Taman Alun-alun Bandung, Kini, Berumput Sintetis Lebih Lembut

TAMAN Alun-alun Bandung memiliki tampilan baru. Ruang publik di halaman Masjid Raya Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, ini memiliki hamparan rumput sintetis baru. Rumput sintetis yang lama dianggap tidak memenuhi syarat lagi sehingga Pemkot merasa perlu untuk menggantinya.

Perbaikan di lahan rumput sintetis seluas kurang lebih 4.300 meter ini berlangsung sejak Agustus 2018. Tak hanya rumput yang diperbaiki, perbaikan sistem drainase di bawah rumput pun ikut diperbaiki.

Rumput sintetis yang sekarang memiliki motif yang berbeda dengan yang sebelumnya dan dilengkapi tulisan Bandung Juara menggunakan rumput yang berwarna putih. Dibanding dengan rumput sintetis yang sebelumnya, rumput yang saat ini terpasang lebih lembut.

Dalam sebuah berita di Tribun Jabar ditulis rumput sintetis ini berasal dari Jepang. Rumput sintetis ini merupakan jenis junsu.

Taman Alun-alun Bandung  sudah kembali mulai dirasakan oleh masyarakat. Pada Senin (24/9/2018) sore, lapangan rumput sintetis itu nyaris terpenuhi orang. Mereka ada yang datang bersama keluarga, hanya berdua, dan ada juga yang datang sendirian. Kegiatan yang mereka lakukan beragam, ada yang hanya duduk, berfoto-foto, tiduran, main sepak bola, dan lain-lain.

Tak Boleh Bawa Makanan ke Taman Alun-alun Bandung

taman alun-alun bandung
Taman Alun-alun Bandung dikunjungi warga dari kota dan luar Bandung, Senin (249/2019) sore. | Foto serbabandung.com

Pelancong yang datang tidak bisa botram di lapangan. Karena pelancong dilarang membawa makanan dan minuman ke lapangan. Sebuah pelang larangan pengunjung tidak boleh membawa makanan dan minuman terlihat jelas di sisi lapangan tersebut. Meski begitu, ada saja penjual minuman ringan menawarkan dagangannya ke pengunjung.

Sakali-kali terdengar suara seorang perempuan lewat pengeras suara mempertegas larangan tersebut. Dalam pengumuman tersebut, pengunjung bisa menikmati makanan di meja-meja merah yang tersedia di pinggir lapangan.

Selain dilarang membawa makanan dan minuman, pengunjung juga dilarang membeli barang dari pedagang kaki lima atau asongan yang datang ke sana. Menurut pengumuman tersebut, Alun-alun adalah zona merah, tempat terlarang bagi PKL. “Bila ada yang membeli barang dari penjual akan kena denda Rp 1 juta,” kata perempuan lewat pengeras suara.

Keseluruhan luas Alun-alun sebetulnya 1,2 hektare, namun hanya 4.800 meter per segi yang berumput sintetis. Lahan lainnya diisi  pot bunga, taman,  tempat bermain, tempat berjalan, dan tempat duduk. Kursi tempat duduk dipasang di trotoar yang mengeliling Alun-alun.

Trotoarnya terbuat dari granit alam dilengkapi tong sampah tak jauh dari kursi.  Di Alun-alun  Jalan Asia Afrikadibangun selter angkutan umum  yang diklaim terpanjang di dunia. Di selter itu ada tulisan besar, “Taman Alun-alun Bandung”.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.