Bank Mandiri Banceuy, Ada Bekas Istal di Belakang Gedung

JIKA pernah ke halaman belakang Bank Mandiri di pertigaan Jalan Asia Afrika-Jalan Banceuy ada sesuatu yang berbeda.  Coba saja perhatikan tempat parkir di sana sangat berbeda dengan tempat parkir biasanya. Jika ditelisik ternyata bangunan-bangunan yang terpisah dari gedung utama itu adalah tempat menambatkan kuda atau istal.

Tempat kuda parkir itu merupakan  peninggalan masa kolonial.  Itu sebabnya kawasan tersebut  diberi nama Jalan Banceuy yang berarti istal kuda. Istal-istal itu merupakan tempat istirahat kuda-kuda yang dahulu digunakan sebagai alat transportasi yang telah melakukan perjalanan jauh.

Kemampuan kuda melakukan perjalanan maksimal sejauh 60 km. Untuk itulah dibutuhkan kandang  kuda. Selanjutnya yang melakukan perjalanan menggantinya dengan  kuda baru agar bisa sampai ke tempat tujuan.

Selain istal-istal yang di belakang gedung itu, gedung rancangan  arsitek Belanda R.L.A. Schoemaker ini  memiliki gaya arsitektur Neo Klasik (art deco ornamental).  Bentuk langka, unik, dan kaya akan hiasan ornamen. Sebuah menara jam yang berdiri di atas sudut bangunan, ini menjadi pembeda dengan gedung lainnya di kawasan Asia Afrika.

Gedung Bank Mandiri di Jalan Asia Afrika-Jalan Banceuy. Di belakang gedung ini terdapat bekas istal peninggalan jaman Belanda | FOTO serbandung,com.
Gedung Bank Mandiri di Jalan Asia Afrika-Jalan Banceuy. Di belakang gedung ini terdapat bekas istal peninggalan jaman Belanda | FOTO serbandung,com.

Gedung yang memiliki luas bangunan 1212.00m2 dan luas lahan 8432.00m2 awalnya digunakan Nederlandsc Indische Escompto Maatschappij atau disingkat NIEM. NIEM adalah  bank yang beroperasi pada jaman penjajahan Belanda. Bank yang lebih dikenal dengan nama bank Escompto didirikan pada 1857, dan  beroperasi  sampai tahun 1958.

Bank Escompto diambil alih oleh Pemerintah RI ketika terjadi nasionalisasi perusahaan Belanda yang  ditetapkan dalam UU No. 86/1958 yang berlaku surut hingga 3 Desember 1957. Bank Escompto berganti nama menjadi Bank Dagang Negara (BDN) pada 1960.

Gedung Ini Digunakan Bank Mandiri Setelah Merger

Gedung ini digunakan Bank Mandiri setelah  terjadi merger  Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Export Import, dan Bank Bapindo dengan bank tersebut. Merger terjadi pada Juli 1999.

Bank Mandiri sendiri berdiri pada  2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia.

Pada Maret 2005, Bank Mandiri mempunyai 829 cabang yang tersebar di sepanjang Indonesia dan enam cabang di luar negeri.  Bank Mandiri juga mempunyai sekitar 2.500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, dan AXA Mandiri.*

Sumber: http://databudaya.net/index.php/databudaya/databudayaatribut/cabud/id/1443
http://achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id/2013/10/25/bank-escompto-bank-dagang-negara-sampai-bank-mandiri/
http://m.kompasiana.com/post/read/113664/2/menyusuri-pecinan-di-kota-kembang-1.html
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Bank_Mandiri

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.