Balai Perguruan Putri Dulu Bernama Van Deventerschool

JALAN Van Deventer di kawasan Jalan Veteran Bandung merupakan kawasan perumahan. Hingga sekarang pun pepohonan yang rimbun dan rumah-rumah yang besar masih menghiasi jalan yang tembus dari Jalan Veteran ke Jalan Sunda tersebut.

Di jalan tersebut ada sebuah sekolah Balai Perguruan Putri. Tepatnya di Jalan Kartini masih berada di kawasan Van Deventer. Sekolah ini memiliki sejarah panjang karena merupakan peninggalan zama kolonial Belanda.

balai perguruan putri
SMP BPP Jalan Kartini Bandung. | FOTO http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/

Di sekolah ini kini terdapat tiga tingkatan yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Taman Kanak-kanak (TK).

Sekolah itu menempati sebagian bangunan yang merupakan peninggalan Belanda. Bangunan ini saat itu ditempati lembaga pendidikan Van Deventer Vereeniging Vor West Java. Sekolah ini khusus didirikan untuk guru putri (meisjenormaalschool) pada zaman itu.

Sekolah didirikan untuk mengenang jasa Mr. Conrad Theodore van Deventer. Van Deventer adalah hli hukum dari negeri Kincir Angin yang memprakarsai politik etis (politik balas budi Belanda kepada pribumi). Van Deventerschool diresmikan pada 24 Juli 1919 oleh istri Gubernur Jenderal Ny. Gravin van Limburg Stirum Sminia.

Siswa Van Deventerschool/Van Deventer Vereeniging Vor West Java tak hanya warga di sekitar Bandung. Sekolah ini menampung murid-murid dari seluruh Hindia Belanda. Murid-muridnya pun tak terbatas pada kalangan bangsawan saja. Selama dua puluh tahun sekolah itu telah mencetak guru-guru putri.

Sekolah itu ditutup saat Jepang mulai masuk ke Indonesia pada 1942. Sekolah berubah menjadi markas tentaras. Adapun murid-muridnya diungsikan ke Sekolah Guru Putri Yogyakarta. Van Deventerschool harus pindah ke Belanda.

Dalam perjalanan sejarahnya ini bangunan ini pernah digunakan ITB (Institut Teknologi Bandung) dan STO (Sekolah Tinggi Olahraga). Pada 1952, perwakilan dari Belanda menyerahkan Van Deventerschool, termasuk semua kekayaan, bangunan sekolah dan tanahnya kepada sejumlah alumni dan tokoh pendidikan di Jawa Barat. Sekolah itu pun berganti nama menjadi Balai Perguruan Putri (BPP) pada 1953. *

Sumber http://www.wisatabdg.com/2014/11/sejarah-balai-perguruan-puti-van.html

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.