Sarapan  Enak di Bandung Bisa Diperoleh di Kedai Lie Tjay Tat

Mau sarapan enak di Bandung? Di kawasan GOR Pajajaran ada kedai yang menjanjikan sarapan enal, namanya Kedai Lie Tjay Tat. Kedai ini berada di belakanga GOR yang kerap digunakan atlet-atlet nasional untuk berlaga.

Menu apa saja yang bisa diperoleh saat sarapan enak di Bandung  di Kedai Lie Tjay Tat? Yang paling banyak disantap adalah cakue. Cakue di sini cocok untuk sarapan. Ukurannya tidak biasa, melainkan lebih besar ketimbang cakue yang biasa diperoleh dipedagang cakue lain di Bandung.

Yang sarapan cakue di sini tidak bisa memilih rasa, karena di sini hanya ada satu rasa, yakni cakue asin. Namun untuk memperlezat makanan khas Tionghoa ini, pengelola kedai menyediakan saus khas Kedai Lie Tjay Tat. Sausnya ada dua macam yakni saus nanas dan saus tomat.

Saus nanas lebih cair ketimbang tomat. Namun jangan ragu untuk meminta kedua saus tersebut untuk cakue yang dibeli. Pengelola kedai ini akan menyediakannya dalam bungkus terpisah. Perpaduan rasa gurih dan renyah cakue dengan saus merupakan sajian istimewa dari kedai ini.

sarapan enak di Bandung
Kedai Lie Tjay Tat, tempat sarapan enak di Bandung. | Foto serbabandung.com

Kedai Lie Tjay Tat sudah ada sejak 1934. Beradasarkan blog kuliner yang beredar, kedai ini dulunya buka di Pasar Baru. Kedai ini, dulunya sudah menjadi tempat sarapan warga Tionghoa yang berada di sekitar sana.

Menu Sarapan Enak di Bandung Lainnya

Selain cakue, di Kedai Lie Tjay Tat tersedia bubur kacang tanah menu khas sarapan warga Tionghoa. Asal usul bubur ini, dulunya dibawa orang Hokkian atau orang Hoklo ke Indonesia. Di wikipedia disebutkan, mereka adalah penduduk dari provinsi Fujian bagian selatan di Republik Rakyat Tiongkok.

Banyak orang Hokkian menjadi perantau dan tinggal di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara. Di Indonesia mereka merupakan salah satu kelompok terbesar salain Tiochiu, Konghu dan Hakka.

Bubur Hokkian cocok bila dimakan dengan cakue. Rasanya manis, dan kacangnya lembut. Mantapnya disantap sangat lagi hangat. Warnanya putih kecokleatan. Biasanya disajikan di mangkuk kecil.

Cakue dan bubur kacang tanah juga bisa diperoleh di Toko Osin. Di Jalan Babatan No 64a. Sama dengan Kedai Lie Tjay Tat di GOR Pajajaran, bukanya mulai pukul 05.00-11.00. Namun seringnya menu sarapan itu telah habis sebelum pukul 11.00. Jadi jangan terlalu siang untuk ke sana. *

Toko Osin, Menyediakan Menu Sarapan Ala Tionghoa

PASAR Baru yang merupakan jalur China Town di Kota Bandung menyimpan budaya Tionghoa yang sampai sekarang masih  terasa. Tengok saja bangunan yang ada di belakang pasar tersebut. Bangunan bergaya Tiongkok masih banyak yang dipertahankan. Tak hanya bangunan, kuliner Tiongkok pun masih mewarnai masih banyak yang tersaji, atau telah pindah ke tempat lain. Salah satu yang terkenal dan banyak dicari orang adalah  Toko Osin. Toko ini berada di Jalan Babatan No 64a. Toko ini sudah  ada sejak tahun 1920.

Proses pembuatan cakue di Toko cakue Osin di Jalan Babatan Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Proses pembuatan cakue di Toko Osin di Jalan Babatan Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Makanan khas Tiongkok menjadi menu di toko ini. Menu tersebut antara lain cakue, bakpia, kompia, kompia isi, bubur ayam, bubur kacang, pangsit kuah, kue tambang, dan kue cinsoko. Harganya juga bervariasi antara menu satu dan menu yang lainnya.

Yang unik di toko ini adalah menu bubur kacangnya. Kacangnya  adalah  kacang tanah, bukan kacang hijau seperti biasanya. Kacang yang dikupas bersih tersebut direbus hingga empuk. Bubur yang terasa manis disebut bubur kacamg Hokkian.

Bubur tersebut dibawa orang  Hokkian atau orang Hoklo ke Indonesia. Di wikipedia disebutkan, mereka adalah penduduk dari provinsi Fujian bagian selatan di Republik Rakyat Tiongkok. Banyak orang Hokkian menjadi perantau dan tinggal di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara. Di Indonesia mereka merupakan salah satu kelompok terbesar salain Tiochiu, Konghu dan Hakka.

Bubur Hokkian cocok bila dimakan dengan cakue.  Cakue adalah makanan asal Tiongkok. Cahkwe (cakue) adalah dialek Hokkian yang berarti hantu yang digoreng.

Cakue terbuat dari tepung terigu, ragi, soda, ammonium bicarbonat dan garam.  Adonan tersebut dicampur. Tunggu adonan itu sampai mengembang. Lalu dibentuk seperti tongkat  yang ukurannya tergantung selera. Tapi biasanya ukurannya  15-20 cm. Adonan yang sudah dibentuk dilekatkan pada adonan yang lain.

Cakue di Toko Osin bukan cakue biasa. Ukurannya tidak lazim, super jumbo. Cakue di sini terasa lezat untuk melengkapi bubur kacang tanah, atau bubur ayam yang dijual di sana. Yummy….! Mau coba? *

Menu Cakue Toko Osin

  • Cakue
  • Bakpia
  • Kompia
  • Kompia isi
  • Bubur ayam
  • Bubur kacang
  • Pangsit kuah
  • Kue tambang
  • Kue cinsoko