Categories
Kuliner

Kedai Bakso Panghegar, Penjual Bakso Favorit Warga Bandung

BAKSO Panghegar Bandung adalah kedai bakso yang telah mendapat tempat di hati warga Bandung. Kedai bakso yang berada di Jalan Holis Nomor 226 ini sudah lama berdiri, yakni pada 1985, ketika perintisnya Wigianto Surya berjualan mi bakso di depan pabrik Bakso Panghegar.

Pabrik baksonya sendiri telah ada sejak 1979. Pabrik ini pun merupakan milik Wigianto. Olahan mi bakso yang dijual Wigianto merupakan hasil produksi dari pabrik ini. Tak hanya untuk Bakso Panghegar Bandung, pabrik ini memiliki pelanggan setia yang selalu menggunakan produk pabrik Bakso Panghegar. Pedagang bakso Panghegar tersebar di seluruh Bandung.

Bakso Panghegar Bandung

Ilustrasi Bakso Panghegar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pertama kali berjualan Wigianto menjual mi bakso menggunakan gerobak. Dua tahun kemudian, penjualan mi bakso meningkat. Untuk memberikan kenyamanan pada pelanggan, Wigianto pindah ke tempat yang lebih representatif. Tempat itu menjadi rumah makan Bakso Panghegar Bandung hingga sekarang.

Bakso Panghegar Bandung booming pada 1990-an. Ketika itu semua warga Bandung seperti tersihir oleh kemasyuran bakso bikinan Wigianto. Bukan berarti kuliner di Bandung saat itu belum marak seperti sekarang, bakso Panghegar memang sangat dicari warga Bandung, dan bahkan pelanggannya ada yang datang dari luar kota.

Saat ini, Bakso Penghegar Bandung dikelola oleh putra Wigianto, Andri Wijaya bersama suadaranya yang lain. Dalam blog My Other Corner, Andri mengaku kejayaan Bakso Panghegar telah lewat. Namun, dia yakin dan akan terus mempertahankan usahanya ini. Dia memiliki resep jitu untuk mewujudkannya yakni memberikan pelayanan yang terbaik pada pelanggannya.

Sajian Bakso Panghegar Bandung

Sajian Bakso Panghegar Bandung tidak berbeda dengan sajian bakso lainnya. Di sini tersedia bakso besar, bakso kecil, mi kuah, mi yamin, atau bakso campur pangsit. Jenis baksonya ada bakso halus, bakso urat, bakso cincang, otak-otak, dan bakso gepeng. Jika ingin beli mentahannya juga bisa tinggal pergi ke pabriknya yang tak jauh dari kedai bakso.

Bakso Panghager Bandung memiliki lahan yang luas. Ada pilihan tempat buat pengunjung untuk menikmati bakso. Di sini tersedia tempat lesehan dan tempat layaknya restoran lainnya yakni disediakan kursi dan meja. Taman yang hijau bisa menjadi pamandangan lain bagi pengunjung sebelum atau saat menikmati sajian bakso.

Jika memutuskan untuk segera berkunjung ke kedai Bakso Panghegar Bandung, jangan sekali-kali pada Senin. Hari itu merupakan hari libur bagi kedai tersebut. Bagi yang baru pertama kali ke sana, Kedai Bakso Panghegar tidak sulit dicari karena lokasinya berada di pinggir Jalan Holis. Tak jauh dari Jalan Soekarno Hatta, Pasirkoja. *

Categories
Kuliner Wisata

Menikmati Nasi Timbel di Kawasan Ciumbuleuit Bandung Utara

PUNCLUT  Bandung di Ciumbuleuit? Hmmm, pasti teringat nasi timbel, kan. Kawasan ini memang sudah lama terkenal dengan kuliner khas Sudanya. Berada di dataran atas kota di Bandung Utara, daerah ini menjadi tujuan favorit para pelancong untuk melepaskan penat. Tengok saja pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur, jalanan di sini pasti penuh oleh warga atau wisatawan yang berjalan kaki untuk berolahraga pagi.

Tak hanya pada pagi, siang atau sore, ketika malam datang pun masih banyak pelancong yang masih menikmati sejuknya kawasan Punclut Bandung. Sekaligus juga mereka menikmati keindahan lampu-lampu yang gemerlap di Kota Bandung. Kalau lagi cerah, beberapa ikon seperti tower Masjid Agung atau Jembatan Pasupati bisa terlihat dari sini.

punclut bandung

Kawasan Punclut Bandung di  Ciumbuleuit. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Punclut Ciumbuleuit merupakan dataran tinggi yang terdekat dari Bandung. Jaraknya hanya 7 kilometer dari pusat kota. Kawasan ini memiliki luas lebih kurang 286 hektare dan menjadi paru-paru Kota Bandung dengan suhu rata-rata 15 derajat celsius hingga 22 derajat celsius.

Untuk ke Punclut Ciumbuleuit, bisa masuk dari arah Jalan Ciumbuleuit terus saja lurus. Setelah sampai di RS Salamun, belok ke Jalan Bukit Raya. Dari sana jalan terus hingga akhirnya terlihat jalanan tidak terlalu lebar.

Di kawasan Punclut Ciumbuleuit terdapat jajaran kios dan pedagang kaki lima di sisi kiri dan kanan jalan. Para pedagang ini menjual berbagai macam pernak pernik mulai dari makanan sampai dengan keperluan rumah tangga. Di sini juga banyak penjual kuliner khas Sunda seperti nasi timbel, tutut, sambal pecel dan yang lainnya.

Satu kedai yang menjual kuliner khas Sunda di Punclut Ciumbuleuit adalah Saung Katineung Rasa Ibu Ikah. Saung ini berada di Desa Pagerwangi Bandung. Sambil menikmati makanan dari suang ini bisa melihat pemandangan yang terhampar hijau.

Menu yang disajikan termasuk relatif terjangkau. Ada ayam yang dibandrol Rp 15.000. Kemudian nasi Rp 3.000. Untuk minyman yang menyegarkan, di Saung Katineung Rasa Ibu Ikah Punclut Ciumbuleuit tersedia kelapa muda yang harganya Rp 10.000.

Jalan Punclut Ciumbuleuit jalan yang bisa tembus ke Lembang. Jalan ini merupakan jalur alternatif wisatawan yang akan ke sana. Jalannya cukup sempit dan menanjak. Namun tetap bisa digunakan jika ke jalan utama ke arah Lembang arus lalu lintasnya mengalami kemacetan.

Punclut Bandung

  • Bisa lihat Bandung dari ketinggian
  • Banyak penjual kuliner khas Sunda
  • Cocok untuk jalan-jalan pagi
  • Jalan alternatif ke Lembang
  • Tak jauh dari pusat kota
Categories
Kuliner

Perkedel Bondon Sudah Berjualan Sejak 1994, Buka Hanya Malam Hari

MAKANAN ini salah satu kuliner yang terpengaruh oleh makanan dari Belanda. Namanya perkedel. Di Belanda makanan semacam ini disebut frikadel. Penganan ini terbuat dari kentang rebus yang ditumbuk dicampur dengan daging cincang, irisan bawang daun, seledri dan bumbu-bumbu. Di Bandung sendiri ada makanan yang bernama perkedel bondon.

Kemudian adonan yang sudah berbentuk lonjong digoreng setengah matang kemudian dicelupkan ke dalam telur dan digoreng kembali hingga warnanya kecokelatan. perkedel biasanya disajikan bersama nasi sebagai lauknya atau dimakan sebagai camilan yang dicocolkan ke sambal.

Perkedel bondon.

Perkedel Bondon. | Foto www.infobdg.com

Perkedel tidak hanya terbuat dari kentang saja tetapi ada juga yang terbuat dari ubi jalar, singkong, jagung,  dan tahu. Cara pembuatannya sama dengan prekedel yang terbuat dari kentang.

Orang Bandung pun banyak yang menyukai makanan ini. Biasanya untuk mendapatkannya di rumah makan Sunda atau di pasar tradisional. Namun yang paling banyak dikenal orang adalah perkedel bondon.

Perkedel ini dijual di kedai yang berada di terminal Stasiun Hall, Jalan Kebonjati, Bandung. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Bandung. Untuk masuk ke terminal harus lewat dari arah Kebonjati.

Bagi orang Bandung perkedel bondon identik dengan kuliner malam. Kedai ini memang bukanya hanya pada malam hari yakni pukul 23.00 hingga habis. Biasanya pada akhir pekan perkedel sudah habis sebelum pukul 02.00.

Untuk mendapatkan makanan  yang harga perpotongnya Rp 1.500, pengunjung harus mengantre dulu. Pengunjung harus mengambil nomor antrean di meja yang terletak di depan kedai. Setelah menunggu nomor antrean pun dipanggil.

Perkedel Bondon Mulai Dikenal Sejak 1994

Perkedel bondon mulai dikenal warga Bandung sejak 1994. Namun pemilik kedai ini sudah berjualan sejak 1950-an. Awalnya perkedel dijual berkeliling menggunakan gerobak di terminal oleh pemiliknya. Pemiliknya saat ini masih hidup.

Nama perkedel bondon muncul karena kedai ini menjadi tempat nongkrong para pekerja seks komersial. Bondon sendiri merupakan bahasa prokem panggilan buat perempuan nakal. Versi lain kenapa perkedel ini disebut prekedel bondon karena dulunya kedai ini menjadi tempat singgah perempuan yang baru pulang dugem di sekitar Jalan Kebonjati dan Pasirkaliki. *

Bahan tulisan ini ada  yang diambil dari Kompas.com.

Categories
Kuliner

Baso Jai di Dekat Rel yang Pembelinya Harus Sabar Antre

INI dia bakso yang telah melegenda di Kota Bandung. Namanya Baso Jai. Jangan bayangkan bakso ini berada di restoran mewah. Bakso Jai hanya menempati lahan dekat Jalan Kereta Api di Jalan Gudang Selatan, tak jauh dari Jalan Ahmad Yani.

Kedainya hanya ditutupi tenda terpal dan sebuah spanduk berukuran besar yang bertuliskan “Baso Ja’i sejak 1960”. Namun, jangan kaget ketika datang ke sana harus rela mengantre untuk mendapatkan seporsi bakso. Pengunjung datang silih berganti terutama pada malam hari. Bahkan ada pengunjung yang duduk di bangku panjang tanpa meja.

baso jai

Baso Jai di Jalan Gudang Selatan Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Lihat saja di dekat tenda Bakso Jai berjejer mobil mewah parkir. Mobil tersebut merupakan mobil milik pengunjung Bakso Jai. Para penikmat Bakso Jai bisa menikmati bakso ini di mobil. Tak perlu turun karena akan ada yang datang melayani dan menanyakan bakso yang akan dipesan, kemudian diantarkan.

Baso Jai merupakan buatan sendiri yang menggunakan resep turun temurun. Cara ini dilakan pemilik Baso Jai agar langganan tak meninggalkan Baso Jai yang telah dirintis sejak lama. Ada dua jenis bakso yang dijual di sini yakni bakso urat dan bakso isi daging.

Satu porsi Bakso Jai terdiri dari empat bakso berukuran besar. Bisa ditambah dan tahu atau mi sesuai pesanan pembeli. Harga satu porsinya kisaran Rp 17.000-20.000.

Bagi yang belum pernah ke tenda Baso Jai memang agak susah untuk ke sana. Tenda Bakso Jai tak jauh dari rel kereta api di Jalan Ahmad Yani. Dari arah Pasar Kosambi lurus saja. Saat menemukan rel kereta api tinggal belok ke Jalan Gudang Selatan, tetapi jangan salah malah belok ke Jalan Gandapura. Tendanya tak jauh dari belokan itu.

Kedai bakso ini buka pada pukul 13.30 – 22.00. Itupun kalau baksonya masih ada. Tetapi biasanya sudah habis dan terpaksa tenda bakso harus tutup lebih awal.

Baso Jai Jalan Burangrang

Sekarang Baso Jai tak hanya buka di Jalan Gudang Selatan, tetapi juga ada di Jalan Burangrang. Kedainya juga sederhana tidak jauh dari Radio Dahlia. Di luar kedai yang berwarna putih tertera tulisan “Baso Ja’i Sejak 1960”. *

Categories
Kuliner

Foodcourt yang Layak Dikunjungi, Salah Satunya Foodcourt di IBCC

MAU makan enak? Datang saja ke Food Plaza Mal Istana Building Commodities Center Bandung (IBCC) Jalan Ahmad Yani. Foodcourt di sini termasuk lengkap karena hampir semua jenis makanan tersedia di sini. Mulai dari hidangan pembuka hingga makanan penutup.

Food Plaza IBCC berada di sebuah koridor mal tersebut. Berada di lantai bawah mal tersebut. Cocoknya makan di sini setelah lelah berbelanja kebutuhan bahan bangunan atau barang elektronik, tetapi bagi yang sangaja datang ke sini pun tidak masalah.

food plaza ibcc

Food Plaza IBCC, Jalan Ahmad Yani, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Layaknya sebuah foodcourt kedai-kedai kecil dengan berbagai aksesorinya berusaha menarik pembeli ke sana. Untuk mendapatka makanan atau minuman yang dikehendaki pengunjung tinggal mendatangi kedai tersebut.

Pengunjung yang datang ke sini biasanya lumayan ramai. Begitu juga pada Kamis (24/3/2016), mereka ada yang masih menenteng belanjaan memenuhi meja-meja yang tersedia di sana. Mereka juga ada yang membawa anak-anaknya untuk menikmati makanan di sana.

Di foodcourt Food Plaza IBCC terdapat kuliner yang sudah termasyur di Kota Bandung. Pa Oyen 18 Priangan misalnya. Es campur ini merupakan cabang dari Es Pa Oyen 18 Priangan yang tersebar di mana-mana. Es campur yang terdiri dari buah-buahan yang ditaburi sekoteng ini cukup segar dinikmati setelah lelah berbelanja.

Bagi penikmat dimsum di sini ada Kedai Dimsum 168 yang menjual sekitar lima belas varian. Kelima belas dimsum tersebut di antaranya hakau, siomay, kwotie, angsio ceker ayam, hisit, pangsit, dan lumpia. Satu porsi dim sum di sini rata-rata dibanderol Rp 16.000.

Ada juga menu khas Jepang seperti Takoyaki & Fugo Ramen. Takoyaki bentuknya bulat seperti bakso yang terbuat dari tepung dan gurita yang dipanggang. Makanan Jepang ini  dipanggang dalam cetakan khusus berbentuk setengah bulatan. Takoyaki dibalik-balik agar bisa membentuk bulatan seperti bakso.

Ini adalah beberapa kedai yang berada di Food Plaza IBCC, nasi liwet Ibu Sis, Seafood KK Ad, Ayam Jimbaran Bu Mega, Bebek goreng Cihampelas, Sate hotplate, Kedai Jinten, Mie tek tek Jawa dan Nasi goreng, Echo Oishi Bento, Kakatua, dan Aneka Makanan Jawa

Menu yang lain adalah Kedai penyet, Manna, Kedai C&C, Kampung Geol, Es Pak Oyen, Bakso Malang Cipaganti, Bakso Cuanki Dara Kembar, Pempek Ratu, Razaqqu, Kedai Dimsum 168, Takoyaki & Fugo Ramen, Bonti Chinese Food, Lomie Imam Bonjol, Sate Maranggi, Batagor Bunda, Mie Kocok, Saung Kendil, Rumah Ikan, Kedai Mangga, dan Dapur Bali. *

Menu di Food Plaza di IBCC

  • Nasi liwet Ibu Sis
  • Seafood KK Ad
  • Ayam Jimbaran Bu Mega
  • Bebek goreng Cihampelas
  • Sate hotplate
  • Kedai Jinten
  • Mie tek tek Jawa dan Nasi goreng
  • Echo Oishi Bento
  • Kakatua
  • Aneka Makanan Jawa
  • Kedai penyet
  • Manna
  • Kedai C&C
  • Kampung Geol
  • Es Pak Oyen
  • Bakso Malang Cipaganti
  • Bakso Cuanki Dara Kembar
  • Pempek Ratu
  • Razaqqu
  • Kedai Dimsum 168
  • Takoyaki & Fugo Ramen
  • Bonti Chinese Food
  • Lomie Imam Bonjol
  • Sate Maranggi
  • Batagor Bunda
  • Mie Kocok
  • Saung Kendil
  • Rumah Ikan
  • Kedai Mangga
  • Dapur Bali