Categories
Belanja

Perajin Masker Kain di Arjasari, Sempat Banjir Orderan

TAK banyak yang tahu di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, terdapat sentra perajin masker kain. Tepatnya berada di Perumahan Kota Baru Arjasari (KBA).

Kawasan tersebut semakin banyak dikenal ketika pandemi virus korona mulai menyerang. Banyak permintaan masker ke perajin Arjasari, jumlahnya bisa ribuan lusin.

Rudiawa (47) merupakan salah satu pelopor usaha masker di Arjasari. Dia mulai menjalankan usaha ini sejak 2005. Dia bersama istrinya merintis pembuatan masker kain ini.

Rudi tadinya bekerja di distributor alat kesehatan (alkes). Dia sering menerima pesanan alkes yang terbuat dari bahan kain. Tapi, katanya, perusahaan alkes yang didatanginya tak bisa memenuhi pesanan tersebut.

“Setiap hari saya banyak bertemu bos-bos alkes. Banyak yang meminta alkes yang sifatnya dari bahan kain. Terus saya minta ke kantor bos saya tapi ga bisa nyediain,” kata Rudi dikutip dari Tribunjabar.id.

Rudi pun berpikir untuk memenuhi pesnana tersebut. Dia bersama istrinya yang memiliki keahlian menjahit merintis usaha tersebut.

“Alhamdulillah kebetulan istri saya dasarnya menjahit,” kata Rudi.

Lambat laun usaha Rudi berkembang dan banyak warga di sana mengikuti jejaknya.

Usup Poniman satu di antaranya. Menurutnya, salah satu yang mengawali KBA menjadi banyak perajin masker adalah Rudiawa.

Perajin Masker Kain Ada Sejak 2005

Menurut Rudi, tidak merasa tersaingi dengan kehadiran produsen yang baru. Rezeki, katanya, sudah ada yang mengatur.

“Alhamdulillah, kalau saya memang dari dulu seperti ini, jadi banyak yang mengikuti juga insya Allah produksi jalan terus,” katanya.

Produsen masker kain di Arjasari, Kabupaten Bandung sempat mendapat permintaan masker di atas normal, hingga 1.2000 lusin per hari.

Permintaan itu terjadi saat masyarakat membutuhkannya untuk menghambat penularan virus korona.

Rudi misalnya. Dia pernah tak bisa memenuhi permintaan yang mencapai 1.200 per lusin. Menurutnya peningkatan order dirasakan sejak Februari. Rata-rata per hari, katanya, orderan bisa mencapai 1.000-1.200 lusin.

Namun penurunan order mulai dirasakan Rudi karena banyak pengusaha konfeksi yang mendadak membuat masker.

Selain itu, penjualan yang marak dan pembagian masker gratis ikut berdampak pada permintaan masker ke perajin di Arjasari.