Jejak Soekarno di Kota Bandung

IR Soekarno menyimpan jejak sejarah di Kota Bandung.  Untuk itu mari ikuti jejak Soekarno tersebut.  Presiden Pertama Indonesia ini datang ke Bandung pada 1921. Ada beberapa tempat yang menjadi saksi bisu perjalanan Soekarno tersebut.  Tempat tinggal bersama istrinya Inggit Garnasih di Jalan Inggit Garnasih misalnya.

Rumah tersebut berada di  dekat persimpangan Jalan Inggit Garnasih (Ciateul) dan Jalan Oto Iskandardinata. Rumah ini dikelola oleh Museum Sribaduga mulai tahun 2015. Sebelumnya rumah ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Jalan Inggit Granasih (Ciateul) Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Jalan Inggit Granasih (Ciateul) Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Rumah tersebut terdiri dari beberapa ruangan. Di setiap ruangan menempel foto Ibu Inggit dan juga Soekarno. Di sebuah ruangan terdapat alat penggilingan jamu terbuat dari batu. Alat tersebut disimpan dalam kaca seperti akuarium.

Di Jalan ABC ada sel bekas Soekarno ditahan. Di sini sebelum menjadi pusat bisnis berdiri penjara yang bernama Lapas Banceuy. Lapas ini kemudian dipindahkan ke Jalan Soekarno Hatta, dan sel bekas Soekarno tetap dipertahankan di sana sebagai monumen.

Soekarno ditahan di penjara Banceuy selama kurang lebih 8 bulan. Presiden Indonesia pertama itu  menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat, dan  toilet nonpermanen.

Saksi bisu lainnya adalah Gedung Landraad  yang sekarang bernama Gedung Indonesia Menggugat di Jalan Perintis Kemerdekaan. Di sini Soekarno membacakan pledoi  Indonesia Menggugat.

Kampus ITB di Jalan Tamansari juga menjadi saksi bisu kiprah Soekarno di Bandung. Soekarno kuliah Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) mengambil jurusan teknik sipil pada 1921. Dua bulan meninggalkan kuliah, Soekarno pada 1922 mendaftar kembali. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada 25 Mei 1926.

Jangan lupa juga peran Ki Marhaen yang ikut menelorkan paham Marhaenisme yang dianut Soekarno. Marhaen adalah seorang petani yang sempat bertemu Soekarno yang sedang berjalan-jalan dengan sepeda di sebuah petak sawah tepatnya di Cibintinu di kawasan Mohammad Toha.

Makam Ki Marhaen  berada di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. Untuk mencapai ke lokasi makam melewati gang kecil. Di  gang tersebut terdapat beberapa makam. Makam Ki Marhaen berada dalam sebuah bangunan. Di sana tak hanya ada makam Ki Marhaen, di sampingnya terdapat makam istrinya. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.