Sanghyang Tikoro, Tempat Geowisata di Kawasan Saguling

Sanghyang Tikoro tadinya bukan sebuah tempat wisata. Namun lokasinya yang indah dan bisa menjadi tempat untuk mengenal sejarah bumi, tempat ini menjadi banyak dikunjungi. Tempat itu kini menjadi tempat untuk geowisata.

Sanghyang Tikoro adalah sebuah gua tempat mengalirnya arus dari Sungai Citarum. Di dalam perut gua tersebut terdapat sungai di bawah tanah. Air yang mengalir di sungai ini sampai sekarang masih menjadi pertanyaan besar ke mana mengalirnya.

Gua ini disebut-sebut tadinya bendungan danau yang sempat menenggelamkan dataran Bandung sekarang. Bandung pada ratusan ribu tahun yang lalu adalah sebuah danau yang membentang dari Cicalengka (timur) hingga Ramandala (barat) dan Dago (utara) hingga Majalaya dan Banjaran (selatan).

sanghyang tikoro
Sanghyang Tikoro. | Foto http://tempatwisatadibandung.info

Danau itu kemudian bobol. Dan banyak yang percaya bobolnya danau Bandung purba mengalirnya ke Sanghyang Tikoro. Geolog berkebangsaan belanda Reinout Willem van Bemmelen mempercayai itu. Pria yang lahir 14 April 1904 di Batavia (Jakarta sekarang) ini berpendapat ada kesamaan urutan proses geologi di Bandung dengan legenda cerita rakyat Sangkuriang yang mengisahkan terbentuknya Gunung Tangkubanparahu dan Danau Bandung.

Namun dalam catatan perjalanan T. Bachtiar dan Dewi Syafriani dalam buku “Bandung Purba Panduan Wisata Bumi” menyebut bahwa Sanghyang Tikoro bukan yang membendung dan tempat bobolnya danau purba. Di halaman 209 hingga 217 diungkapkan bebarapa alasan terkait pendapatnya tersebut. Satu di antaranya adalah soal ketinggian bibir gua dan danau tersebut.

Jika tertarik untuk berkunjung ke sana, setelah keluar dari jalan tol Padaleunyi ikuti arah yang ke Cianjur. Cari jalan yang ada gerbang ke Waduk Saguling. Kalau dari arah Bandung berada di sebelah kiri. Belok ke jalan tersebut. Sekitar satu kilo meter dari sana akan menemukan papan bertuliskan Power House. Dari sana ikuti arah kanan untuk menemukan bangunan besar pembangkit listrik Power House. Sanghyang tikoro tepat berada di sebelah Power House.

Tempat Wisata yang Dekat Sanghyang Tikoro

Di kawasan Waduk Saguling Rajamandala tidak hanya ada Sanghyang Tikoro yang sering dikunjungi wisatawan. Ada beberapa tempat menarik lainnya yang sekarang menjadi tujuan para pelancong. Sanghyang Heuleut misalnya. Di sini para pelancong bisa berenang di antara batu-batu besar yang mengelilingi kawasan mirip danau ini.

Tempat lainnya adalah Sanghyang Poek. Gua-gua di sini menyimpan sejarah karena merupakan merupakan gua purbakala. Sesuai namanya poek (Bahasa Sunda) berarti gelap dalam Bahasa Indonesia, pengunjung yang ke sana harus menyiapkan penerangan seperti senter. Di sini bisa dijumpai batu-batu besar yang biasanya berada di pesisir pantai.

Ada juga tempat yang bernama Sanghiang Kenit. Temat ini mirip dengan Sanghiang Poek. Hanya saja sungainya dalam. Pelancong harus menyiapkan perlengkapan lengkap seperti perahu karet untuk mengarungi sungai tersebut. *

Dunia Lain, Wahana Menyeramkan di Trans Studio Bandung

WAHANA yang menyeramkan di Trans Studio Bandung adalah Dunia Lain. Berada di zona Magic Corener, wahana ini mengadaptasi acara televisi yang pernah sukses yakni Dunia Lain. Acara yang tayang di Trans TV ini sempat menjadi favorit karena menayangkan misteri hantu dan makhkluk lainnya.

Wahana Dunia Lain pun konsepnya seperti itu. Di sini pengunjung di bawa ke “alam” dimensi lain yang penuh dengan makhluk menyeramkan, seperti kuntilanak, tuyul, pocong, dedemit, dan lain sebagainya.

Keseraman di Wahana Dunia Lain mulai terasa di pintu masuk. Seorang laki-laki yang berjubah bertutup kepala mempersilakan pengunjung untuk masuk tanpa ekspresi dan tanpa berbicara sepatah kata pun. Hanya tangannya yang memberikan tanda kepada pengunjung untuk segera memasuki wahana tersebut.

Dunia Lain
Zona Magic Corner di Trans Studio Bandung, tempat wahana Dunia Lain berada. | Foto serbabandung.com

Tak jarang pengunjung Trans Studio Bandung yang hendak mencoba menguji nyalinya di tengah keseraman bermacam-macam hantu itu balik lagi. Mereka membatalkan niatnya karena merasa takut untuk masuk ke wahana tersebut.

Di pintu masuk, seorang pria berpakaian sama menyambut pengunjung. Petugas ini mempersilakan pengunjung untuk berfoto dulu. Sebelum memasuki sesi menyeramkan petugas itu memfoto pengunjung di sebuah studio kecil.

Selanjutnya petugas lainnya, kali ini seorang perempuan berpakaian sama mempersilakan pengunjung untuk menaiki kereta yang muat untuk empat orang. Petugas itu wanti-wanti untuk tidak memotret menggunakan lampu kilat di dalam sana. Kereta pun meluncur. Suara menyeramkan mulai terdengar bersahutan. Ringkik kuntilanak menyambut kereta pengunjung di wahana menyeramkan itu.

Remang-remang di Wahana Dunia Lain

Lebih masuk ke dalam suasa remang-remang yang di samping kiri kanan terdapat makhluk-makhluk lain bergerak menggoda para pengunjung. Suara menyeramkan yang bersahutan semakin menyeramkan tempat tersebut. Apalagi ketika ada sebuah benda berkelebat di samping.

Kereta terus meluncur pelan. Suasana menyeramkan semakin terasa ketika berada di tengah-tengah wahana ini. Sebuah ambulans yang dekat dengan rel kereta tiba-tiba pintu belakangnya terbuka dan sesosok mayat berbalut perban putih berdarah meluncur keluar dari pintu.

Suasana menyeramkan terus berlangsung. Dan perasaan plong pun terasa setelah kereta sampai di tujuan akhir. Pengunjung dipersilakan turun dan melihat foto hasil jepretan di awal di sebuah booth yang telah disediakan. Foto tersebut bisa dibeli yang harganya Rp 40.000 per lembarnya. *

Bus Pariwisata Ala Bandung atau Bandros Bisa Disewa untuk Rombongan

BUS Pariwisata ala Bandung atau  Bandung Tour on Bus (Bandros) yang sempat berhenti karena perizinan, sudah beberapa bulan ini kembali menyapa warga Bandung. Transportasi untuk wisata di Bandung ini berubah dari bentuk sebelumnya yang bertingkat menjadi tidak bertingkat dan ada bus yang tanpa atap.

Bus Pariwisata ini sekarang bisa disewa berombongan atau perorangan. Untuk yang sewa berombongan bisa menghubungi Ibu Popi di nomor 089622033971. Peminat bisa menanyakan langsung jadwal yang kosong dan rute perjalanan.

Untuk menyewa bus tersebut, peminat harus membayar Rp 800.000 untuk 20 orang. Rutenya bisa ditentukan oleh penyewa asal masih di kawasan kota Bandung. Lama perjalanan yang bisa dinikmati penyewa adalah selama 8 jam.

“Penyewa bisa menggunakannya ke mana saja. Kalau misalnya mau ke museum kami akan mengantarnya. Pokoknya rutenya masih di kawasan Kota Bandung,” kata Deni, pemandu wisata Bus Bandros di Balai Kota, Sabtu (4/3).

Menurut Deni, Bus Bandros berwarna kuning yang bisa disewa itu dikelola oleh komunitas Masyarakat Peduli Bandung atau biasa disebut Mang Dudung. Bus yang terparkir di Halaman Balai Kota dekat Taman Balai Kota, Sabtu itu, masih menunggu penumpang yang akan menyewanya.

bus pariwisata
Bus Bandros di Taman Balai Kota Bandung. | Foto serbabandung

Banyak warga yang mendatangi Deni merasa kecewa karena belum bisa menikmati bus wisata ala Bandung tersebut. Menurut Deni, bus yang bisa disewa perorangan berada di Taman Cibeunying, Jalan Taman Cibeunying Selatan, Cihapit.

Warga yang kecewa hanya bisa melampiaskannya berfoto di dalam dan di luar bus. Untungnya Deni dan petugas lainnya mempersilakan warga untuk berfoto. “Iya silakan berfoto,” kata Deni kepada seorang ibu dan anaknya yang menenteng gadget.

Cara Menyewa Bus Pariwisata Ala Bandung (Bandros)

  • Peminat bisa menghubungi Ibu Popi di nomor 089622033971
  • Lewat telepon bisa menanyakan langsung jadwal yang kosong dan rute perjalanan.
  • Untuk menyewa bus tersebut, peminat harus membayar Rp 800.000 untuk 20 orang.
  • Rutenya bisa ditentukan oleh penyewa asal masih di kawasan kota Bandung.
  • Lama perjalanan yang bisa dinikmati penyewa selama 8 jam.