Categories
Wisata

Bermain Ice Skating di Gardenice PVJ

PERNAH bermain ice skating (seluncur es)? Permainan meluncur di atas es ini sudah pasti mengasyikkan. Tapi tahu tidak permainan sekaligus olahraga ini menurut studi Federico Formenti dari University of Oxford mulai dikenal 3000 tahun yang lalu di Finlandia bagian selatan.

Tentu saja saat itu tidak menggunakan sepatu khusus melainkan potongan tulang rusa kutub atau kuda rata yang diikat di bagian bawah kaki. Saat itu para skaters (sebutan para pemain ice skanting) tidak benar-benar meluncur di atas es, melainkan meluncur hanya di permukaan.

Gardeniice Skate Paris van Java Mall. | Foto gardenice-pvj.com
Gardeniice Skate Paris van Java Mall. | Foto gardenice-pvj.com

Sepatu ice skating yang bentuknya seperti yang terlihat sekarang diciptakan di Belanda pada abad ke-13 atau ke-14. Sepatu es tersebut di telapaknya terbuat dari baja yang tepinya diasah. Bentuk sepatu ice skating tidak banyak perubahan bentuk sejak saat itu.

Pada 1600-an, para bangsawan muda bermain ice skating di kanal dekat istana di Den Haag. Kadang-kadang mereka bermain pada malam hari dengan penerangan obor. Kegiatan tersebut sering diikuti dengan menari.

Bisnis yang melambat pada musim dingin, dan ketika danau dan kanal membeku, semua orang di Den Haag ikut meluncur, laki-laki muda dan tua, dan perempuan, petani, dan pangeran. Mereka seperti sebuah kesatuan meskipun berbeda kelas lewat olahraga yang menggembirakan ini.

Pada zaman modern ice skating ini merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan pada olimpiade musim dingin, seperti hoki es, skating cepat, skating indah, dan dansa es.

Di Bandung, permainan ini mulai masuk pada pada 2001. Arena ice skating ini berada di lantai 3 Istana Plaza, Jalan Pajajaran. Namun pada Februari 2009 arena ini ditutup dan berubah fungsi menjadi tempat makan.

Bagi yang ingin bermain ice skating di Bandung jangan khawatir karena bermain Ice Skating di Gardenice PVJ. Untuk menikmati wahana ini harus membeli tiket dulu yang harga Rp. 85.000 untuk akhir pekan dan Rp. 65.000 untuk hari biasa. Harga tiket itu untuk bisa meknimati permainan ice skating sepuasnya.

Di arena ini pun disediakan kaus kaki, loker, dan sarung tangan. Kaus kaki dijual Rp.10.000, sarung tangan Rp 15.000, dan untuk koin loker Rp. 5000. Di sini juga disediakan pelatih tapi tentunya harus bayar.

Jam Operasional Gardenice Skate

Minggu-Kamis: 10.00 – 22.00 WIB
Jumat-Sabtu: 10.00 – 23.00 WIB
Paris Van Java mall, Sky level 08.
Jl. Sukajadi 137-139 Bandung

Sumber: en.wikipedia.org/wiki/Ice_skating
http://www.gardenice-pvj.com/

Categories
Wisata

Jalan Asia Afrika Pasca Lebaran

SEJAK Alun-alun dan Jalan Asia Afrika berubah, tempat ini menjadi tujuan wisata favorit baik buat pelancong kuar kota maupun warga di sekitar kota kembang. Begitu juga ketika liburan Lebaran. Jalan Asia Afrika pasca lebaran yang bertepatan dengan hari Minggu (19/7) kawasan tersebut padat oleh wisatawan.

Laju kendaraan yang melewati Jalan Asia Afrika terkena dampaknya. Mulai dari persimpangan lima hingga  perempatan Jalan Asia Afrika-Oto Iskandardinata laju kendaraan tersendat. Penyebabnya lalu lalang warga yang menyebrang di Jalan Asia Afrika.

Kawasan Gedung Merdeka menjadi tempat yang paling favorit untuk ber-selfie. Mulai dari Jalan Braga hingga ke Jalan Cikapundung Timur warga bergaya mengabadikan diri dengan background Gedung Merdeka. Ada juga yang berfoto di patung-patung tokoh yang ada di sana. Monumen Dasasila Bandung pun tak terlewatkan jadi objek foto yang favorit.

Gedung Merdeka adalah tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 1955. Bangunan ini dirancang pada 1926 oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Mereka adalah Guru Besar Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng – yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung – ITB).

Di seberang Gedung Merdeka di trotoar Bank OCBC NISP, yang dulu merupakan sebuah toko yang bernama Toko de Vries, warga pun berfoto. Bola-bola beton yang berada di trotoar itu juga tak luput dari sasaran warga untuk dijadikan background, atau berfoto sambil duduk di foto itu.

Sedikit catatan, Toko de Vries adalah toko serba ada. Pemiliknya  adalah Klaas de Vries, orang asing ke-1.500 yang tinggal di kota ini. Gedung ini dibangun pada 1899 bergaya arsitektur Oud Indisch Stijl (Klasik Indis), yang memiliki kekhasan berupa tiang-tiang kolom besar.

Tempat lain yang menjadi favorit adalah air mancur di Cikapundung Timur. Sesuai dengan namanya Cikapundung Waterfront Park, di sini terdapat  air mancur. Selain itu,  ada ornamen-ornamen air yang ditambah permainan cahaya (dancing water). Ada 24 lubang air mancur yang akan menyemburkan air ke area amphiteater dan area plaza. Keluarnya air diatur berdasarkan waktu.

Air mancur itu akan mengikuti alunan musik yang diputar. Ada dua lagu yang akan diputar untuk permainan air mancur ini, yakni lagu “Manuk Dadali” dan “Halo-halo Bandung”.

Pembangunan  Cikapundung Waterfront Park bagian dari program restorasi sungai yang dilakukan oleh BBWS. Cikapundung Waterfront Park merupakan pembangunan tahap pertama dari program restorasi sungai dikawasan Cikapundung Timur. *

Categories
Wisata

Tempat Wisata di Kota yang Diserbu Saat Lebaran

LEBARAN  memang momen yang tepat berkumpul bersama keluarga, kemudian berwisata ke sebuah tempat. Jangan risau seandainya tak bisa pergi jauh-jauh untuk menikmati libur panjang ini. Bagi warga Bandung banyak  tersedia tempat wisata yang menghibur sekaligus  terjangkau. Sebut saja Taman Lalu Lintas,  Kebon Binatang, atau wisata alam di kawasan Bandung Utara.

Taman Lalu Lintas merupakan tempat wisata  yang banyak diminati masyarakat pada Hari Raya Idulfitri. Catatan Kompas.com, ketika libur Lebaran 2014, tak kurang 10.000 pengunjung memadati lokasi tempat rekreasi tersebut pada hari kedua Lebaran, Selasa (29/7/2014).

Taman ini berada di Jalan Belitung No. 1 Bandung.  Tidak terlalu jauh dari pusat keramaian di kawasan Jalan Merdeka, dan pusat pemerintahan Kota Bandung, Balai Kota. Pengunjung untuk menikmati berbagai fasilitas harus membeli tiket  Rp 7.500.

Taman Lalu Lintas diresmikan pada 1 Maret 1958.  Pada 1965 Taman Lalu Lintas ini diberi nama Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution.

Tempat Wisata di Jalan Tamansari

Tempat wisata lainnya yang banyak diserbu saat Lebaran adalah Kebun Binatang. Tempat wisata alam ini berada di Jalan Tamansari. Pengunjung bisa melihat binatang-binatang dan menikmati rindangnya pepohonanan di kawasan 14 hekatare ini.

Untuk masuk ke Kebun Binatang harus membayar tiket yang harganya Rp. 25.000 per orang. Harga tersebut diberlakukan mulai dari anak yang berusia 3 tahun. Hari biasa dan hari libur harganya tiketnya tidak berubah.

Menurut akun Facebook kebunbinatangbandung, harga tersebut mulai diberlakukan  pada 1 Januari 2015. Bagi rombongan minimal 30 orang ke atas dapat diskon, pelajar diskon 50 persen, orang tua/guru/pembimbing diskon 20 persen.

Sekarang setelah Alun-alun Bandung direvitalisasi, kawasan ini pun menjadi tempat wisata gratis bagi turis lokal. Mereka menikmati rumput sintetis yang terbentang di taman ini.

Kawasan Jalan Asia Afrika juga tak luput dari para pelancong yang ingin sekadar ber-selfie di sana. Banyak tempat-tempat yang dijadikan latar belakang untuk berfoto oleh warga., seperti Gedung Merdeka, Hotel Homan, atau tempat lainnya. *

Categories
Wisata

Batu Templek, Air Terjun yang Mempesona

KALAU mendengar batu templek, pikiran pasti melayang ke tempat indah di tempat wisata alam Batu Templek di Kampung Cisanggarung, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan. Jarang yang tahu kalau batu templek adalah batu ornamen untuk desain eksterior perkantoran, bisnis, dan perumahan.

Dalam laman jualbatualammurah.com disebutkan batu templek merupakan jenis batu vulkanik lelehan atau andesit berstruktur berlembar. Proses pembentukannya berasosiasi dengan aktifitas vulkanik. Batu ini termasuk jenis batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi ayau panas bumi.

Air terjun Batu Templek. |Foto Ars Video youtube.com #serbabandung
Air terjun Batu Templek. |Foto Ars Video youtube.com #serbabandung

Adapun batu tersebut berbentuk templek, lempeng atau yang lebih dikenal dengan Slate karena  terbentuk dari lempung dan batuan shale.  Dinamakan batu templek atau batu lempeng karena batunya menyerupai lempengan tipis.

Air terjun yang terlihat indah  di sana terbentuk tidak sengaja. Proses alam akibat penggalian batu yang dilakukan masyarakat setempat di  sebuah tebing membentuk aliran air dari atas ke bawah di tebing tersebut.

Wisata alam ini mulai ramai diperbincangkan sejak tiga bulan lalu. Padahal keberadaannya sudah ada beberapa tahun yang lalu.  Warga di sana baru tersadar keindahan di Batu Tumplek ini mengundang wisatawan setelah bayak diperbincangkan di media sosial.

Batu Tumplek memberikan “surga” bagi yang hobi fotografi. Banyak spot-spot yang menarik untuk dijadikan background. Di sini juga banyak yang berfoto prewedding, atau sekadar selfie mengabadikan keindahan alam.

Jalan ke Batu Templek bisa masuk dari Jalan  Pasirimpun setelah Lapas Sukamiskin. Ikuti jalan tersebut hingga masuk ke wilayah Desa Cikadut.  Di kawasan Desa Cikadut, wisatawan bisa terus melaju, setelah ada Kantor Desa Cikadut sekitar 15 menit lagi bisa sampai ke sana.  Setelah menemukan papan petunjuk, belok ke  arah kanan ke jalan menurun yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kawasan wisata alam ini belum dikelola secara formal. Wisawatan bisa menikmati air terjun ini secara gratis. Kalau pun harus mengeluarkan uang itu untuk membayar parkir kendaraan yang telah disediakan warga sekitar. *

Yang Bisa Diperoleh di Batu Templek

  •  Melihat air terjun yang indah
  •  Banyak spot menarik untuk berfoto
  • Masih gratis, kalaupun harus mengeluarkan uang hanya untuk bayar parkir

Sumber:
jualbatualammurah.com
Tribun Jabar edisi Minggu (5/7) halaman 7

Categories
Wisata

Melihat Panorama Bandung dari Puncak Bintang

PUNCAK BINTANG adalah tempat wisata alam tergolong masih baru di kawasan Bandung. Puncak tersebut  berada di Kampung Buntis Bongkor, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, atau biasa disebut Caringin Tilu (Cartil), ini masuk dalam wilayah Perhutani KPH Bandung Utara.

Kawasan yang menawarkan pesona alam ini tadinya hanya sebuah kawasan hutan pinus.  Hutan ini menghasilkan getah pinus sebagai kebutuhan bahan baku produksi. Namun karena di sini bisa menyaksikan panorama Bandung yang indah, tempat ini disulap menjadi tempat wisata.

Puncak Bintang. | Foto puncakbintangbandung.com #serbabandung
Puncak Bintang. | Foto puncakbintangbandung.com #serbabandung

Adalah Wismo Tri Kancono, yang melihat potensi kawasan tersebut. Maka tempat wisata ini diresmikan oleh Kepala Divisi Regional Jabar & Banten Ir. Ellan Barlian MM pada 23 September 2014.

Kawasan wisata yang memiliki luas 11 hektare ini tidak jauh dari Warung Daweung atau Moko yang telah terlebih dulu dikenal oleh para wisatawan yang menyukai keindahan alam.  Tempat ini pun sering disebut oleh para wisatawan sebagai puncak bintang moko atau puncak bintang bukit moko.

Lokasi Wisata Puncak Bintang tak jauh dari keramaian kota. Wisatawan bisa menempuh perjalanan tidak kurang dari 30 menit saja. Untuk menuju ke sana masuknya dari Jalan Padasuka yang tak jauh dari Terminal Cicaheum.

Jalan yang harus dilewati tidak terlalu lebar dan menanjak, apalagi setelah dekat dengan lokasi.  Terus saja mengikuti jalan tersebut. Di sana, wisatawan akan menemukan tempat wisata Saung Angklung Udjo. Dari sana masih terus ke atas hingga sampai ke kawasan Caringin Tilu (Cartil). Di sana sudah ada petunjuk arak ke tempat wisata alam tersebut.

Tempat wisata yang  di puncaknya terdapat patung bintang besar memiliki ketinggian 1.442 meter dari permukaan laut. Dari sinilah para wisatawan bisa melihat panorama Bandung dan Lembang yang terhampar indah.

Di sini juga bisa melihat panorama menjelang malam, berupa sunset. Rasakan juga udara dingin di hutan pinus. Di Puncak Bintang pun tersedia jogging track, bicycle track, dan area kemping yang dilengkapi fasilitas toilet.

Tertarik ke sana? *

Apa Saja yang Ada di Puncak Bintang

  • Menikmati panorama Bandung dan Lembang
  • Menikmati sunset menjelang malam
  • Merasakan udara dingin khas hutan pinus
  • Tersedia jogging track
  • Tersedi Bicycle track
  • Area kemping yang dilengkapi fasilitas toilet

Referensi:

  • nativeindonesia.com
  • puncakbintangbandung.com