Pondok Pesantren Sukamiskin, Ponpes Tertua di Kota Bandung

Pondok pesantren (ponpes) tertua di Kota Bandung bediri di Jalan Pesantren, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Namanya Pondok Pesantren Sukamiskin. Pondok pesantren ini berdiri pada 1881. Pendirinya Kiai Haji Raden Muhammad bin Alqo putra Daeng Daud yang berasal dari Kampung Pulo, Jakarta.

Bangunan Ponpes Sukamiskin masih mempertahankan arsitektur lama. Di bagian dalamnya masih menggunakan keramik lama. Begitu pula dekorasinya. Dindingnya kokoh dan bagian kubah rumah masih memakai gaya rumah zaman dahulu. Adapun luas ponpes sekitar satu hektare.

Tak hanya arsitektur rumah, pesantren ini pun masih menggunakan kurikulum (sistem) yang laman. Di Tribun Jabar disebutkan kurikulum yang digunakan seperti wiridan bakda salat, pelajaran fikih, serta pelugatan kitab kuning menggunakan logat Sunda. Meski begitu, ketika harus diterangkan tetap menggunakan bahasa Indonesia.

pondok pesantren sukamiskin
Pondok Pesantren Sukamiskin, | Foto Tribun Jabar

Santri-santriwati Ponpes Sukamiskin berasal dari berbagai daerah, seperti Batam, Lampung, Madura, Palembang, serta luar daerah lainnya. Adupun yang mondok di pesantren ini sebanyak  350 orang, terdiri dari putra dan putri.

Ponpes Sukamiskin adalah pondok pesantren salafiyah. Dalam sebuah tulisannya, M.  Arif Rohman Hakimm mengatakan pesantren salafiyah merupakan jenis  pesantren yang masih mempertahankan keasliannya. Sistem pembelajaran yang digunakan masih sama seperti saat pertama didirikan ataupun jika mengalami perubahan hanya bersifat minoritas saja.

Arif menyebutkan pesantren salafiyah cenderung menerapkan sistem bandongan dan sorogan. Sistem bandongan sendiri merupakan pola pembelajaran yang menekankan pada hafalan para santri. Biasanya sistem ini diterapkan kepada santri untuk menghafal nadhoman, seperti alfiah ibnu malik, imrithi, jurumiyah, sorof dan lain-lain.

Pondok Pesantren Dipimpin Seorang Ketua

Ponpes Sukamiskin ini dipimpin oleh seorang Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sukamiskin, yang juga merupakan keturunan pendiri ponpes, yakni KH Abdul Azis.

Dalam tulisan di alkhoirot.net Ponpes Sukamiskin mampu mencetak berbagai alumni yang tersebar di berbagai pelosok. Tak sedikit di antara alumni mendirikan pondok pesantren sebagai wadah memanfaatkan ilmu yang didapatnya selama di Sukamiskin.

Disebutkan pula, tidak sedikit ulama-ulama dan para kiai yang sekarang mempunyai nama serta berpengaruh besar dalam masyarakat priangan khususnya dan masyarakat daerah Jawa Barat umumnya adalah hasil gemblengan dan godogan ilmu di Ponpes Sukamiskin. *

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.