Taman Bunga di Bandung yang Banyak Dikunjungi Pelancong

Taman Bunga di Bandung banyak pilihan. Beberapa tempat bahkan menjadi favorit para wisatawan untuk menghabiskan waktu liburannya. Taman-taman itu tersebar di beberapa kawasan, seperti di Bandung Barat, Utara, dan Selatan.

Taman bunga di Bandung yang paling gres adalah Grace Rose Farm. Lokasinya ada di Jalan Sersan Bajuri No 305, Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya berjarak sekitar 14 KM dari pusat kota Bandung.

Grace Rose Farm yang luasnya mencapai 5 hektare sangat memanjakan pecinta bunga dan tentu bagi yang senang berfoto di spot-spot menarik. Di sepanjang jalan di taman ini terlihat beragam jenis tanaman dan bunga berwarna – warni. Ada tidak kurang 600 jenis tanaman hias yang ada di sana.

Harga tiket ke tempat wisata ini pada Senin-Jumat Rp 20.000 dan untuk Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional Rp 25.000.

Taman bunga di Bandung lainnya adalah Rumah Bunga Rizal. Lokasinya berada di Jalan Raya Maribaya Km 2,4 Lembang. Kebun produksi ini sudah ada sejak tahun 1978. Awal kehadiran kebun bunga ini dari hobi para pengelolanya. Pada 2002, Rumah Bunga Rizal mengubah konsep kebun produksi menjadi kebun wisata.

barusen hills taman bunga di bandung
Wahana di Barusen Hills, Gambung, Ciwidey, Kabupaten Bandung. | Foto http://barusenhills.com

Anggrek adalah komoditas andalan yang budidayakan di kebun Rumah Bunga Rizal sejak 1985. Utamanya memproduksi anggrek jenis Phalaenopsis (anggrek bulan), mulai dari bibit dalam botol, seedling, anggrek remaja, hingga berbunga. Di sini juga bisa menemukan berbagai anggrek jenis lain, seperti Dendrobium, Cattleya, Vanda, Bulbophylum, dan lain-lain.

Masih di Lembang ada Rainbow Garden. Lokasi wisata ini berada Jalan Grand Hotel No. 33E. Taman buang di Bandung ini menawarkan keindahan berbagai macam tanaman bunga. Penyusunannya dilakukan sedemikian rupa sehingga menyerupai pelangi. Pohon yang ditanam di Rainbow Garden lebih dari 100 jenis tanaman bunga.

Taman pelangi ini masih berada di kompleks wisata Floating Market. Sebelum masuk ke sini, pengunjung harus membayar tiket untuk masuk ke Floating Market Rp. 20.000. Kemudian harus bayar lagi Rp. 10.000 untuk masuk ke Rainbow Garden. Harga tiket di atas mungkin saja telah berubah tergantung pengelola Rainbow Garden.

Bisa juga ke Taman Begonia yang menjadi tempat spesial bagi penyuka tanaman, terutama bunga. Lokasi tempat menarik ini berada di Jalan Maribaya No. 120 A, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini menjadi santapan yang doyan selfie untuk dipasang di Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya.

Taman Begonia merupakan kawasan yang ditanamani berbagai bunga taman, seperti Bunga Celosia, Melampodium, Bunga Impatiens, Bunga Salvia, Bunga Geranium, dan beberapa jenis bunga lainnya.

Masih di Lembang ada Orchid Forest. Ini adalah wisata alam perkebunan dan pembibitan anggrek di tengah hutan pinus di Lembang. Tepatnya di Jalan Tangkubanparahu KM 8, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kawasan ini berada di areal seluas 12 hektare dan berada di ketinggian sekitar 1.500 di atas permukaan air laut.

Taman Bunga di Bandung yang Memiliki 157 Koleksi Anggrek

Orchid Forest memiliki sekira 157 koleksi anggrek. Selain anggrek Indonesia, anggrek dari negera lain seperti Amerika Serikat, Peru dan Venezuela juga ada. Bahkan ada anggrek unggulan dan sudah langka seperti, Anggrek Hitam (Coelogy Pandurata ), Anggrek Kantong Semar (Paphopedilum Glaucophyllum), dan anggrek golongan Paraphalaenopsis Laycocky.

Untuk ke Orchid Forest pengunjung harus bayar Rp. 30.000/orang. Bagi yang membawa serta kamera DSLR, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 50.000/orang. Tarif parkir kendaraan bermotor adalah Rp. 5.000/mobil dan Rp. 2.000/motor.

Di tengah kota ada Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa. Taman ini berada di Jalan Citarum No. 23 A, seberang Taman Lansia di Jalan Cilaki. Tak jauh dari Gedung Sate dan Museum Pos. Taman ini diresmikan Ridwan Kamil pada 30 Desember 2013.

Di taman yang luasnya sekitar satu hektare ini terdapat bermacam-macam tanaman hias, dan pohon-pohon rindang yang meneduhi taman ini. Selain jenis anggrek yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, ada beberapa bunga langka seperti Pinsettia, Kalanchoe, Amaryllis, Bogainvillea, Rhododendron dan lain-lain. Taman ini dibuka setiap hari mulai pukul pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis untuk menikmati taman ini.

Di kawasan Gambung, Ciwidey, Kabupaten Bandung, pelancong bisa mengunjungi  Barusen Hills. Tempat wisata unik karena memberikan nuansa Belanda. Pengunjung bisa memanfaatkan ornamen-ornamen ala Belanda untuk berfoto dan taman bunga yang unik. (*)

Nongkrong di Cikapundung Waterfront Park Bandung, Yuk

Cikapundung Waterfront Park atau sering disebut zona keren di Jalan Ir Sukarno, kini menjadi tempat nongkrong favorit warga Bandung. Di sini pun kerap digelar even-even yang menarik perhatian. Tak ketinggalan komunitas yang ada di Bandung memanfaatkan ruang terbuka ini untuk sekadar bertemuan sesama anggota. Tempat ini selalu ramai terutama pada weekend.

Pada Sabtu (3/2/2018) sore tak ada kegiatan di sana. Tapi, tempat nongkrong tersebut tetap ramai. Kursi-kursi yang ada di sana terisi penuh. Mereka duduk mengobrol sambil membawa bekal yang telah dibeli sebelumnya. Sebagian dari mereka ada yang dudk di tangga taman tersebut.

Di balkon tempat nongkrong itu pun tak luput dari warga yang ingin memanfaakan waktu sore tersebut. Sekelompok remaja asyik mengobrol dan di antaranya ada yang merokok. Balkon ini adalah tempat yang diperbolehkan untuk merokok. Sedangkan di bawah pengunjung dilarang untuk merokok.

Sabtu sore itu di Jalan Ir Sukarno tengah digelar bazar. Banyak pilihan yang bisa dibeli pegunjung terutama kuliner pilihan, seperti martabak, nasi beserta lauk pauknya, kerak telor, dan lain-lain. Yang menarik perhatian, terutama anak-anak, adalah smoke ice. Smoke ice adalah camilan yang terbuat dari es yang banyak mengeluarkan asap. Harganya Rp 20.000 per scope.

nongkrong
Cikapundung Waterfront Park. | Foto serbabandun.com

Pengunjung Cikapundung Waterfront Park pun banyak yang membeli kuliner di sana sebelum menikmati cerahnya sore di taman itu. Yang datang ke taman tak hanya orang dewasa tapi juga remaja, anak-anak, dan balita yabg dibawa orang tuanya.

Nongkrong Sambil Menikmati Lezatnya Kuliner

Ruang terbuka di belakang kantor PLN ini direvitalisasi Pemerintah Kota Bandung menjelang peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika, April 2015. Lahan ini tadinya untuk tempat parkir mobil pada siang hari dan subuh hingga  pagi  hari digunakan untuk bongkar muat  semua media cetak yang beredar  di Bandung.

Orang-orang lebih mengenal kawasan ini bursa koran. Setiap hari sekitar pukul 03.00 hingga sekitar pukul 06.00 agen, pengecer, dan pembeli melakukan transaksi di sini.

Taman ini dibangun berkat kerjasama Pemkot dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sesuai dengan namanya Cikapundung Waterfront Park, di sini terdapat  air mancur. Selain itu,  ada ornamen-ornamen air yang ditambah permainan cahaya (dancing water). Ada 24 lubang air mancur yang akan menyemburkan airnya ke area amphiteater dan area plaza. Keluarnya air diatur berdasarkan waktu.

Air mancur itu akan mengikuti alunan musik yang diputar. Ada dua lagu yang akan diputar untuk permainan air mancur ini, yakni lagu “Manuk Dadali” dan “Halo-halo Bandung”. Namun akhir-akhir ini air mancur tersebut tak pernah difungsikan   lagi.

Taman Dewi Sartika dan Taman Badak di Balai Kota Bandung

Kawasan taman di Balai Kota Bandung semakin menarik setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikan Taman Dewi Sartika dan Taman Badak, Selasa (19/12/2017). Taman yang berada di Jalan Wastukencana ini merupakan hasil revitalisasi dari taman sebelumya.

Warga untuk mengakses ke taman tersebut bisa masuk dari pintu sebelah selatan Balai Kota. Tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Bank Indonesia. Warga yang membawa kendaraan bisa parkir di sini. Lahan parkirnya sangat luas. Kendaraan roda empat dan roda dua bisa tertampung di sini.

Lokasi parkir Taman Dewi Sartika pun bakal menjadi terminal Bandros. Warga yang ingin berkeliling Kota Bandung dengan Bandroa bisa datang ke taman tersebut. Namun terlebih dahulu menghubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk memastikan dapat antrean. Saat Rabu (20/12/2017), dua bandros sudah siap-siap membawa wisatawan keliling Bandung meninggalkan pelataran parkir Taman Sartika.

taman dewi sartika
Taman Dewi Sartika di Kompleks Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung. | Foto serbabandung. com

Tak banyak perbedaan taman yang dulu dengan taman yang sudah direvitalisasi. Namun, Patung Dewi Sartika yang sudah ada sejak dulu di taman tersebut dipindahkan dari tempat semula ke dekat pintu gerbang taman tersebut. Patung tersebut diletakkan di atas pilar monumen yang tinggi. Monumen pahlawan asal Jawa Barat itu sudah terlihat sejak masuk pintu gerbang. Di bagian bawah sekeliling pilar terlihat tanaman berwarna merah dan kuning.

Luas Taman Dewi Sartika 4.390 m²

Di lahan Taman Dewi Sartika yang menempati lahan 4.390 m² terdapat kebun binatang mini. Letaknya berada di sebelah barat. Di kebun binatang tersebut terdapat kelinci, kalkun, burung, dan rencananya pihak Pemkot akan mendatangkan Rusa Tutul.

Lebih ke utara lagi ada patung badak putih. Patung ini pun sudah ada sejak lama. Tadinya patung ini menghadap ke barat. Kali ini dipindahkan jadi menghadap ke selatan. Di bawah patung tersebut terdapat kolam dangkal seperti yang ada di Taman Sejarah. Rabu sore itu beberapa anak-anak asyik menikmati kolam yang dilengkapi air mancur. Taman Badak menempati lahan seluas 870 m².

Tempat Kebugaran di Taman-taman Kota Bandung

TAMAN yang ada di Bandung bukan hanya untuk bermain atau bersantai. Di beberapa taman di Kota Bandung terdapat tempat kebugaran yang bisa digunakan oleh siapa pun. Perlengkapannya juga lumayan bisa untuk sekadar mengeluarkan keringat dari badan.

Tempat kebugaran di Alun-alun misalnya. Perlengkapan olahraga disimpan di sudut di luar area rumput sintetis dekat Jalan Asia Afrika. Tempat olahraga ini dekat dengan tempat bermain anak-anak. Anak-anak pun kadang ikut menggunakan alat tersebut atau melihat-lihatnya.

Siapa pun bisa menggunakan alat-alat tersebut tanpa dipungut biaya. Meski gratis, menggunakan ini ada syaratnya yakni harus dijaga kebersihan dan kelengkapannya. Jangan sampai alat yang berguna ini fungsinya tidak maksimal karena ada tangan jahil yang merusaknya.

Di Taman Persib (Taman Supratman), Jalan Supratman, pun dilengkapi sarana untuk kebugaran layaknya di gymasium (gym). Bagi yang suka fitnes bisa menggunakan alat tersebut secara gratis. Alat yang tersedia di sana di antaranya cardio, upper body workout, lower body workout, dan core muscle exercise.

tempat kebugaran taman aktif
Peralatn fitnes di Taman Aktif, Jalan Supratman, Kota Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Taman ini namanya Taman Aktif atau Active Parks. Diresmikan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Minggu, 13 September 2015. Taman ini terwujud berkat kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan pihak ketiga.

Tempat Kebugaran di Taman Gesit

Taman Gesit pun menyediakan tempat kebugaran. Tempat ini memang didesain untuk bermain sekaligus olahraga. Di sini tersedia fasilitas di antaranya tree deck, rope spider, monkey bar, dan incline board. Pengunjung bisa menikmati fasilitas tersebut sepuasnya tanpa dipungut biaya.

Taman ini berada di Jalan Dipatikur, Bandung. Tak jauh dari Kampus Unpad lama. Luasnya sekitar 556,5 m2. Taman ini memiliki konsep green dan active. Konsep green di Taman Gesit dituangkan dalam area taman hijau, dilengkapi dengan tree deck yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas pecinta lingkungan untuk beraktivitas.

Adapun di Taman Fitness tersedia alat-alat gym Alat-alat tersebut bisa digunakan pengunjung sepuasnya. Taman ini terletak di Jalan Teuku Umar-Imam Bonjol. Tempat ini didesain khusus untuk berolahraga di luar ruangan (outdoor).

Di Taman Fitness tersedia alat-alat kebugaran seperti fitness outdoor, therapy stone, jogging track, dan mini soccer yang dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung tanpa harus menjadi member terlebih dahulu.

Taman Pramuka, Taman yang Dulunya Tempat Kongko Orang Belanda

Taman Pramuka adalah taman yang sudah ada sejak zaman Belanda. Konon taman ini menjadi tempat kongko orang Belanda yang bekerja di Gedung Sate. Taman ini berada di Jalan L.L.R.E. Martadinata No.157. Sekarang taman ini sering digunakan untuk kegiatan Kwartir Cabang Kota Bandung.

Taman Pramuka dulunya bernama Taman Dipati Ukur atau sering juga disebut Orange Nassau Plain. Orange Nassau Plain dibangun pada 1920. Taman ini berada di kawasan perumahan mewah. Halamannya yang luas ditanami banyak tanaman bunga. Di tengah – tengah taman berbentuk setengah lingkaran tersebut terdapat sebuah bangunan mirip Gazebo.

Semula bangunan itu berdiri di tengah kolam tetapi ketika tiga sisi bangunannya ditutupi jendela kolam itu pun mulai ditimbuni. Di gazebo itu konon orang Belanda bersantai menikmati waktu istirahatnya. Bangunan itu menjadi kedai minuman sampai sekitar tahun 1940-an.

Bangunan itu sempat pula menjadi toko kebutuhan sehari – hari. Toko itu dikelola oleh warga keturunan Cina. Pada 1959 kawasan tersebut tak pernah digunakan lagi. Setelah lama tidak digunakan hingga pada awal tahun 1970-an, bangunan di Taman Orange Nassau Plain ini akhirnya digunakan untuk pusat kegiatan kepramukaan oleh Kwartir Cabang Kota Bandung.

Di Seberang Taman Pramuka Ada Tugu Kitri

taman pramuka
Bangunan zaman Belanda di Taman Pramuka, Bandung. | Foto serbabandung.com

Pada tahun yang sama di bagian belakang taman dibangun gedung perkantoran. Pada 1980-an gedung tersebut diperbesar. Kegiatan pramuka dan pemuda lainnya mualai banyak dilakukan di sana. Untuk itu taman tersebut namanya menjadi Taman Pramuka. Kantor Sekretariat Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bandung sendiri baru diresmikan pada 2000.

Seberang taman tersebut, di bekas SPBU berdiri monumen Tugu Kitri yang diresmikan pada tanggal 16 juni 2008 oleh Pemerintah Kota Bandung.

Di Taman Pramuka yang memiliki luas luas 12.845 meter persegi sering digunakan untuk kegiatan kepramukaan. Selain kepramukaan, warga Bandung sering menjadikan taman ini tempat untuk bersantai dan melakukan kegiatan berolahraga ringan.

Taman ini berada dekat tempat wisata belanja. Di Jalan L.L.R.E. Martadinata atau dulu orang menyebutnya Jalan Riau terdapat factory outlet dan restoran-restoran yang menawarkan hidangan khas.

Bahan Tulisan
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/613/jbptunikompp-gdl-udiayahyan-30616-9-unikom_u-g.pdf
https://bandung.merdeka.com/pariwisata/jalan-jalan-sambil-wisata-sejarah-ke-taman-pramuka-bandung–1602131.html