ciroyom. Angkutan umum ini berarti pulang pergi melewai Astanaanyar.

Angkot ke Astanaanyar lain yang pulang pergi lewat Astanaanyar adalah Cibaduyut–Karangsetra.

Angkutan umum ini melalui Leuwipanjang, Kopo, dan Astanaanyar.

Adapun Karangsetra–Cibaduyut melewati Pasirkaliki, Astanaanyar, kemudian ke Kopo.

Satu lagi angkot ke Astanaanyar adalah Tegallega–Cisitu.

Selain angkot ada beberapa bus kota yang melewati Jalan Astanaanyar.

Bus Kota dan Angkot ke Astananyar

Leuwipanjang-Ledeng

Leuwipanjang–Kopo–Pasirkoja–Astanasnyar– Gardujati–Pasirkaliki–RS. Hasan Sadikin–Sukajadi–Setiabudi–Ledeng

Leuwipanjang-Dipatiukur

Leuwipanjang–Kopo–Pasirkoja–Astanasnyar–Gardujati–Kebonjati–Stasiun KA–Viaduct–Wastukencana–Riau–BIP– Ir. H Juanda–Dipatiukur.

Angkot yang Lewat Jalan Astanaanyar

Abd. Muis–Elang

Otista–Astanaanyar–Pagarsih–Suryani–Holis–Bojong–Cijerah

Ciroyom–Cikudapateuh

Rajawali–Kebonjati–Astanaanyar–BKR–M.Ramdan–Palasari–Laswi–A.Yani

Cikudapateuh–Ciroyom

A. Yani–Palasari–M.Ramdan–BKR–Kopo–Astanaanyar–Sudirman–Elang–Rajawali

Tegallega–Cisitu

Astanaanyar–Gardujati–Kebonjati–Cicendo-Wastukencana–Tamansari–Cisitu

Cibaduyut–Karangsetra

Leuwipanjang–Kopo–Astanaanyar–Pasirkaliki–Sukajadi–Dr.Sutami

Karangsetra–Cibaduyut
Dr.

Sutami–Sederhana–Pasirkaliki–Astanaanyar–Kopo–Leuwipanjang-Cibaduyut.

Pasar Loak

Di Astananyar ada pasar loak. Pasar ini memanjang dari Jalan Otoiskandardinata hingga Pajagalan.

Beragam barang bekas dijual di pasar loak Astanaanyar.

Lokasi pasar loak Astanaanyar berada di Jalan Astanaanyar dekat Jalan Oto Iskandardinata.

Pasar ini tak jauh dari Lapangan Tegallega. Sudah lama terkenal menjadi tempat mangkalnya pedagang barang-barang bekas.

Di sana semuanya tersedia, mau barang bekas apa? Komputer, pompa, cd, kaset, handphone, perlengkapan rumah tangga, baju, jaket, sepatu semuanya ada.

Harganya juga relatif murah tergantung negosiasi pembeli dengan penjual.

Pasar loak Astanaanyar sudah terkenal sejak dulu.

Bahkan cikalnews.com menulis kawasan ini mulai dipenuhi oleh pedagang sejak 1967.

Disebutkan dalam laman tersbut, tadinya para pedagang bisa dihitung dengan jari.

Namun lama ke lamaan para pedagang lain berdatangan, dan akhirnya memenuhi kawasan tersebut.

Lonjakan pedagang di kawasan itu mulai terjadi saat krisis ekonomi menyerang Indonesia pada 1997-1998.

Saat itu sektor ekonomi mengalami penurunan. Banyak karyawan yang di PHK, dan daya beli masyarakat pun semakin berkurang.

Pedagang menjajakan jualannya mulai dari mulut Jalan Astanaanyar di Jalan Oto Iskandardinata hingga ke pertigaan Jalan Pajagalan.

Sebagian pedagang lainnya ada yang membuka lapaknya mulai dari persimpangan empat Jalan Ibu Inggit, Jalan Astanaanyar, dan Jalan Oto Iskandardinatta.

Pasar loak di sini mulai berdenyut sejak pagi pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 18.00 WIB.

Para pengunjung akan bertambah ramai pada Minggu atau hari libur,  yang datang ke sini tak hanya membeli, tapi juga hanya melihat-lihat saja.

Orang Luar Kota Belanja di Sini

Yang datang ke sini bukan dari Bandung saja tapi juga dari kota lain seperti Jakarta, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut.
Mereka sengaja datang ke sini untuk mencari barang-barang yang sulit diperoleh di kota mereka.

Dari sebagian mereka pun ada yang datang untuk mencari keberuntungan berharap menemukan barang antik dari pedagang bekas tersebut.

Sayangnya para pedagang tersebut berjualan di trotoar dan sebagian lagi berjualan di bahu jalan.

Kondisi ini menimbulkan kemacetan di Jalan Astanaanyar.

Jalan Astanaanyar memanjang mulai dari Jalan Oto Iskandardinata hingga Jalan Sudirman.

Tapi pedagang barang bekas di jalan ini hanya sampai Jalan Pajagalan. *

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *