Curug Bellarosa, Pesona Air Terjun yang Masih Jarang Terjamah

Curug Bellarosa masih tergolong baru. Dulu nama curug atau air terjun ini Curug Keraton. Demi kepentingan pariwisata, pemilik lahan ini Perhutani dan warga di sana mengubah namanya menjadi Curug Bellarosa.

Curug ini berada di Jalan Maribaya Timur, Desa Suntenjaya, Kampung Pasir, Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kawasan Desa Wisata Kampung Pasir Angling Suntenjaya.

Sebelum dikenal, kawasan di sekitar Curug Bellarosa adalah hutan belantara yang kurang terjamah. Atas inisiatif warga sekitar, yang idenya datang pria yang bernama Nandang Kosim, kawasan tersebut dipermak berubah menjadi menarik.

Curug Bellarosa
Curug Bellarosa. Foto http://tempatwisatadibandung.info/curug-bellarosa-cibodas-bandung/

Daya tarik utama Curug Bellarosa adalah keasrian dan keindahan kawasannya masih belum banyak terjamah. Di sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati segarnya udara pegunungan di Kaki Gunung Bukit Tunggul.

Pesona hutan yang masih asri pun bisa menjadi pengalaman berharga bagi yang mengunjungi Curug Bellarosa. Pasalnya jalan yang ditempuh pengunjung merupakan jalan yang membelah hutan pinus yang menjulang tinggi.

Dalam lawam tempatwisatadibandung.info disebutkan perjalanan selama 30 menitan dari rumah penduduk di Desa Suntenjaya takkan terasa lama. Begitu sampai di kawasan curug, rasa lelah segera terbayar oleh pemandangan indah air terjun yang tampak masih alami karena belum banyak terjamah oleh manusia. Tempatnya bersih dan airnya sangat jernih.

Gazebo di Curug Bellarosa

Untuk melepas lelah sambil menikmati pemandangan dan menyantap bekal, jika membawa, bisa di gazebo yang tersedia di sana. Gazebo yang tampak bersih atapnya terbuat dari serabut ijuk dan dindingnya merupakan bilik bambu sederhana.

Yang menarik lainnya, di Curug Bellarosa terdapat batu menyerupai hati. Batu ini sering disebut batu cinta Bellarosa. Lokasinya tak jauh di lahan yang sering digunakan menyalakan api ungun oleh pengunjung yang berkemah di sana.

Fasilitas yang tersedia di tempat wisata ini, selain gazebo atau yang sering disebut saung jamur dan lahan untuk api unggun, terdapat pemancingan. Di sana juga tersedia ayunan jungkit-jungkitan berukuran besar cocok untuk pengunjung dewasa. Bagi yang ingin camilan atau minuman hangat seperti kopi atau teh bisa diperoleh di warung yang dibuka warga.

Tempat wisata tersebut buka setiap hari selama 24 jam. Adapun harga tiketnya Rp 5.000 perorang. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.