Categories
Taman

Ajakan Menjaga Kebersihan Lingkungan di Taman Sungai Cikapayang

ADA yang menarik di Taman Sungai Cikapayang, Kota Bandung. Selain ada sungai yang bersih, bunga-bunga yang indah, kursi yang terpasang di sana, dan trotoar yang terbuat dari batu andesit, sebuah plang yang berisi ajakan untuk membuang sampah tidak sembarangan tak luput dari perhatian warga. Mengajak warga untuk  menjaga kebersihan lingkungan.

Plang yang berbentuk persegi panjang ini bertuliskan kombinasi Bahasa Indonesia dan Sunda. Plang itu berwarna abu-abu dan biru. Di plang tersebut bertuliskan “Kamu Nyampah Bandung Caah”. Artinya kira-kira begini, “Kamu membuang sampah Bandung bakal banjir”.

Sepasang plang yang disangga tiang besi ini berejejer di tepi anak Sungai Cikapayang yang mengalir mulai persimpangan Jalan Aceh-Jalan Merdeka hingga Jalan Perintis Kemerdekaan dekat Taman Vanda.¬† Bunyi pesan yang ditulis di plang itu berbeda, tetapi sama mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain “Kamu Nyampah Bandung Caah” juga ada pesan yang berbunyi “Kamu Nyampah Nu Lain Susah”, artinya kamu buang sampah yang lain ikut susah.

Menjaga Kebersihan Lingkungan
Ajakan mengjaga kebersihan lingkungan di Taman Suangai Ciakpayang. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Selain plang berisi tulisan mengajak warga untuk tidak membuang sembarangan, di taman tersebut ada 4 plang kecil berjejer berwarna abu-abu yang tulisannya mengampanyekan untuk tetap menjaga sungai-sungai di Kota Bandung yang sebagian besar telah tercemar.

Bunyi pesan di setiap plang berbeda-beda, yakni “Bahaya sungai yang kotor, tumbuhnya mikroorganisme bahaya yang berasal pembusukan sampah”, ” “Bahaya sungai yang kotor, air yang beracun sehingga berbahaya untuk di konsumsi dan untuk di daur ulang”, ” “Bahaya sungai yang kotor, kesulitan untuk memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari”, dan “Bahaya sungai yang kotor, terganggunya keseimbangan ekosistem didalam air yang bisa berbahaya bagi kehidupan manusia”.

Usaha Mengajak Menjaga Kebersihan Lingkungan Harus Diapresiasi

Usaha yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung ini patut diapresiasi. Deretan plang ajakan ini indah terlihat dan mudah dibaca, namun ada kesalahan dalam penulisan seperti dalam tulisan di konsumsi dan di daur ulang, yang seharusnya disambung karena di di sini bukan kata tunjuk. Sebaliknya di kata didalam seharusnya di dipisah karena merupakan kata tunjuk.

Sungai Cikapayang di Jalan Merdeka ini merupakan proyek pertama yang menggunakan filter air. Air di sini terlihat jernih. Proyek ini jika berhasil akan diterapkan di sungai-sungai lainnya di Kota Bandung. Filter yang membuat jernih air di sungai ini dipasang di Jalan Aceh.

Taman Sungai Cikapayang tak jauh dari Taman Vanda yang telah terlebih dahulu direvitalisasi. Taman ini terhubung dengan Taman Dewi Sartika. Warga bisa menggunakan jembatan untuk ke taman tersebut. Di dekat sini warga juga bisa menikmati Taman Balai Kota. *

Categories
Taman

Taman Sungai Cikapayang, Taman di Kawasan Jalan Merdeka

SATU lagi tempat nongkrong di Kota Bandung. Namanya Taman Sungai Cikapayang. Sungai ini dekat Taman Dewi Sartika di tepi Jalan Merdeka. Sebelum Taman Vanda. Tak jauh dari Kompleks Kantor Pemerintahan Kota Bandung, atau biasa disebut Balai Kota.

Restorasi Sungai Cikapayang ini menelan biaya Rp 5,2 miliar. Ruang publik ini luasnya mencapai 200 meter persegi. Pengerjaannya berhasil dituntaskan dalam dalam waktu 45 hari kerja.

Taman Sungai Cikapayang
Warga sedang duduk di kursi yang tersedia di Taman Sungai Cikapundung, Jalan Merdeka, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Di ruang publik ini terdapat taman bunga, kursi duduk, dan aksesori batu-batuan cocok untuk berselfie ria. Untuk akses ke taman tersedia jembatan. Dilengkapi juga trotoar batu berpola, andesit dan jalur khusus untuk penyandang disabilitas.

Air yang mengalir di Sungai Cikapayang yang biasanya kotor kini jernih karena airnya sebelum masuk ke sini difilter dulu di Jalan Aceh. Filternya menggunakan mesin pengolah air single chemical.

Jumat (1/1) siang, banyak warga yang mendatangi taman tersebut. Mereka berselfie di kursi yang disediakan dengan latar belakang bunga-bunga di taman tersebut. Gemericik air di sungai karena saa itu gerimis terdengar sayup-sayup berlomba dengan suara deru kedaraan di jalan Merdeka

Taman Vanda yang berada di seberang taman itu juga banyak dikunjungi warga. Mereka memanfaatkan libur tahun baru untuk berfoto selfie dan berkencan dengan teman, sahabat, atau sanak saudara. Sayang di kawasan tersebut minim tempat parkir sehingga sepeda motor parkir di bahu jalan dekat Taman Vanda.

Kawasan Balai Kota semakin indah setelah direvitalisasi taman yang ada di sana. Taman yang kini lebih dikenal dengan sebutan Taman Cinta karena ada media untuk menempelkan gembok sebagai simbol ikatan cinta semakin banyak dikunjungi orang.

Beberapa ornamen yang telah ada di sana dibiarkan berdiri, seperti patung badak putih, patung setengah badan Ibu Dewi Sartika, patung dua merpati, dan yang masih berdiri di sana. Kemudian gazebo yang masih tetap ada di tengah-tengah taman tersebut. Taman ini lambat laun menjadi ikon Kota Bandung selain Taman Alun-alun Bandung. *

Taman Sungai Cikapayang

  • Restorasi Sungai Cikapayang menelan biaya Rp 5,2 miliar
  • Luasnya mencapai 200 meter persegi
  • Pengerjaannya berhasil dituntaskan dalam dalam waktu 45 hari kerja
  • Lokasinya di Jalan Merdeka
  • Tak jauh dari Taman Vanda