Categories
Belanja

Balubur Town Square, Dekat dengan Taman Jomblo

SATU lagi mal yang berada di Kota Bandung sebelah utara adalah Balubur Town Square atau Baltos. Mal ini persisnya berada di Jalan Taman Sari. Dekat dengan jalan layang Pasupati, dan sudah pasti tidak jauh dari Kampus ITB, dan Kebon Binatang Bandung yang masih berada di Jalan Tamansari.

Mal ini juga dekat dengan Taman Pasupati. Taman di bawah jalan layang Pasupati tersebut persis berada di samping Baltos. Taman Pasupati semakin populer karena di sana ada Taman Jomblo, Taman skateboard, dan Taman Film.

Sebuah media online, bandung.bisnis.com menilai prospek bisnis properti di Baltos sangat strategis karena letaknya yang berada di pusat kota dan dikelilingi berbagai universitas terkemuka di Bandung.

“Konsep Baltos berbeda dengan mal lain. Kami lebih mengutakaman kemudahan bagi konsumen. Sewa atau beli dengan jasa kredit mikro oleh bank, sejauh ini juga cukup banyak dilakukan oleh investor. Target kami tahun ini 90 persen terisi,” kata General Manager Baltos Della Yanti seperti dikutip bandung.bisnis.com, Rabu (20/3/2013).

Di Balubur Town Square Ada Hijab Store

Salah satu andalan Baltos adalah menyediakan area khusus Hijab Store. Hijab Store ini untuk memberikan ruang pada perkembangan luar biasa bisnis busana muslimah. Di Hijab Store sering diadakan even.

Perusahaan besar yang menggunakan jasa Baltos adalah PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. Pusat perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup yang terbesar dan terlengkap di Indonesia ini mulai menempatinya pada 15-17 Juni 2012.

ACE Home menempati tenant seluas mencapai 3.200 m2. ACE Home Center di Balubur Town Square ini merupakan  toko ke-4 di Kota Bandung. Sebelumnya ACE Hardware telah hadir di Istana Plaza, Plaza IBCC dan  Festival Citylink. Sedangkan di seluruh Indonesia yang ke-64.

Menurut rilis  PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. pemilihan lokasi di Balubur Town Square, Bandung ini karena melihat potensi pasar yang semakin besar seiring dengan berkembangnya kota Bandung.

Balubur Town Square pun dinilai berada di lokasi strategis dengan akses transportasi yang mudah. Dalam rilis disebutkan, kehadiran toko ini akan lebih memudahkan untuk melengkapi kebutuhan home improvement dan lifestyle masyarakat Bandung dan sekitarnya. *

Categories
Belanja

ITC Kebon Kalapa, Dibangun di Bekas Terminal

PUSAT perbelanjaan di Bandung sebelum marak berdirinya mal disebut ITC.  ITC singkatan dari Internasional Trade Center. Salah satu yang dibangun  pemerintah kota (Pemkot) Bandung adalah ITC Kebon Kalapa.

ITC Kebon Kelapa  berada di Jalan Mohammad Toha. Lokasinya tak jauh dari pusat keramaian seperti Lapangan Tegallega, Jalan Dewi Sartika, Alun-alun, dan King Shopping Centre.

Pusat perbelanjaan  yang memiliki luas bangunan keseluruhan 24.000 meter persegi ini diresmikan pada 2002 oleh Wali Kota Bandung saat itu AA Tarmana. Gedungnya terdiri dari 4 lantai dan memiliki pelataran parkir yang cukup luas.

Barang-barang yang dijual di ITC Kebon Kalapa bermacam-macam seperti perhiasan, elektronik, perabotan rumah tangga termasuk mainan anak-anak, aksesori, sepatu, jam tangan,handphone, komputer,  area foodcourt, dan  tekstil.

Seperti pusat perbelanjaan lainnya, ITC selalu dipadati saat liburan datang. Terlebih pada bulan Ramadan, dan menjelang Idulfitri. Pedagang di sana disibukan oleh para konsumen yang datangnya dari berbagai sudut Kota Bandung.

Bangunan yang sekarang menjadi pusat perbelanjaan itu dulunya adalah sebuah terminal bus, angkot, dan bemo. Pada 1980-an alat transportasi di kota selain ankot dan bus ada juga bemo. Terminal Kebon Kalapa menjadi persinggahan elf dan bus yang menuju Bandung Selatan, seperti ke Ciparay atau Majalaya. Sekarang pun masih banyak Elf yang  ngetem di sana. Persis di samping gedung itu.

Sebenarnya nama Terminal Kebon Kalapa adalah Terminal Abdoel Moeis. Nama itu untu menghormati tokoh perjuangan saat pembebasan dari cengkraman penjajah. Dalam laman serbasejarah.wordpress.com disebutkan  Abdoel Moeis sempat tinggal di kawasan Kebon Kalapa. Disebutkan pula Abdoel Moeis adalah yang ikut  menggagas berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dulu di terminal itu ada warung makan Ampera. Warung ini sangat terkenal bagi orang Bandung yang sering ke Terminal Kebon Kalapa. Kini warung makan Ampera sudah memiliki cabang di mana-mana. Ampera yang di Terminal Kebon Kalapa sudah tidak ada. Sebagai gantinya ada Ampera yang tepat di seberang  ITC Kebon Kalapa.*

Fakta ITC Kebon Kalapa

  • Barang-barang yang dijual di ITC di antaranya adalah  perhiasan, elektronik, perabotan rumah tangga termasuk mainan anak-anak, aksesori, sepatu, jam tangan,handphone, komputer,  area foodcourt, dan  tekstil.
  • ITC selalu dipadati saat liburan datang. Terlebih pada bulan Ramadan, dan menjelang Idulfitri. Pedagang di sana disibukan oleh para konsumen yang datangnya dari berbagai sudut Kota Bandung.
  • Bangunan yang sekarang menjadi pusat perbelanjaan itu dulunya adalah sebuah terminal bus, angkot, dan bemo. Pada 1980-an alat transportasi di kota selain angkot dan bus ada juga bemo.
  • Terminal Kebon Kalapa menjadi persinggahan elf dan bus yang menuju Bandung Selatan, seperti ke Ciparay atau Majalaya. Sekarang pun masih banyak Elf yang  ngetem di sana. Persis di samping gedung itu.
  • Nama Terminal Kebon Kalapa adalah Terminal Abdoel Moeis. Nama itu untu menghormati tokoh perjuangan saat pembebasan dari cengkraman penjajah. Dalam laman serbasejarah.wordpress.com disebutkan  Abdoel Moeis sempat tinggal di kawasan Kebon Kalapa. Disebutkan pula Abdoel Moeis adalah yang ikut  menggagas berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB).
  • Dulu di terminal itu ada warung makan Ampera. Warung ini sangat terkenal bagi orang Bandung yang sering ke Terminal Kebon Kalapa. Kini warung makan Ampera sudah memiliki cabang di mana-mana. Ampera yang di Terminal Kebon Kalapa sudah tidak ada. Sebagai gantinya ada Ampera yang tepat di seberang  ITC Kebon Kalapa.

 

Categories
Belanja

Toko Elektronik Jalan ABC Menjual Berbagai Merek

JIKA ingin jalan-jalan sambil melihat-lihat barang elektronik toko elektronik Jalan ABC bisa jadi pilihan. Semua jenis barang elektronik hampir semuanya ada di sini. Mulai dari televisi, mesin cuci, kulka,  mp3 player, telepon, setrika, blender, dan jenis lainnya bisa dicari di sini.

Jalan ABC tidak jauh dari Pasar Baru, jaraknya hanya beberapa meter saja. Jalan ini memanjang dari Jalan Oto Iskandardinata hingga perempatan Jalan ABC, Braga, dan Naripan.  Jalan ABC terpotong oleh Jalan Banceuy.

Namun toko-toko elektronik tidak sampai ke kawasan tersebut. Toko-toko elektronik yang berjajar di sana hanya dari Jalan Oto Iskadardinara sampai Jalan Banceuy. Tinggal pilih saja toko mana yang akan dikunjugi.

Uniknya berbelanja di sinis bisa ditawar. Berbeda dengan toko elektronik di mal-mal yang sudah membandrol harga. Harganya pun bisa jadi lebih murah ketimbang di tempat lain. Tergantung hasil tawar menawar pembeli dan penjual.

Toko elekronik yang paling besar di kawasan itu adalal Log In Megastore. Mal elektronik ini terdiri dari 6 lantai dengan menyediakan lebih dari 3.000 jenis produk dari 127 brand ternama. Dulu mal ini bernama Toko Asia Nada.

Tak hanya barang elektronik di jalan ini juga bisa berbelanja kaca mata. Toko kaca mata di Jalan ABC juga sudah terkenal menjual berbagai jenis kacamata berkualitas. Para pembeli kacamata di daerah ABC ini, tidak hanya menjadikan kacamata sekadar alat bantu membaca, tetapi sebagai penunjang fashion.

Salah satu optik yang ada di sana adalah S’luvita Jaya Optical.  Optik ini  menawarkan berbagai model frame kacamata untuk anak-anak hingga dewasa. Tentu saja juga  lensanya. Seperti diberitakan bandung.bisnis.com, 29 Agustus 2013,  Sofian Hadi, Pemilik S’luvita Jaya Optical, mengklaim optiknya dapat menjual 40 lusin atau sekitar 500 frame setiap harinya.

“S’luvita Jaya Optical menyediakan berbagai frame asli dengan harga Rp 600.000 ke atas, kw super Rp 300.000-Rp 600.000 dan kw murah di bawah Rp300.000,” katanya seperti dikutip bandung.bisnis.com. *

Lazada Indonesia

Categories
Belanja

Sentra Onderdil Jalan Banceuy, Ada Juga Aksesori Mobil

JALAN Banceuy tidak lantas pudar namanya setelah lembaga pemasyarakatan Banceuy pindah ke Jalan Soekarno Hatta. Jalan Banceuy tetap terkenal dengan sentra onderdil Jalan Banceuy. Di sini berbagai macan onderdil bekas, terutama mobil bisa didapatkan.

Di trotoar jalan berderet roda pedagang yang menjajakannya. Tidak hanya onderdil tapi juga aksesori mobil seperti setir, velg, lampu, dan lain sebagainya. Jika membeli di sana biasanya para pembeli mendapatkan sevis dari pedagang berupa jasa pemasangan.

Jalan Banceuy yang memanjang dari Jalan Asia Afrika hingga Jalan Suniaraja ini terpotong oleh Jalan ABC. Para pedagang di  sentra onderdil Jalan Banceuy berderet mulai dari perempatan Jalan ABC dengan Jalan Banceuy hingga ke Jalan Suniaraja.

Tidak jelas sejak kapan para pedagang onderdil ini berderet di jalan ini. Dikutip dari news.detik.com edisi 11 Januari 2010, kawasan ini mulai menggeliat pada 1950-an. Eman Candra (64), yang diwawancara news.detik.com mengaku sudah berdagang sejak 1965 di kawasan itu.

Disebutkan, Pasar Banceuy  juga dikenal dengan nama Santiong. Santiong adalah nama pemakaman warga Tionghoa. Pemakaman berubah menjadi terminal. Mulai saat itulah  pedagang-pedagang kaki lima mulai menjual onderdil.

Di  Sentra Onderdil Jalan Banceuy Ada Penjual Lampu Hias

Tidak hanya pedagang onderdil yang ada di sana. Di kawasan itu banyak juga toko-toko yang menjual berbagai lampu hias. Ada sekitar 30 toko. Toko-toko ini, menurut Tribunnews, mulai bermunculan pada 1960.

“99 persen lampu yang kami tawarkan produk Cina,” ujar Cici, salah seorang pemilik toko lampu hias di Jalan Banceuy, seperti dikutip  Tribunnews, Rabu (29/8/2012).

Jangan lupakan juga Pabrik Kopi Aroma. Pabrik ini tepat berada di belokan pertigaan Jalan Pecinan Lama dan Jalan Banceuy. Pabrik kopi ini sudah melegenda namanya, dan sudah tersohor tidak hanya di Kota Bandung, tapi juga ke luar Kota Bandung. *

Categories
Belanja

Bandung Electronic Center, Mal Khusus Produk Elektronik

Istana Bandung Electronic Center  (BEC) adalah mal khusus produk elektronik. Berada di Jalan Purnawarman, mal ini menjadi primadona yang mencari barang-barang elektronik terutama gadget. Saking banyak pengunjung yang ingin membeli atau menservis gadget miliknya, mal ini menjadi lebih terkenal karena konter-konter gadget-nya.

Mal elektronik di BEC menjadi tren bagi mal-mal lainnya yang khusus membidik pembeli elektronik. Sejauh ini BEC yang paling sukses menjaring pembeli pruduk-produk tersebut. Mal-mal khusus elektronik yang lain, meski masih ada yang mengunjunginya, tidak seramai pengunjung yang datang ke BEC.

Para pengunjung tak hanya bisa membeli gadget di sini, tapi bisa juga menservisnya atau bahkan menukar tambah dengan gadget yang baru. Konter-konter siap melayani siapa pun. Selain konter di BEC ada tenan-tenan yang menawarkan gadget terkenal seperti Samsung, Apple, atau Blackberry. Semua merek ada di mal yang tak jauh dari mal Bandung Indah Plaza atau BIP ini.

BEC juga tak jauh dari Toko Gramedia, hanya berseberangan. Jadi jika pengunjung ingin melanjutkan belanja buku bisa langsung ke Toko Gramedia di Jalan Merdeka Bandung.

Bandung Electronic Center Usung One Stop Gadget & IT Shopping Mall

Mal yang memiliki tagline One Stop Gadget & IT Shopping Mall, ini telah direnovasi beberapa kali. Untuk memberikan kenyamanan para pengunjungnya, pengelola menambah food court di BEC. Food cort ini berada di lantai 3. Tempat ini manjadi pilihan setelah berlama-lama belanja, atau sedang menunggu handphone yang  diservis untuk mencicipi berbagai hidangan yang tersedia di sana.

Ada juga meeting room yang disewakan. Ruangan rapat yang terletak di lantai 3 ini bisa menampung 40 orang. BEC memang tidak hanya menawarkan tempat berbelanja saja.

Istana Bandung Electronic Center merupakan milik Istana Grup. Istana Group selain mengelola BEC juga Pasar Baru di Jalan Oto Iskadardinata, pusat perbelanjaan Balubur Town Square, BECC, ITC Kosambi, dan Setrasari Plaza. Masing-masing memiliki kekhasannya masing-masing.

Bagaimana? Jika tertarik langsung saja datang ke mal tersebut. *

Ilustrasi: http://istanagroup.com/projects-commercialcenters-bec