Taman Lampion, Tempat Wisata Baru di Kota Bandung

WARGA Bandung memiliki tempat permainan baru. Namanya Taman Lampion. Lokasinya berada di Taman atau Lapang Tegallega. Daya tarik tempat ini adalah lampion hewan purba seperti dinosaurus. Kalau malam kerlip lampu dalam lampion menambah daya tarik.

Untuk ke Taman Lampion bisa masuk dari Jalan BKR, Jalan Moh Toha, dan Jalan Oto Iskandardinata. Bagi yang ingin masuk ke taman tersebut, pengunjung dipungut retribusi Rp 1.000. Pengunjung bisa datang pagi hari, siang hari, sore, dan malam hari.

Pada malam hari, taman ini semakin menarik karena lampu-lampu di lampion hewan purba dinyalakan. Warna merah, hijau, kuning, dan biru menghiasi lampion-lampion itu. Di antara lampion-lampion terdapat pohon imitasi berwarna-warni karena cahaya lampu.

Sabtu (25/5/2019) malam, banyak warga yang bekunjung ke sana. Mereka datang bersama keluarga, teman, atau pasangan. Berbekal telepon genggam, mereka mengabadikan semua yang ada di sana. Mereka pun berselfie berlatar belakang lampion-lampion berukuran raksasa.

Beberapa petugas tampak terus mengawasi para pengunjung yang datang ke sana. Petugas ini mengawasi kalau ada pengunjung yang berbuat “jahil” atau vandalisme terhadap lampion-lampion itu. Ada beberapa petugas berseragam seperti satpam malam itu.

Pemadaman Lampu di Taman Lampion

Penyalaan lampu di Taman Lampion dibatasi. Saat Sabtu malam tersebut, lampu dipadamkan pukul 21.00 lebih beberapa menit.

taman lampion
Taman Lampion di Taman Tegallega Bandung. | Foto serbabandung.com

Yang juga menarik pengunjung ke Taman Tegallega adalah keberadaan ampiteater yang menghadap ke Jalan BKR. Podiumnya memiliki tinggi 20 meter. Tempat duduknya berundak menyerupai tangga.

Sebuah tulisan besar “Taman Tegallega Bandung” di paling atas tangga menjadi daya tarik sendiri. Tulisan itu kalau malam lampunya menyala berwarna-warni. Hampir semua pengunjung yang datang pada malam itu mengabadikan tulisan besar tersebut.

Ampiteater itu belum rampung. Rencananya, bagian bawah tribun ampiteater itu akan dijadikan ruangan berisi diorama sejarah Bandung Lautan Api dan perpustakaan. Untuk menuntaskan bagian ampiteater ini membutuhkan sekitar Rp 6 miliar.

Dalam Pikiran Rakyat Online disebutkan perbaikan juga akan dilakukan untuk kolam renang, lapangan sepak bola, hingga lapangan basket, dan area bermain anak dan kolam cetek di bagian timur.

Baca juga Taman Tegallega, Ketika Malam Bercahayakan Lampu Lampion

Taman Tegallega, Ketika Malam Bercahayakan Lampu Lampion

Selamat datang di Taman Tegallega. Taman atau lapang ini sudah dibuka kembali untuk umum. Wajahnya ada beberapa perbedaan dengan wajah Lapangan Tegallega sebelumnya.

Perbedaan yang mencolok adalah ketika malam, pengunjung bisa menyaksikan lampion dinosaurus bermandikan cahaya di taman tersebut. Di Taman Lampion ini pengunjung bisa berselfie dengan latar belakang lampion dinosaurus yang berwarna-warni.

Taman Tegallega yang telah dibuka masih belum sempurna. Pemkot Bandung bakal menyempurnakannya pada 2020. Pada tahun itu semua fasilitas bisa dinikmati secara maksimal.

Selain Taman Lampion, taman ini difasilitasi mini amphitheater yang terletak di samping kiri akses masuk Taman Lampion. Kemudian ada Masjid Al Barokah di sebelah timur amphiteater.

“Warga memang berharap cepat dibuka dan dimanfaatkan. Ini memang belum tuntas. Insya Allah akan kita lanjutkan lagi,” kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dalam siaran pers, Sabtu (25/5).

taman tegallega
Taman Tegallega di Bandng. | Foto serbabandung.com

Taman Tegallega Tuntas 2020

Kepala DPKP3 Kota Bandung, Dadang Darmawan memaparkan, pengerjaan taman ini dilakukan secara bertahap sejak 2016. Secara keseluruhan, kini biaya revitalisasi sudah menghabiskan Rp. 31 miliar.

“Terakhir kemarin 2018 ini anggarannya Rp10 miliar. Di antaranya untuk membangun amphitheater, mini amphitheater, dan Masjid Al Barokah. Luas masjid itu 300 meter persegi dan bisa menampung lebih dari 200 orang,” ucap Dadang.

Dadang melanjutkan, proses penuntasan revitalisasi akan diupayakan terlaksana pada 2020 mendatang. Sebab, masih ada sejumlah fasilitas utama yang harus diperbaiki seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, dan kolam renang.

Lapangan Tegallega adalah satu di antara lapangan yang menjadi favorit pecandu olah raga. Di sini, warga bisa beroalahraga, seperti sepak bila, lari, dan lain-lain.

Di lapangan ini pun terpata Monumen Bandung Lautan Api. Monumen untuk mengenang peristiwa heroik pembumihangusan Bandung pada zaman perang kemerdekaan. Peristiwa yang terjadi pada 23 Maret 1946 lebih terkenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.

Monumen yang memiliki ketinggian 45 meter ini dibangun pada 1981. Memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Di puncaknya sengaja dibuat jilatan api yang mengarah ke atas. Monumen itu berwarna kuning keemasan layaknya api yang menyala. Di bawah tugu itu tiga penyangganya disangga sebuah kolam.

Bandung Zoo, Kebun Binatang yang Menempati Lahan 14 Hektare

KEBUN binatang atau Bandung Zoo masih bisa bertahan meski tempat wisata di Kota Bandung semakin menjamur. Tak hanya wisata modern, sekarang para pengusaha juga banyak yang mengembangkan wisata alam.

Tempat wisata outdoor ini menjadi daya tarik untuk menarik konsumen. Selain itu ada juga yang mengawinkan konsep alam dan modern di tengah persaingan menjaring turis yang datang ke Kota Bandung.

Tempat wisata alam yang berada di Jalan Tamansari menempati 14 hektare ini masih rindang meski di kelilingi gedung-gedung di sekitarnya. Tempat wisata ini juga terbukti masih banyak pengunjung.

Terutama pada hari Sabtu, Minggu, dan pada hari libur. Kebun Binatang menjadi salah satu pilihan utama pada turis pada Hari Raya Idulfitri.

Untuk masuk ke Bandung Zoo harus membayar tiket yang harganya Rp. 40.000 per orang. Harga tersebut diberlakukan mulai dari anak yang berusia 3 tahun. Hari biasa dan hari libur harganya tiketnya tidak berubah. Bagi rombongan minimal 30 orang ke atas dapat diskon, pelajar diskon 50 persen, orgtua/guru/pembimbing diskon 20 persen.

kebun binatang bandung
Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. | Foto serbabandung.com

Informasi dari akun Facebook kebunbinatangbandung, penghuni baru periode April-7 Februari 2012, karena kelahiran ada Harimau Sumatera 1 ekor, Singa Afrika 2 ekor, Siamang 1 ekor, Wau wau Sumatera 1 ekor, Wau Wau Jawa 1 ekor, Binturung 4 ekor, Kijang 2 ekor, Rusa Timor 2 ekor, Rusa Tutul 1 ekor, Zebra 1 ekor, Cangak Merah 2 ekor, Bango Tongtong 1 ekor, Bayan 1 ekor, Coati Mundi 2 ekor, Burung Merak 2 ekor.

Koleksi Terbaru Bandung Zoo

Koleksi Bandung Zoo ada Burung Nuri Kepala Hitam 5 ekor, Burung Kepodang 2 ekor, Bajing Terbang 10 ekor, 4 Beo Medan 2 ekor, Landak Mini Albino 3 ekor, dan Bangau Sandang Lawe 3 ekor

Yang terbaru adalah anak tapir yang baru berumur sekitar sembilan bulan. Tapir dari peranakan Novi dan Willy itu, melengkapi koleksi tapir Kebun Binatang Bandung menjadi enam ekor. Selain tapir, Kebun Binatang Bandung juga menambah koleksi harimau sumatera yang diperoleh dari peranakan anak dengan induknya.

Dikutip dari laman Wikipedia, Kebun Binatang Bandung awalnya bernama Derenten. Kebun Binatang Bandung didirikan pada 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini. *

Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang Tempati Gedung Peninggalan Belanda

Balai Pertemuan yang menempati gedung peninggalan orang Belanda adalah Bumi Sangkuriang. Gedung pertemuan yang berada di Bandung Utara ini, tepatnya berada di Jalan Kiputih No 12 Ciumbuleuit. Bagi orang Bandung balai pertemuan ini sudah tidak asing lagi menjadi tujuan untuk mendinginkan pikiran setelah seharian bekerja.

Balai Pertemun Bumi Sangkuriang termasuk cagar budaya yang harus dilindungi. Gedung tersebut dibangun pada 1957 hasil rancangan arsitektur Ir. Gmeilig Meyling dan dibangun oleh NV de Concurent Bandung.

Sebelum dibangun, lahan yang sekarang dipakai dulunya adalah kebun karet seluas 2,6 hektare.

Lahan tersebut merupakan hasil tukar guling pemerintah dengan perkumpulan orang Belanda dan pribumi menak yang bernama Societeit. Pemerintah menukar lahan itu dengan Gedung Concordia, yang kemudian berubah nama menjadi Gedung Merdeka karena akan dijadikan tempat konferensi Asia-Afrika pada 1955.

Gedung Concordia merupakan markas perkumpulan yang berdiri pada 1879 tersebut.

balai pertemuan bumi sangkuriang
Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang di Jalan Kiputih 12, Ciumbuleuit, Bandung. Gedungnya menempati gedung peninggalan Belanda. Tanahnya pun hasil tukar guling dengan tanah dengan lahan yang sekarang digunakan untuk Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrik. | Foto serbabandung.com.

Di Balai Pertemuan Terdapat Guesthouse

Pada 1958, Societetit Concordia berganti nama menjadi Country Club Concordia. Agar rasa Indonesianya kentara, Soekarno mengusulkan mengubah namanya menjadi Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang.

Selain ballroom, ada perubahan jumlah kamar Concordia Room. Dari sebelumnya hanya guesthouse dengan 6 kamar diubah jadi hotel dengan 25 kamar.

Adapun fasilitas yang tersedia di sana selain ballroom adalah lapangan tennis outdoor, ruang biliar, ruang fitness dengan kelas aerobic, dua buah kolam renang, restoran, tempat bermain dan taman yang luas dengan rumput hijau yang menghampar.

Di tempat ini memiliki jadwal khusus musik seperti music jazz, music ballroom, music acoustic, vocal group. Kemudian ada jadwal latihan untuk ballroom dance, latin dance, line dance, traditional dance, dan social dance. Adapun untuk latihan olahraga ada training swimming, training aerobic, personal training (fitnees), tennis academy, dan chikung. *

Hutan Kota di Bandung yang Berada di Tengah Permukiman dan Kampus

HUTAN Kota di Bandung ada di Babakan Siliwangi. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mendeklarasikan pada 27 September 2011. Dikutip dari laman wikipedia, definisi hutan kota adalah hutan atau sekelompok pohon yang tumbuh di dalam kota atau pinggiran kota.

Hutan kota bisa merupakan hutan yang disisakan pada perkembangan kota atau penanaman massal secara sengaja untuk memperbaiki lingkungan kota.

Beberapa contoh hutan kota besar di dunia, adalah Forest Park, di Portland, Oregon, Amerika Serikat sepanjang 13 kilometer.Tijuca Forest, di Rio de Janeiro, Brasil seluas 32kmĀ². Sanjay Gandhi National Park, di Mumbai, India, dan Babakan Siliwangi di Bandung, Indonesia.

Beberapa hutan kota di Bandung selain di Babakan Siliwangi, ada Taman Lansia, Taman Maluku, kawasan Pindad, kawasan militer Hegarmanah, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda di Dago Pakar. Ketiga hutan yang disebut terlebih dahulu adalah hutan publik, sedangkan sisanya adalah hutan privat.

Hutan kota di Bandung yang di Babakan Siliwangi terletak di Jalan Siliwangi yang di sekelilingnya terdapat kampus, perumahan, dan mal. Dalam perkembangannya kerap menimbulkan kontroversi. Rencana pembangunan di kawasan hijau yang dilontarkan pihak swasta yang direspon pemerintah kota selalu mendapat tantangan dari masyarakat pecinta lingkungan.

hutan kota di bandung
Forrest walk di Babakan Siliwangi, Bandung. | Foto serbabandung.com

Hutan Kota di Bandung Dilengkapi Forrest Walk

Dulunya Babakan Siliwangi merupakan kawasan lembah yang dibentuk Sungai Cikapundung sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Pada zaman penjajahan Belanda, kawasan ini dikenal sebagai kawasan sabuk hijau bernama Lebak Gede.

Pada 1920, para arsitek perancang kota Bandung tidak membiarkan kawasan ini sebagai kawasan yang rimbun. Mereka juga membuat beberapa fasilitas lain seperti taman botani yang disebut sebagai Tamansari di bagian selatan. Selain itu ada kebun binatang, yang saat ini dikenal dengan Kebun Binatang Bandung.

Di bagian lain Lebak Gede yang sejajar dengan Jalan Cihampelas, para arsitektur membuat pemandian, taman bunga dan kolam ikan yang kemudian dikenal dengan Pemandian Cihampelas. Tapi kini pemandian ini sudah tidak ada lagi.

Sekarang Babakan Siliwangi dikelola pemerintah kota. Pemkot wajib menjaganya untuk memenuhi amanat Undang-Undang yang mengamanatkan agar setiap kota memiliki RTH seluas 30 persen.

Di tengah rindangnya hutan kota Babakan Siliwangi terdapat sanggar pelukis. Namanya Sanggar Seni Babakan Siliwangi, Bandung. Sanggar ini terdiri dari art gallery dan tempat workshop. Sanggar ini berdiri sejak 11 Desember 1982.

Babakan Siliwangi juga dilengkapi forrest walk yang katanya terpanjang di Asia Tenggara. Jembatan ini memiliki panjang 2 km dan ketinggian 2-3 meter. Dalam laman portal.bandung.go.id disebutkan forest walk dibangun menggunakan dana APBD dalam dua tahap. Pada tahun 2016 dibangun tahap I senilai Rp 6,3 miliar. Pembangunan dilanjutkan tahun 2017 dengan dana Rp 11,9 miliar.

Di sana pengunjung bisa melihat rimbunnya berbagai pepohonan. Dengan menelusuri jembatan itu, pengunjung tidak harus menembus belantara pepohonan yang cukup rapat di Babakan Siliwangi. Di sana juga tersedia kursi-kursi tempat beristirahat di bawah pepohonan rindang.