Tiga Monumen yang Sengaja Dibangun di Bandung

SELAIN monumen yang telah disebutkan dalam tulisan sebelumnya, yakni Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Monumen Dasasila Bandung, dan Monumen Bandung Lautan Api, masih ada monumen-monumen lain untuk memperingati peristiwa dan mengenang tokoh   di Kota Bandung.

Monumen di Taman Balai Kota salah satunya. Di taman yang lebih dikenal dengan Taman Cinta ini, terdapat patung setengah badan Ibu Dewi Sartika.  Patung ini diresmikan oleh Wali Kota Bandung yang saat itu dijabat Wahyu Hamijaya pada 4 Desember 1996.

Batu ini berada di lokasi monumen perjuangan di Jalan Lengkong Besar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Batu ini berada di lokasi monumen perjuangan di Jalan Lengkong Besar Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Dewi Sartika mendapat anugerah gelar kehormatan  sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut diberikan pada 1 Desember 1966 dan disahkan melalui SK Presiden RI No.252 Tahun 1966.

Dewi Sartika lahir diBandung, 4 Desember 1884. Meninggal di Tasikmalaya pada 11 September 1947. Awalnya dimakamkan di permakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Permakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.

Monumen lainnya berada di Jalan Lengkong Besar,  di pertigaan Jalan Lengkong Besar-Jalan Cikawao, depan Brownies Amanda. Monumen ini juga diresmikan oleh Wali Kota Wahyu Hamijaya pada 17 Oktober 1995.

Monumen Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia ini didirikan untuk mengenang para pahlawan yang berjuang dalam pertempuran di Jalan Meredaka, Jalan Lembong, Jalan Lengkong Besar, dan Jalan Inggit Garnasih (Ciateul).

Dalam prasasti yang berdiri di monumen itu disebutkan pada 2 Desember 1945 di kawasan tersebut telah terjadi peperangan hebat. Tentara Belanda/NICA dan Inggris yang dipersenjatai arteleri dan angkatan udara menggempur pasukan pemuda pejuang kemerdekaan yang terus bertahan.

Di Kawasan Viaduk Jalan Kebon Jukut, Jalan Perintis Kemerdakaan, Jalan Suniaraja, dan Jalan Stasiun Timur terdapat dua patung pejuang. Yang satu patung diberi nama patung laskar wanita. Sedangkan yang satu lagi adalah patung tentara pelajar.

Kedua patung tersebut merupakan karya Sunaryo, seorang pematung dari Bandung, dan diresmikan oleh Wali Kota Bandung, Husein Wangsaatmaja, pada  10 November 1981.  Model patung untuk patung laskar wanita adalah Tuti Amir, seorang veteran Laswi.

Monumen Laskar Wanita Indonesia (Laswi)  adalah untuk mengenang kiprah kaum wanita Indonesia dalam membela dan mempertahanan kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan patung Pelajar Pejuang dibuat untuk mengenang para pelajar pejuang di zaman revolusi. Tentara Pelajar ( TP ) adalah suatu kesatuan militer yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang para anggotanya para pelajar. *

Tiga Monumen di Bandung

Monumen Dewi Sartika
Di Taman Balai Kota Jalan Wastukencan dan Jalan Merdeka

Monumen Perjuangan di Lengkong Besar
Di Jalan Lengkong Besar

Monumen Patung Laskar Wanita dan Tentara Pelajar
Di Kawasan Viaduk Jalan Kebon Jukut

https://youtu.be/f3A56GhT1a4

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.