Pangkalan Delman di Buahbatu, Harusnya Jadi Kendaraan Alternatif

BARAN tidak merasa delman telah mengganggu pengguna kendaraan lain. Kusir delman berusia 30 tahun ini justru merasa kendaraan tanpa mesin harusnya menjadi kendaraan alternatif. Delman, menurutnya tidak membutuhkan bahan bakar minyak. Delman juga katanya tidak mendatangkan polusi seperti kendaraan bermesin. “Seharusnya delman menjadi pilihan masyarakat pada saat kondisi seperti ini. Delman kan tidak butuh bensin atau solar. Lagi pula tidak menimbulkan polusi,” kata Baran di pangkalan delman dekat kolong Tol Padaleunyi di Jalan Terusan Buahbatu, Senin (9/3/2015).

Namun kata Baran bukan berarti kenaikan bahan bakar minyak  (BBM) tidak berimbas pada biaya pemeliharaan. Terutama, kata dia, untuk kuda yang harus menarik delman-delman itu. Pakan kuda yang harus dibeli Baran mengalami kenaikan dibanding sebelum ada kenaikan BBM. “Sekarung harganya Rp 50.000. Kalau sebelum BBM naik cuma Rp 25.000,” katanya.

Untungnya delman-delman Baran tidak membutuhkan biaya perawatan. Kalau pun ada, kata Baran, tidak terlalu membutuhkan biaya banyak. Baran mengaku melakukannya sendiri untuk memperbaiki delman-delmannya. Bengkel untuk memperbaiki delman di Bandung cukup jauh dari pangkalan delmannya. Bengkel tersebut berada di Majalaya dan Ketapang, Soreang.

Delman-delman Baran sering disewa oleh penyelenggara festival. Delman ini sering menjadi peserta kirab dalam sebuah acara kesenian. “Lumayan. Tarifnya sih tergantung berapa lama delman-delman ini digunakan,” kata Baran yang mengaku warga Kujangsari, Buahbatu ini.

Delman Baran juga sering disewa oleh warga yang mengadakan hajatan seperti khitanan. Delman ini biasanya membawa pengantin khitanan, atau para tamu yanh mengantar pengantin. Delman-delman itu mengelilingi jalan yang tak jauh dari rumah yang mengadakan hajatan.

Di pangkalan yang tak jauh dari kolong jembantan tol Padaleunyi ini terdapat belasan delman yang teronggok berjejer rapi. Sementara beberapa ekor kuda berada di kandang yabg tak jauh dari delman-delman itu berada. Baran sendiri saat itu hanya ditemani satu orang rekannya. Baran tengah memperbaiki delmannya yang menurutnya terlalu terbebani sehingga miring ke kiri.

Selain menyewakan delman, teman Baran ada yang menyewakan kuda tunggangan. Seperti halnya delman, kompleks-kompleks yang terdapat banyak anak-anaknya menjadi target pasar mereka. Baran mengaku hari libur adalah hari  yang paling memberikannya penghasilan besar. “Asal cuacanya bagus,” kata Baran. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.