Taman Lalu Lintas, Pengunjung Rombongan Harga Tiketnya Didiskon

Taman Lalu Lintas adalah salah satu taman yang diserbu masyarakat pada Hari Raya Idulfitri.  Berdasarkan catatan Kompas.com, ketika libur Lebaran 2014, tak kurang 10.000 pengunjung memadati lokasi tempat rekreasi tersebut pada hari kedua Lebaran, Selasa (29/7/2014).

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution (TLL-AISN) tetap menjadi favorit  kendati tempat wisata semakin menjamur di Kota Bandung.

Taman ini berada di Jalan Belitung No. 1 Bandung. Letaknya dikelilingi Jalan Belitung, Jalan Aceh,  Jalan Sumatera dan Jalan Kalimantan. Tidak terlalu jauh dari pusat keramaian di kawasan Jalan Merdeka, dan pusat pemerintahan Kota Bandung, Balai Kota.

Taman ini diresmikan pada 1 Maret 1958.  Pada 1965 Taman Lalu Lintas ini diberi nama Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kotamadya Bandung tanggal 20 November 1965 No. 18660/65.

Ade Irma Suryani adalah putri bungsu Jendral AH Nasution yang terbunuh dalam peristiwa G 30 S PKI. Ade yang berumur 5 tahun tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahandanya.

Taman Lalu Lintas Dulu Bernama Insulinde Park

Sebelum menjadi Taman Lalu Lintas taman itu bernama Insulinde Park. Kemudian namanya berubah lagi  menjadi Taman Nusantata

Taman ini  berada di atas lahan seluas 3,5 Ha. Di lahan tersebut terdapat kir-kira 1.000 pohon dan taman bunga, termasuk pohon langka yang indah yang bisa  membuat nyaman taman ini.

Di taman ini anak-anak bisa  menggowes  sepeda dan kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Sarana rekreasi lainnya yang bisa dinikmati adalah kereta api mini, kolam renang, kerosel, kolam pancing, sepeda mini, alat mainan stasionary, mobil batere, mandi bola,  dan playground.

Jika pada tahun sebelumnya harga tiket masuk ke taman ini hanya Rp 6.000 per orang, tahun ini harganya menjadi Rp. 7.500 per orang. Harga tersebut sudah termasuk donasi untuk PMI.

Bagi pengunjung yang datang secara rombongan, ada  potongan harga tiket masuk dan untuk beberapa alat mainan yang tersedia. Sedangkan panti asuhan akan mendapatkan penawaran spesial, yaitu tidak dikenakan bayaran. *

Sumber: http://tamanlalulintas-bandung.blogspot.com/2012/11/rekreasi.html?m=1

Taman Foto, Tempat Pameran Foto Outdoor

DI Kota Bandung ada Taman Foto. Taman ini terletak di Jalan Taman Cempaka, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Sumur Bandung. Sebelumnya bernama Taman Cempaka. Taman ini untuk memanjakan masyarakat yang punya hobi fotografi.

Foto-foto mereka bisa dipajang tepat di tengah-tengah taman. Siapa pun boleh memajang fotonya di sana. Namum masyarakat  harus mencetak foto sendiri dengan ukuran 30R.

Di sini juga terdapat arena bermain anak seperti ayunan hingga besi yang tersusun menjadi sebuah bentuk lingkaran.

Bangku-bangku di Taman Foto Bandung berbentuk menyerupai huruf L dengan warna oranye yang dominan.

Di bagian ujung taman ini terdapat ornamen berbentuk huruf C dengan ukuran besar seperti tulisan “Dago” di perempatan Jalan Ir H Djuanda Bandung.

Taman Foto Ada Fasilitas Wifi Gratis

Taman ini diresmikan pada Sabtu 21 Desember 2013. Menurut laman fotografiindonesia.net gagasan aktivasi taman tersebut dilontarkan oleh Air Fotografi Network yang dipimpin oleh Galih Sedayu setahun sebelum taman ini diresmikan. Taman ini juga dilengkapi fasilitas wifi gratis.

“Jadi nanti untuk menggelar pameran foto, tidak perlu di gedung. Bisa di sini, di area terbuka,” tutur Wali Kota Bansung Ridwan Kamil dikutip Sindo,  saat peresmian,  Sabtu (21/9/2013). *

Foto: http://www.jabarprov.go.id/

Taman Jomblo, Dilarang Pacaran di Taman Ini

Masih di bawah jalan layang Pasupati, di Kota Bandung ada sebuah taman buat pria atau perempuan yang tidak atau belum punya pacar. Dijamin, mereka takkan malu berada di taman itu sendirian karena syaratnya memang dilarang pacaran. Namanya Taman Jomblo. Taman ini diresmikan oleh  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pada 4 Januari 2014.

Tidak seperti taman kebanyakan yang menawarkan rindangnya pohon dan indahnya bunga, di taman ini hanya ada tempat duduk. Bentuknya kubus berukuran kecil warna-warni. Uniknya  hanya muat untuk satu orang. Terdapat sekitar 60 kubus berbeda-beda ukuran.

Taman Jomblo  Memiliki Luas Sekitar 30 x 25  Meter

Selain untuk tempat duduk kubus ini juga  bisa digunakan sebagai tempat memajang karya seni sesuai dengan tema taman tersebut yang untuk kalangan anak muda.

Istilah Taman Jomblo dibuat sendiri oleh Ridwan Kamil karena keberadaan tempat duduk di taman tersebut.

Taman ini memiliki luas sekitar 30 x 25 meter.

Menurut Emil dipilihnya lokasi di bawah jalan layang agar pengunjung taman tidak kehujanan. “Dilarang pacaran di taman Jomblo,” ucap Emil sambil tertawa seperti dikutip Kompas.com, Minggu (4/1/2014). *

Taman Film, Tempat Nonton Bersama Persib Bertanding

TAMAN yang ini hanya ada di Kota Bandung. Namanya Taman Film. Wali Kota Bandung Ridwan mendirikan taman ini untuk memberikan kenyamana pada warganya. Sejak terpilih menjadi wali kota lulusan Universitas California, Berkeley, ini rajin sekali membangun taman tematik di kota ini.

Taman Film berada di bawah jalan layang Pasupati, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Taman yang dibangun khusus untuk warga Kota Bandung untuk menonton film ini memiliki luas 1300 meter persegi dan berkapasitas 500 orang penonton.

Taman Film
Taman Film. | Foto serbabandung,com #serbabandung

Untuk layar film, taman ini dilengkapi teknologi videotron raksasa berukuran 4×8 meter. Telinga penonton juga bakal dimanjakan oleh sound sistem berkualitas jempol dengan kekuatan daya listrik 3.3000 watt.

Penonton semakin nyaman karena bebas memilih tempat duduk. Bisa duduk  di tempat duduk beton bergaya terasering sawah. Bisa juga lesehan di atas rumput sintetis di depan layar. Lagi pula untuk masuk ke taman ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Karpet di Taman Film Mudah Terbakar

Tapi meski gratis ada syarat-syarat yang harus dipenuhi warga yang ingin menonton di sana. Apa itu? Tidak berat, asal tidak merokok dan tidak buang sampah sembarangan. “Karpetnya mudah terbakar,” kata Emil dalam sambutannya saat peluncuran taman tersebut, Minggu (14/9/2014) sore.

Membangun Taman Film ini tidak murah, mencapai satu miliar rupiah. Namun, menurut Emil, untuk membangun taman ini tidak menggunakan anggran pendadapatan dan belanja daerah (APBD). Dananya diperoleh dari corporate social responsibility  (CSR) beberapa perusahaan.

Di sini para bobotoh  bisa menonton barsama pertandingan Persib, saat  tim kesayangan warga Jawa Barat ini bermain di kandang lawan. Terkait ini Ridwan Kamil wanti-wanti agar para bobotoh tetap menjaga taman kebanggaan warga Bandung ini.

Tama Film masih satu paket dengan taman lain yang berada di bawah jalan layang pasupati ini. Sebelum ke Taman Film pengunjungbisa menikmati Taman Jomblo dan Taman Skate Board. Taman Jomblo adalah taman yang terdiri dari tembok-tembok untuk tempat duduk, Mengapa disebut Taman Jomblo karen kursi yang terbuat dari tembok tersebut hanya cukup untuk satu orang, *