Bis Surat Semakin Jarang Terlihat di Sudut-sudut Kota Bandung

BAGI generasi yang lahir pada 2000-an mungkin sudah tak kenal yang namanya bis surat (kotak surat). Mereka sudah terlebih dahulu kenal dengan apa yang namanya surat elektronik (email), atau chating, yang tak harus menggunakan jasa pengantar surat.

Bis surat (Brievenbus dalam Bahasa Belanda) adalah sebuah kotak untuk penyimpanan surat sementara yang dimasukan oleh pengirim. Surat itu diambil petugas pos untuk dikirimkan ke alamat tertentu yang tertera di amplop surat. Biasanya ada jadwal tertentu untuk pengambilan surat tersebut.

Bis surat di Kantor Pos Besar Jalan Asia Afriak, Bandung. |Foto serbabandung.com #serbabandung
Bis surat di Kantor Pos Besar Jalan Asia Afrika, Bandung. |Foto serbabandung.com #serbabandung

Kotak surat yang pernah tersebar di sudut-sudut kota biasanya berwarna merah sesuai warna khas Kantor Pos, disimpan di tepi jalan dekat dengan pusat keramaian. Bis surat juga biasa terlihat dekat kantor pos atau di halaman kantor pos.

Satu di antara kotak surat di Bandung terdapat di Kantor Pos Besar, Jalan Asia Afrika. Kotak surat di sana ukurannya lebih tinggi dari  yang biasa terlihat di tempat lain. Tempat surat ini juga berwana merah kombinasi garis-garis hitam.

Bila penasaran ingin lebih tahu jenis kotak surat yang pernah ada bisa berkunjung ke Museum Pos di Jalan Cilaki, masih di kompleks Gedung Sate. Di sini terdapat jenis-jenis berserta penjelasan kapan digunakannya.

Bis surat di Museum Pos ternyata ada juga yang warnanya selain merah, ada yang berwarna kuning merah, putih, ada juga yang terbuat dari kayu. Bahkan ada yang sama sekali tidak dicat, kotak surat itu dibiarkan begitu saja sesuai dengan warna besinya.

Kotak surat di sana ada juga yang terbuat dari plat besi dan pernah digunakan di Kantor Pos Irian Barat. Kotak surat Belanda ini beratnya 75 kg, tidak dicat. Tingginya kira-kira 50 sentimeter.

PT Pos Indonesia sendiri akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan kotak surat ini. “Bis surat masih berfungsi, namun kondisinya sudah banyak yang tidak layak pakai, maka perlu adanya evaluasi terhadap perbaikan fisik beserta dengan layanannya,” kata Human Capital dan General Affair Director PT Pos Indonesia, Febriyanto kepada Antara seperti dikutip republika.co.id di Jakarta, Kamis (11/9/2015). *

Fakta Bis Surat di Bandung

  • Sudah mulai jarang
  • Biasanya disimpan di tepi jalan
  • Bekas bis surat disimpan di Museum Pos
Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.