Categories
Belanja

Tempat Belanja Murah di Kawasan Pasar Baru Bandung

Di Bandung, banyak tempat belanja murah. Kota ini memang menjanjikan surga bagi yang hobi berbebelanja. Datang ke kota ini disajikan beberapa tempat belanja mulai yang kelasnya memang benar-benar untuk kelas menengah ke atas hingga tempat belanja yang harganya benar-benar relatif terjangkau.

Coba saja datang ke tempat belanja murah di kawasan Pasar Baru. Di sini ada beberapa tempat belanja yang tak harus merogoh kocek terlalu dalam, seperti di Jalan Tamim. Kawasan ini merupakan pusat penjualan kain, terutama bahan denim untuk membuat celana, baju, atau jaket jins.

Pamor tempat belanja murah di  Jalan Tamim memang agak redup setelah bermunculan factory outlet di Bandung. Namun kawasan yang berada di belakang Pasar Baru ini masih banyak didatangi yang membutuhkan kain. Mereka membeli kain harga grosir atau partai kecil.

tempat belanja murah
Tampak depan Pasar Baru Bandung di Jalan Oto Iskandardinata, Bandung. | Foto serbabandung.com

Yang menarik di sini ada penjual kain denim sekaligus menjahitnya. Siapa pun boleh memasan dengan desain yang telah disediakan atau desain sendiri. Bila menjahit di sini pesan bisa jadi relatif cepat daripada menjahit di tempat lain.

Di kawasan ini tempat belanjar murah tentu saja di Pasar Baru. Beragam kain, busana muslim, pakain, kaus, dan bahan sandang lainnya sudah menjadi buruan warga Bandung. Bahkan pelancong dari luar negeri seperti dari Malaysia pun banyak yang datang ke sini.

Selain produk fasion, di lantai dasar bagian luar terdapat pedagang oleh-oleh khas Bandung seperti keripik, peyeum, dodol, basreng, sale pisang, wajik Cililin. Di sini juga komsumen bisa berbelanja oleh-oleh bagi yang baru pulang umrah atu menunaikan ibadah haji.

Tempat Belanja Murah di Belakang Pasar

Bagi yang membutuhkan perabot rumah tangga di belakang Pasar Baru ada tempat belanja murah yang menawarkan berbagai jenis perabot tersebut dari bahan plastik atau yang lainnya seperti  sapu, ember, jolang, serok, dan lain-lain.  Tempat ini tepatnya berada di Jalan Belakang Pasar. Uniknya beberapa toko penjual perabot rumah tangga ini menempati bangunan yang asitekturnya bergaya lama.

Di belakang Pasar Baru juga terdapat Jalan Dulatif. Jalan ini merupakan tempat para pedagang grosiran. Di sini banyak sekali macam barang yang dijual. Tetapi yang paling banyak adalah penjual beras dan kain. Jalan ini tembus ke Jalan Gardujati. *

 

 

Categories
Pasar

Pasar Baru di Bandung Menyimpan Kuliner Jaman Dulu

PADA tulisan “Pasar Baru, Pesona Zaman Dulu Tersimpan di Sini” disebutkan ada dua buah toko yang telah hadir sejak jaman Belanda. Kedua toko tersebut adalah yang pertama Toko Kopi Kapal Selam yang menjual berbagai macam kopi. Adapun yang kedua adalah Toko Jamu Babah Kuya yang menjual obat-obatan tradisional tanpa bahan kimia. Pasar Baru di Bandung menyimpan pesona jaman dulu.

Di deretan kedua toko tersebut terdapat bangunan yang arsitekturnya bergaya lama. Salah satunya adalah bangunan yang tidak terurus yang di depannya terdapat plang Jamu Jago. Kemudian sebuah ruko yang juga terlihat bergaya lama berdiri di pertigaan Jalan Belakang Pasar Baru. Bangunan lainnya masih digunakan untuk berdagang oleh pemiliknya.

Agak jauh dari deretan toko ini, di Jalan Belakang Pasar, tepatnya di Jalan Babatan terdapat warung kuliner khas Tionghoa.  Toko ini sudah  ada sejak tahun 1920. Menu yang dijual di sini antara lain  cakue, bakpia, kompia, kompia isi, bubur ayam, bubur kacang, pangsit kuah, kue tambang, dan kue cinsoko.

Selain itu ada  menu bubur   kacang tanah. Bubur yang terasa manis ini disebut bubur kacang Hokkian.  Bubur Hokkian cocok bila dimakan dengan cakue.  Cakue adalah makanan asal Tiongkok yang  terbuat dari tepung trigu, ragi, soda, ammonium bicarbonat dan garam.  Adonan tersebut dicampur.  Cakue di Toko Osin bukan cakue biasa. Ukurannya tidak lazim, super jumbo.

Jika menginginkan  hidangan tersebut jangan sampai kesiangan karena toko yang dahulu bernama Lie Tjay That hanya buka pada pagi hari. Siang sedikit hidangan di sini sudah ludes dibeli pelanggan.

Di Pasar Baru di Bandung Ada Pasar Kelontong

Tukang perabot di Jalan Blakang Pasar di Kawasamn Pasar Baru Bandung | Foto serbabandung.com
Tukang perabot di Jalan Belakang Pasar di Kawasan Pasar Baru di Bandung | Foto serbabandung.com

Jika membutuhkan perabot untuk rumah tangga tinggal balik lagi sedikit ke Jalan Belakang Pasar. Kemudian jalan  ke arah Jalan Gardujati. Di sini banyak toko-toko yang menjual perabot rumah tangga, seperti sapu, ember, jolang, serok, dan lain-lain. Uniknya beberapa  toko penjual perabot rumah tangga ini menempati bangunan yang asitekturnya bergaya lama.

Di belakang Pasar Baru juga terdapat Jalan Dulatif. Jalan ini merupakan tempat para pedang grosiran. Di sini banyak sekali macam barang yang dijual. Tetapi yang paling banyak adalah penjual beras. Jalan ini tembusnya ke Jalan Gardujati. Selain itu ada juga penjual kain di sini.

Masih di belakang Pasar Baru, di kawasan ini ada jalan yang terkenal dengan penjual kain denimnya, bahan kain untuk jins. Namanya Jalan Tamim. Jalan ini sempat populer pada 1990-an karena jins Tamimnya. Di sini pembeli bisa menentukan model sendiri  dengan memesan kepada penjahit yang tersedia di toko-toko di sana. *

Categories
Pasar

Pasar Baru, Pesona Zaman Dulu Tersimpan di Sini

PERNAH jalan-jalan ke belakang Pasar Baru? Coba deh di sana banyak sesuatu yang di luar dugaan. Ada kuliner yang lezat, toko jamu yang sudah berusia satu abad, toko kopi yang telah berdiri lama, bangunan peninggalan jaman dulu, dan banyak yang lainnya. Jika butuh perabot untuk keperluan di rumah di sini juga ada.

Untuk bisa sampai ke sana ada dua jalan yang bisa ditempuh. Yang pertama dari Jalan Kebonjati belok kanan ke Jalan Pasar Barat. Bisa juga di Jalan Dulatif sebelum belokan Jalan Pasar Barat. Jiak terlanjur terlewati jalan tersebut, bisa lewat Jalan Oto Iskandardinata kemudian belok kanan ke arah tempat parkir. Tinggal masuk saja ke jalan tersebut.

Lebih aman kendaraan parkir di area parkir yang telah tersedia di Pasar Baru. Setelah parkir kendaraan kawasan ini bisa  ditelusuri dengan berjalan kaki.

Yang terdekat dengan tempat parkir adalah toko kopi kapal silam. Toko kopi ini sudab berdiri sejak  1930. Kopi yang dijual di sini terdiri dari kopi luwak liar, kopi arabika, robusta, dan kopi khas Kopi Kapal Selam kopi jagung.

Salah satu sudut di Belakang Pasar Baru Bandung | Foto serbabandung.com
Salah satu sudut di Belakang Pasar Baru Bandung | Foto serbabandung.com

Menurut pemilik toko tersebut, Chandra kopi yang  disediakan di sini didatangkan dari beberapa daerah. Robusta didatangkan Chandra dari Lampung, sedangkan arabika didatangkan dari Lembang.

“Kalau kopi jagung, ngambil jagungnya dari Jawa Timur. Kalau bukan dari Jawa Timur kualitasnya jelek. Jagungnya disangrai dulu kemudian ditumbuk. Rasanya memang bukan rasa kopi. Kan ini mah jagung,” katanya.

Pasar Baru Pernah Direnovasi pada 1910

Tak jauh dari toko itu ada toko jamu yang juga sudah lama berdiri. Bahkan usianya lebih tua ketimbang Toko Kopi Kapal Selam. Namanya Toko Jamu Babah Kuya. Berdasarkan keterangan dari pemiliknya. Toko jamu ini berdiri  pada 1800-an. Jauh sebelum bangunan toko di Pasar Baru direnovasi pada 1910.

Toko ini bernama Toko Jamu Babah Kuya karena warga sekitar memanggil Tan Siob Haow, pemiliknya dengan sebutan Babah Kuya. Disebut demikian karena Tan Siob Haow  senang memelihara kuya (kura-kura). Nama itu tidak berubah hingga sekarang. Bahkan di plang toko terdapat gambar dua ekor kuya berwarna hijau yang mengapit nama toko tersebut “Toko Jamu Babah Kuya” yang berwarna merah.

Toko itu kini masih tetap didatangi konsumen setia. Bermacam jamu yang disediakan Toko Babah Kuya menjadi pilihan para konsumen. Jenisnya macam-macam tergantug untuk menyembuhkan penyakit apa. Untuk darah tinggi (hipertensi) misalnya disediaka  jamu khusus yang harganya Rp 30.000. Di sini juga tersedia kunyit putih, dan jati cina. (Bersambung)