Gedung Bala Keselamatan di Jalan Jawa

KAWASAN Jalan Sumatra menyimpan sisi lain Kota Bandung. Wajah kota tua juga tersimpan di sini. Di jalan ini banyak gedung-gedung lama yang masih terpelihara. Satu di antaranya adalah Gedung Bala Keselamatan di sudut perempatan Jalan Sumatra dan Jalan Jawa. Tepatnya di Jalan Jawa 18-20.

Gedung ini bergaya arsitektur modern fungsional (art deco geometrik). Berdiri pada 1917. Arsitek gedung ini adalah Brinkman dan Voorhave. Gedung ini berfungsi sebagai “Hoofdkwartier van het Leger des Heils te Bandoeng” (Kantor Pusat Bala Keselamatan di Bandung).

gedung bala keselamatan
Gedung Bala Keselamatan di Jalan Jawa. Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pembangunan gedung ini menghabiskan dana sebesar 117.022 gulden. Biaya pembangunan gedung ini berasal dari sumbangan perorangan dan perusahaan seperti Kantor Pusat Bala Keselamatan Internasional, serta para simpatisan di Belanda.

Gedung ini dibangun untuk mengenang William Booth, pendiri Bala Keselamatan (Salvation Army) yang dikenal sebagai pelayanan sosial Gereja Protestan yang berpusat di London.

Letnan Kolonel JW de Groot mengusahakan bangunan itu berdiri di atas sebidang tanah di sudut Jalan Sumatra dan Jalan Jawa. Letnan Kolonel JW de Groot adalah Komandan Teritorial Bala Keselamatan di Hindia Belanda

Pada 24 Agustus 1915, lapangan sepak bola di sudut Jalan Sumatra dan Jawa diberikan pemerintah kepada Bala Keselamatan. Di lapangan sepak bola itulah berdiri gedung kantor pusat teritorial Bala Keselamatan dan panti asuhan William Booth.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Bandung Tuan Coops bersama putrinya yang meletakkan batu pertama di gedung panti asuhan.

Gedung Bala Keselamatan Diresmikan  Jenderal Count

Penggunaan gedung ini diresmikan Gubernur Jenderal Count John Paul van Linburg Stirum. Jenderal Count secara simbolis membuka pintu kantor pusat gedung. Dia didampingi istrinya yang membuka pintu panti asuhan anak-anak di samping kantor pusat pada 24 September 1917. Letnan Kolonel JW de Groot yang sudah pindah ke teritori Jepang pada 1916, tidak ikut saat peresmian tersebut.

Gedung ini sempat dikuasai Jepang pada 13 Maret 1942. Bangunan ini dijadikan salah satu markas. Pada September 1945, Kantor Pusat Bala Keselamatan kembali dalam keadaan porak poranda. Proses pemulihan bangunan rampung. Pada 31 Mei 1947, kantor pusat teritorial dan panti asuhan berfungsi seperti semula. *

Sumber:

– http://archive69blog.blogspot.co.id/2014/11/kantor-pusat-bala-keselamatan.html#ixzz3yH8uiMak

– Wikepedia

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.