Armor Centrum Million Balls, Wisata Selfie Tempat Mandi Bola

mandi bola amor centrum milloin balls
Tempat mandi bola di Centrum Milloin Balls. | Foto https://www.instagram.com/p/Blx2kFLgi-K/?taken-by=eatoutbdg

Mandi bola adalah salah satu wahana di tempat wisata selfie Armor Centrum Million Balls.

Wahana mandi bola Armor Centrum Million Balls berada di Jalan Belitung No 10.

Kolam bola yang tersedia luasnya 560 meter persegi. Tempat berenang bola ini disediakan untuk remaja dan orang dewasa.

Armor Centrum Million Balls menempati gedung bekas kolam renang zaman kolonial.

Gedungnya, persis di depan Taman Musik dan tak jauh dari gedung Kampus SMA Negeri 3 dan 5.

Untuk masuk ke lokasi ke kolam bola pengunjung harus membuka alas kaki dan bisa disimpan di loker.

Pengunjung bisa berenang dan berfoto sepuasnya di kolam itu tanpa harus memikirkan dan menenteng alas kaki.

Di tempat wisata ini tersedia berbagai spot foto yang menarik. Tempat wisata ini memang menyasar generasi milenial yang senang menggunakan gawainya untuk berfoto kemudian menggugahnya ke instagram, twitter, atau facebook.

Beberapa di antaranya adalah avocado shake, choco dundae, secret door, yellow bubble shower, dan disco darling.

Untuk masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Armor Centrum Million Balls Buka Setiap Hari

Wisata Centrum Million Balls pada saat PPKM buka setiap Senin – Minggu pukul 10.00-20.00 WIB.

Centrum Million Balls milik Kagum Group yang sebelumnya sukses membuka wisata foto lainnya di kawasan Ciumbeuleuit yakni Rabbit Town.

Sebelum menjadi The Centrum Dine-Wedding-Event pada 23 September 2011 kemudian menjadi Centrum Million Balls pada 2018, pada 1980-an merupakan kolam renang yang sering digunakan oleh siswa yang belajar berenang.

Kolam renang yang didirikan pada 1920-an ini sempat jadi favorit orang-orang kulit putih atau Belanda. Saat itu pribumi tidak boleh berenang di kolam renang yang dirancang oleh arsitek ternama C.P. Wolff Schoemaker. Bangunan ini berkonsep modern tropis Indonesia.

Bangunan Centrum sebesar 1.150 m2 yang menempati areal tanah seluas 3200 m2 dipindahkan kepemilikannya dari orang Belanda kepada warga negara Indonesia, R. Tjandraprawira pada 1948. Saat itu orang Belanda beraangsur sudah meninggalkan Indonesia.

Meski telah berpindah tangan, kolam renang itu tidak lantas dibuka untuk umum. Baru pada 1960-an masyarakat Bandung bisa merasakan berenang di kolam itu.

Pada 2000, Centrum direnovasi. Kolamnya diperpanjang menjadi 46 meter dari sebelumnya yang hanya 30 meter.

Kolam renang ini memiliki lebar 21 meter dan kedalaman mencapai 3 meter.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *