Categories
Kuliner

Sate Taichan Juga Banyak Penjualnya di Bandung

SATE Taichan sempat membuat heboh penikmat kuliner. Penganan ini berawal dari pedagang kaki lima Senayan. Sate ayam yang dibakar tanpa kecap dan bumbu kacang terus menyebar hingga ke luar Jakarta.

Di KompasTrvel dijelaskan bahwa pelopor penjual sate ini adalah Amir. Amir pedagang sate taichan di daerah Senayan, mengklaim hidangan sate taichan resepnya ditemukan oleh pembeli satenya yang berasal dari Jepang.

Penjual sate taichan di Kota Bandung pun menjamur. Penjual menjajakannya ada yang di tenda, kedai, dan tempat lainnya. Mereka pun berpromosi lewat sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan aplikasi lainnya.

sate taichan
Sate Taichan di Cikapundung, Bandung. | Foto https://www.instagram.com/satetaichanbandung/

Penjual sate ini di Bandung, satu di antaranya adalah Warunk Segood. Di sini penggemar sate bisa memilih 13 varian yakni ayam, kulit ayam, ati ampela, kikil, usus, jamur tiram, bakso ikan, crab stick, bakso salmon, rolade, dan telur puyuh, sayap ayam, dan sayap ayam spesial.

Warunk Segood yang berada di Jalan Cihampelas No 103 ini menyediakan beragam sambal, seperti sambal, sambal kemiri, tomat, matah, sambal kecap, dan sambal bangkok ijo. Sambal-sambal tersebut cocok dengan sate yang telah disediakan pengelola warung tersebut.

Sate Taichan di  Buahbatu

Sate taichan DSHP ada di Jalan Sultan Agung No 27. Seporsi sate di sini lengkap dengan potongan lontong. Siraman kuah sambal pedas menjadi ciri khas penyajian sate di sini. Bagi yang tidak suka pedas, jangan coba mencicipi sambal yang sangat pedas karena di sini disediakan sambal yang tidak pedas.

Di kawasan Buahbatu, penjual sate ini ada di Jalan Buahbatu No. 161. Gerainya menempati bagian gedung Lantai 3 di Viersa Building. Gedung ini berada dekat McDonald. Kawasan ini semakin ramai setelah hadirnya waralaba burger dari Amerika tersebut. Kedai sate ini buka pukul 12:00 – 23:00.

Kedai lainnya ada di Jalan Bengawan No. 62. Kemudian di Dipa Junction, Jalan Ir H Juanda, Dago,  di Kantin Asrama Putra, Jalan Telekomunikasi No. 01,  Dayeuhkolot, Bandung, dan tempat lainnya. *

Categories
Gedung

Menuju ke Menara Gedung Sate Gunakan Tangga Kayu

Gedung Sate mulai digunakan sebagai kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat pada 1980. Pindah dari Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga. Saat itu yang menjadi gubernurnya adalah Aang Kunaefi.

Gubernur Jabar sekarang adalah Ahmad Heryawan. Heryawan bekerja di II. Di lantai ini juga Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berkantor.

Di bagian timur dan barat terdapat dua ruang besar yang mirip  ruang dansa (ball room) yang sering terdapat pada bangunan masyarakat Eropa.

Orang Gedung Sate menyebutnya gedung aula barat dan aula timur. Biasanya dipergunakan untun acara resmi gubernur.

Di sekeliling kedua aula terdapat ruangan-ruangan yang ditempati beberapa Biro dengan Stafnya.

Di lantai paling atas terdapat menara Gedung Sate. Untuk menuju ke sana harus menggunakan lift atau  tangga kayu. Di lantai paling atas terdapat menara Gedung Sate. Untuk menuju ke sana harus menggunakan lift atau  tangga kayu. Dari sana bisa terlihat Lapangan Gasibu, dan Monumen Perjuangan. *

Di bagian timur dan barat terdapat dua ruang besar yang mirip  ruang dansa (ball room) yang sering terdapat pada bangunan masyarakat Eropa.

Sumber: id.m.wikipedia.org/wiki/Gedung_Sate

Categories
Gedung

Gedung Sate Bandung, Arsiteknya Ir. J. Gerber

Mengapa  Gedung Sate Bandung sangat tersohor? Yang pasti karena arsitekturnya yang menawan. Gedung ini merupakan  karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya. Serta masukan  dari maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage. Gedung Sate berdiri dengan   bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara.

Disebutkan dalam laman  disparbud.jabarprov.go.id  Gedung Sate dipengaruhi ornamen Hindu dan Islam.  Menurut laman tersebut pada dinding fasad depan terdapat ornamen berciri tradisional, seperti bangunan candi Hindu, sedangkan di tengah-tengah bangunan induk Gedung Sate, terdapat menara dengan atap susun (tumpang) seperti Meru di Bali atau atap Pagoda.

Bentuk bangunan ini menjadi unik bentuknya sebagai perpaduan gaya arsitektur timur dan barat. Gaya seni bangunan yang memadukan langgam arsitektur tradisional Indonesia dengan kemahiran teknik konstruksi barat disebut Indo-Eropeesche architectuur Stijl (gaya arsitektur Indo-Eropa).

Pada puncak Gedung Sate terdapat enam tusuk sate yang menyimbulkan enam juta Gulden yang dihabiskan sebagai biaya pembangunannya.  Ornamen inilah yang membuat Gedung Sate menjadi terkenal.

Gedung Sate Bandung Hasil Eksperiman

Menurut Cor Pashier dan Jan Wittenberg dua arsitek Belanda,  “langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa.” Pernyataan mereka ini dikutip wikipedia.

D. Ruhl dalam bukunya Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952, juga menyebut Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia.

Bahkan seperti dikutip wikipedia,  Ir. H.P.Berlage, sewaktu kunjungan ke Gedung Sate April 1923, menyatakan, “Gedung Sate adalah suatu karya arsitektur besar, yang berhasil memadukan langgam timur dan barat secara harmonis”. *

Categories
Gedung

Gedung Sate, Konon Modal Membangun Sebesar 6 Gulden

Salah satu ikon Kota Bandung adalah Gedung Sate. Gedung buatan orang Belanda ini terletak di Jalan Diponegoro. Dibangun pada 1920, gedung yang memiliki ciri khas tusuk sate pada menara sentralnya ini sekarang digunakan sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.

Bila dihitung ornamen berbenruk jambu air ini jumlahnya ada enam. Jumlah tersebut konon simbol modal awal pembangunan pusat pemerintahan sebesar 6 juta gulden. Dengan modal awal itu, dapat terselesaikan bangunan utama gedung ini, Kantor Pusat Pos Telegraf dan Telepon (PTT), Laboratorium dan, Museum Geologi serta Dinas Tenaga Air dan Listrik.

Gedung ini  berdiri di atas lahan seluas 27.990,859 m², luas bangunan 10.877,734 m² terdiri dari Basement 3.039,264 m², Lantai I 4.062,553 m², teras lantai I 212,976 m², Lantai II 3.023,796 m², teras lantai II 212.976 m², menara 121 m² dan teras menara 205,169 m².

Pada 1977 gedung baru dibangun dekat Gedung Sate oleh Ir. Sudibyo. Gedung yang arsitekturnya sedikit mengambil gaya arsitektur gedung sate  diperuntukkan bagi anggota DPRD Jabar. *

Bahan tulisan Gedung Sate  diambil dari

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Gedung_Sate