The Centrum, Kolam Renang Karya Schoemaker di Jalan Belitung

DULU, tahun 1980-an kolam renang ini  sering digunakan oleh siswa yang belajar berenang. Tidak hanya siswa SMA yang berada di dekatnya tetapi juga SMA-SMA yang cukup jauh jaraknya dari kolam renang tersebut. Nama kolam renang tersebut adalah Kolam Renang Tirta Merta atau orang Bandung lebih senang menyebutnya Sentrum (Centrum). Kolam renang ini berada di Jalan Belitung No. 10 tak jauh dari bangunan SMAN 3 dan SMAN 5.

The Centrum: Dine-Wedding-Event, Jalan Belitung, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
The Centrum: Dine-Wedding-Event, Jalan Belitung, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Kolam renang yang didirikan pada 1920-an ini sempat jadi favorit orang-orang kulit putih atau  Belanda.  Saat itu pribumi tidak boleh berenang di kolam renang yang dirancang oleh arsitek ternama C.P. Wolff Schoemaker. Bangunan ini berkonsep modern tropis Indonesia.

Bangunan Centrum sebesar 1.150 m2 yang  menempati areal tanah seluas 3200 m2 dipindahkan kepemilikannya dari orang Belanda kepada warga negara Indonesia, R. Tjandraprawira pada  1948. Saat itu orang Belanda beraangsur sudah meninggalkan Indonesia.

Meski telah berpindah tangan, kolam renang itu tidak lantas dibuka untuk umum.  Baru pada 1960-an masyarakat  Bandung bisa merasakan berenang di kolam itu. Pada 2000,  Centrum direnovasi. Kolamnya diperpanjang menjadi 46 meter dari sebelumnya yang hanya 30 meter. Kolam renang ini memiliki lebar 21 meter dan kedalaman mencapai 3 meter.

Pada 23 September 2011, Kagum Group yang menjadi pengelola kolam tersebut meresmikan The Centrum. The Centrum adalah dine-wedding-event. Tempatnya berbentuk sebuah kapal pesiar di tempat kolam renang bersejarah tersebut.

Bagian dalam bangunan itu bisa menampung 1.000 orang. Bangunannya seperti dek. Adapun dek-dek di bagian atas dan bawah menjadi ruang untuk pertemuan, tempat bersantap, dan meeting.

Di bagian bawah kolam renang yang bersejarah tetap dipertahankan. Namun, sekarang dilengkapi panggung dan taman. Berbagai acara seperti pernikahan, berbagai acara resmi, dan gathering bisa digelar di sana. Serta beragam menu antara lain menu Indonesia, Chinese, dan Western yang diolah oleh chef berpengalaman juga tersedia. *

The Centrum: Dine-Wedding-Event

Di Jalan Belitung No. 10
Web:  http://centrumbandung.com/about-us.html

Bahan tulisan dari  http://centrumbandung.com/about-us.html

Taman Musik Bandung, Siapa pun Bisa Konser di Sini

TAMAN ini sebetulnya bukan taman yang sengaja dibuat. Taman ini sudah ada sebelum Pemkot Bandung memberi nama taman ini menjadi Taman Musik Bandung. Taman ini sudah sejak dulu dijadikan tempat nongkrong kaum muda di Kota Bandung.

Bedanya  ketika taman ini diresmikan pada 1 Maret 2014 ada tulisan Taman Musik Centrum di salah satu bagian area taman itu. Abjad besar-besar itu berwana merah dan putih berjajar rapi menghadap ke  The Centrum yang dulunya kolam renang yang bernama Tirta Merta. Di sini juga sekarang tersedia panggung, patung, dan wifi gratis.

Taman Musik Bandung
Taman Musik Centrum di Jalan Belitung, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Ramai sekali ketika peresmian taman tersebut  pada Sabtu (1/3/2014). Pemusik terkenal seperti Java Jive, Pure Saturday, the Milo, the Panas Dalam, Saung Angklung Udjo dan lain-lain ikut meramaikannya. Ratusan warga Bandung tumlpek ke taman yang berada di Jalan Belitung, Kecamatan Sumur Bandung, ini.

“Namanya Taman Musik Centrum, jadi acaranya dibuka dengan live musik,” kata Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Arief Prasteya di sela-sela peresmian, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (1/3/2014).

Taman ini dekat dengan   SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung. Kebanyakan siswa SMA tersebut yang nongkorong di sana. Pohon yang rimbun, dan tangga untuk penonton membuat betah untuk menongkrong.

Gelar Acara di Taman Musik Bandung Tak Dipungut Biaya

Bagi yang ingin memanfaatkannya untuk  menggelar acara di taman tersebut tinggal  mengajukan izin ke kantor Dinas Permakaman dan Pertamanan Kota Bandung, di Jalan Seram nomor 2. Perizinan itu harus dilakukan agar acara tidak bentrok. Jika acaranya skala besar pemohon harus mengurus izin keramaian ke polisi. Syarat lainnya pertunjukan musik tidak boleh lebih dari pukul 24.00.

Pengguna taman tersebut meski harus mengurus izin dipastikan tidak dikenakan biaya alias gratis. Begitu juga pengunjung ke taman ini. Taman ini dirancang untuk ruang khusus untuk pemusik di Kota Bandung.

Sebanyak 406 taman yang ada di Bandung sekarang tengah dalam proses revitalisasi, 40 di antaranya akan diubah menjadi taman tematik, salah satunya Taman Musik.

Arief mengatakan  anggatan untuk  revitalisasi taman  sebesar Rp 5 miliar. Anggaran tersebut disediakan  dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Bandung dan sebagian dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan di Bandung. *