Titik 0 Km Bandung, Daendles Menancapkan Tongkat di Sini

APA hubungannya pal atau titik 0 Km Bandung dengan stoom walls yang berdiri gagah di belakang pal tersebut? Tidak ada penjelasan yang pasti. Tapi konon stoom walls kuno itu adalah stoom yang digunakan saat Marschalk Herman Willem Daendles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, membangun jalan Anyer-Panarukan pada 1808-1811.

Sebelum melangkah jauh, sebaiknya cari tahu dulu apakah itu pal? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan (daring) disebutkan pal adalah tonggak batu sebagai tanda jarak, antara satu tonggak dan tonggak yang lain berjarak 1,5 km.

Pal 0 Km Kota Bandung berada di Jalan Asia Afrika. Depan Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Tak jauh dari Hotel Savoy Homann dan Prama Grand Preanger. Jalan ini adalah salah satu jalan bersejarah di Kota Bandung.

Pertanyaannya mengapa pal 0 Km Bandung tertancap di sana? Dalam prasasti di monumen KM Bandung 0+00 terdapat catatan yang mengenai asal titik 0 Km tersebut. Catatan itu menjelaskan, di sanalah Daendels menancapkan tongkat kayu sambil berkata “Zorg, Dat Als Ik Terug Kom Hier Een Stad Is Gebouwd“ yang artinya, “Coba usahakan, bila aku datang kembali di tempat ini telah dibangun sebuah kota.”

Penancapan kayu tersebut seusai pembangunan jembatan Sungai Cikapundung pada 1810. Daendels dan Bupati Bandung saat itu R.A.A Wairanatakusumah II adalah yang pertam kali melewati jalan itu. Sesampainya di tempat itu Daendles menancapkan tongkat kayu itu.

Pal 0 Km Bandung di Jalan Asia Afrika | Foto serbabandung.com
Pal 0 Km Bandung di Jalan Asia Afrika | Foto serbabandung.com

Daendels mendapat tugas dari pemerintah Hindia Belanda untuk membangun Jalan Raya Pos (Grote Postweg) dari Anyer (Banten) ke Panarukan (Jawa Timur). Pembangunan jalan tersebut untuk memperlancar komunikasi antardaerah dalam rangka memperkuat pertahanan di Pulau Jawa.

Monumen Titik 0 Km Diresmikan pada 18 Mei 2004

Monumen KM Bandung 0+00 diresmikan 194 tahun kemudian tepatnya pada 18 Mei 2004 oleh Gubernur saat itu Danny Setiawan. Pal tersebut menjadi salah satu tempat yang dikunjungi waisatawan lokal atau mancanegara yang ingin tahu keberadaan titik 0 Km di Kota Bandung.

Pal sudah beberapa kali berubah warna. Pada Senin (30/3/2015) pal tersebut berwarna putih kombinasi kuning, hijau, dan abu-abu. Di situ tertulis “BDG 0”. Sedangkan di bagian bawah pal tersebut tertulis “CLN 18″ yang menunjukkan kota/daerah terdekat ke arah timur, yakni Cileunyi yang berjarak 18 km. Sedangkan “PDL 18″ menunjukkan kota/daerah terdekat ke arah barat, yakni Padalarang yang berjarak 18 km.

Siang itu di sekitar pal 0 Km beberapa pekerja sedang memperbaiki trotoar. Trotoar yang diperbaiki tidak hanya di sana, tapi di sepanjang Jalan Asia Afrika. Perbaikan tersebut untuk menyambut ke-60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.