Taman Aktif Layaknya Gym Outdoor

LAGI-lagi Bandung punya taman baru. Taman ini menyatu dengan Taman Persib (Taman Supratman) di Jalan Supratman. Tadinya di taman ini hanya ada beberapa lapangan futsal berumput sintetis. Taman ini sekarang dilengkapi sarana untuk kebugaran layaknya di gymasium (gym).

Bagi yang suka fitnes bisa menggunakan alat tersebut secara gratis. Alat yang tersedia di sana di antaranya  cardio, upper body workout, lower body workout, dan core muscle exercise.

Peralatn fitnes di Taman Aktif, Jalan Supratman, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Peralatn fitnes di Taman Aktif, Jalan Supratman, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Taman ini namanya Taman Aktif atau Active Parks. Diresmikan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Minggu, 13 September 2015. Taman ini terwujud berkat kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan pihak ketiga.

Dalam kesempatan peresmian Public Affairs Comunications Director Coca-Cola Indonesia, Titie Sadarini, mengatakan, active park ini untuk memberikan kenyamanan pada masyarakat dalam menjalankan gaya hidup aktif.

“Juga untuk mempromosikan pentingnya gaya hidup sehat yang aktif, khususnya lewat olahraga dan latihan fisik yang cukup,” katanya seperti dikutip Tribun Jabar edisi cetak, Senin (14/9/2015).

Taman Persib sendiri adalah taman yang terdiri dari 4 lapangan sepak bola. Namun ukuran lapangannya hanya  16×26 meter. Siapa pun boleh bermain di sini asal daftar dahulu untuk mendapatkan jadwal yang kosong.

Taman Aktif merupakan pelengkap dari taman-taman sebelumnya yang sejenis. Taman-taman tersebut adalah Taman Gesit di Jalan Dipatiukur dan Taman Fitnes di Jalan Teuku Umar, di belakang Kampus Unpad Dipatiukur.

Di Taman Gesit yang didesain untuk bermain sekaligus olahraga tersedia fasilitas di antaranya tree deck, rope spider, monkey bar, dan incline board. Pengunjung bisa menikmati fasilitas tersebut sepuasnya.

Adapun di Taman Fitnes layaknya tempat fitnes di sini tersedia alat-alat gym, di antaranya Chest Press, Elliptical Trainer, Sit-up Bench, dan Cross Trainer. Alat-alat tersebut bisa digunakan pengunjung sepuasnya dan gratis. *

Fasilitas di Taman Aktif

  • Cardio
  • Upper body workout
  • Lower body workout
  • Core muscle exercise

Cibeunying Park, Sempat Jadi Bursa Taman Hias

TAMAN ini salah satu yang muncul bersama taman-taman yang direvitalisasi di Kota Bandung, seperti Taman Jomblo, Taman Film, Taman Foto, dan yang terakhir Taman Superhero. Sejak Wali Kota Ridwan Kamil mencanangkan program revitalisasi taman, beberapa taman lama yang berubah wajah bermunculan. Taman ini bernama Taman Cibeunying, atau orang lebih senang menyebutnya  Cibeunying Park. Taman ini berada dideretan Taman Lansia, dan Taman Taman Pustaka Bunga, yang memanjang mulai dari Jalan Diponegoro hingga Jalan Bengawan.

Taman ini sudah lama dikenal orang. Bahkan ketika Belanda masih menjajah Indonesia, taman ini sudah ada. Pada zaman itu, taman ini lebih dikenal dengan sebutan Tjibeunjing Plantsoen yang berfungsi sebagai hutan kota.

Taman Cibeunying pernah menjadi bursa tanaman hias pada 1980-an. Saat itu Wali Kotanya masih dijabat oleh Ateng Wahyudi. Taman Cibenying berubah dari sebuah taman menjadi kios-kios tanaman. Fungsi sebagai taman pun menghilang.

Belakangan Taman Cibeunying dibenahi. Di sana tak ada lagi kios-kios penjajak tanaman hias. Taman ini menjadi seperi luas. Rumput yang terhampar di sana menjadi tempat favorit untuk bercengkrama.

Tempet duduk yang tersedia berjejer rapi di pinggir mengelilingi taman itu. Tempat sampah juga terlihat unik. Di bagian lain tulisan besar Cibeunying Park berwarna merah putih menghiasi taman itu.

Di ujung lain taman ini tersedia gazebo yang bisa digunakan berteduh kala cuaca panas menyengat, atau saat hujan mengguyur. Jangan lupa bunga-bunga yang sengaja ditanam di sana menambah kearsian taman tersebut.

Uniknya pengelola taman ini memiliki akun twitter untuk menyebarkan informasi mengenai taman ini melalui akun @CibeunyingPark. Dalam akun tersebut men-tweet ajakan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan tanaman ini. *

Taman Superhero, Ada Superman dan Gatotkaca

INGIN bertemu Batman, Superman, Spiderman, Gatotkaca, atau Gundala Putra Petir? Datang saja ke Kota Bandung. Di kota ini sebentar lagi akan punya taman baru yang diberi nama Taman Superhero. Tapi tentu saja para superheronya bukan betulan melainkan replikan berupa patung.

Taman unik ini berada di Jalan Anggrek tak jauh dari Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau. Taman tersebut luas 600 meter per segi. Dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 200 juta.

Selain patung-patung superhero di taman itu dilengkapi arena permainan anak-anak.   Kemudian lapangan voli, dan akan dilengkapi juga dengan therapis stone, toilet portabel dan fasilitas lainnya.

Pengunjung Taman Superhero Disambut Gatotkaca

Di gerbang taman superhero  para pengunjung akan disambut patung Gatotkaca yang berdiri gagah. Patung Gatotkaca yang berwarna hitam itu menjadi daya tarik warga untuk berkunjung ke taman ini.

Diberitakan Tribun, Senin (18/1/2015),  taman ini belum selesai sepenuhnya. Ada beberapa patung yang belum ditampilkan di taman ini.

“Sebenarnya akan ada lima patung. Patung Superman sedang diperbaiki. Nanti juga ada Gundala Putra Petir. Kita ingin mencampurkan tokoh hero fiksi luar negeri dengan Indonesia. Jadi, supaya tokoh lokalnya tetap ada,” ujar Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetiya seperti dikutip Tribun.

Menurut  Arief kepada Tribun, Pemkot Bandung hanya menata ulang lahan-lahan yang sudah ada untuk dijadikan taman. Menurut Arief, pada tahun 2015 ini pihaknya akan menambah ruang terbuka hijau yang difokuskan kepada taman-taman yang berada di tiap-tiap RW.

Sebelumnya Kota Bandung telah merevitalisasi beberapa taman, seperti Taman Musik di Jalan Belitung, Taman Lansia di Jalan Cilaki, Taman Pasupati di kolong jalan layang Pasupati, dan Taman Foto di Jalan Cempaka. *

Taman Pasupati, Ada Gambar Ayi Beutik di Pilar Pasupati

SATU lagi taman muncul di pemerintahan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Lahan yang tepat berada di bawah jalan layang Pasupari diubah menjadi taman yang bisa dipergunakan oleh warga sekitar. Namanya adalah Taman Pasupati yang terletak di Jalan Tamansari Balubur. Tak jauh dari mal Balubur Town Square.

Taman Pasupati diresmikan pada 4 Januari 2014. Taman di sana tidak seperti taman-taman seperti biasnya. Di lahan di bawah Pasupati terbagi menjadi beberapa tema. Yang pertama Taman Jomblo, kemudian lapangan buat bermain skate board, di bawahnya lagi ada taman film, dan lapangan street soccer.

Sebetulnya lapangan street soccer  dan tempat bermain skate board telah ada sebelum taman ini diresmikan. Yang baru di taman ini adalah Taman Jomblo, dan Taman Film.

Yang pertama terlihat dari Jalan Tamansari adalah Taman Jomblo. Di sini ada puluhan tempat duduk tembok berbentuk kubus. Tempat duduk itu sengaja dibuat untuk muat satu orang saja karena memang taman ini bukan untuk warga yang telah memiliki pasangan. Warna tempat duduknya warna warni dan setiap saat warnanya bisa diganti oleh pengelola taman ini.

Istilah Taman Jomblo dibuat sendiri oleh Ridwan Kamil karena keberadaan tempat duduk di taman tersebut. Taman Jomblo  memiliki luas sekitar 30 X 25 meter.

“Dilarang pacaran di taman Jomblo,” ucap Emil sambil tertawa seperti dikutip Kompas.com, Minggu (4/1/2014).

Di Taman Pasupati Ada Arena Skate Board

Kemudian ada tempat bermain skate board. Di sini para kawula muda bisa menyalurkan hobi skate board-nya. Di pilar-pilar penyanggah jalan layang terdapat lukisan gravity. Salah satunya adalah gambar Ayi Beutik, panglima Viking Persib Fans Club yang meninggal karena sakit.

Lebih ke bawah lagi ada taman film. Di sini terhampar rumput sintetis, dan tangga untuk menonton film di layar teknologi videotron raksasa berukuran 4×8 meter. Telinga penonton juga bakal dimanjakan oleh sound sistem berkualitas jempol dengan kekuatan daya listrik 33.000 watt.

Taman  film ini memiliki luas 1.300 meter persegi dan berkapasitas 500 orang penonton.

Masih ke bawah lagi ada lapangan street soccer.  Lapangan ini sering digunakan untuk berlatih tim Rumah Cemara sebelum berlaga di Homeless World Cup.*

Alun-alun Bandung, Rumput Sintetis Telah Membentang

KERJA Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dapat pujian. Setelah meresmikan kembali Alun-alun Bandung, semua orang berdecak kagum. Warga menganggap Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, telah berhasil mengembalikan fungsi alun-alun sebenarnya.

Dalam Wikipedia, alun-alun disebutkan sebagai lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam. Beberapa hari, setelah peresmian pada 31 Desember 2015, fungsinya mulai terlihat. Warga kini secara bebas menikmati Alun-alun Kota Bandung.

Rumput sintetis yang terhampar di lahan 4.800 meter per segi itu kini menjadi tujuan favorit warga Kota Bandung. Mereka membawa keluarganya sekadar menikmati rumput buatan tersebut. Mereka tidak peduli meski harus membuka alas kaki jika ingin menginjak rumput sintetis.

Keseluruhan luas Alun-alun sebetulnya 1,2 hektare, namun hanya 4.800 meter per segi yang berumput sintetis. Lahan lainnya diisi  pot bunga, taman,  tempat bermain, tempat berjalan, dan tempat duduk. Kursi tempat duduk dipasang di trotoar yang mengeliling Alun-alun.

Trotoarnya terbuat dari granit alam dilengkapi tong sampah tak jauh dari kursi.  Di Alun-alun  Jalan Asia Afrika dibangun selter angkutan umum  yang diklaim terpanjang di dunia. Di selter itu ada tulisan besar, “Taman Alun-alun Bandung”.

Peresmian Alun-alun Bandung Disambut Antusias

Saat persemian disambut antusias oleh warga. Ribuan orang tumplek di alun-alun menikmati suasana baru. Pada peresmian itu  Emil secara simbolik melepas  balon gas ke udara.

“Taman istimewa ini salah satu persembahan untuk warga. Silakan gunakan. Jaga etika dan jaga kebersihan,” ucap Emil dalam sambutannya.  Emil juga meminta kepada warga untuk menjaga aset berharga tersebut.

Alasan menggunakan rumpur sintetis, kata Emil karena  taman seluas 1.2000 meter persegi itu berdiri di atap sebuah bangunan parkir yang terbuat dari  beton, tidak memungkinkan untuk menanam rumput asli.

Alun-alun Bandung telah menjadi tempat favorit warga Kota Bandung. Mereka beramai-ramain memanfaat rumput sintetis untuk bermain, duduk dan bercengkrama. Mereka rela membuka sandal atau sepatu agar rumput itu tetap bersih. *

*