Tempat Bermain Anak di Ban-ban Bekas di Tepi Sungai Citarum Lama

ADA yang berbeda di tepi Sungai Citarum Lama, Cijagra, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Dekat di bawah jembatan berwarna biru yang menghubungkan Jalan Terusan Bojongsoang itu terdapat ban-ban bekas mobil yang dimodivikasi menjadi kursi dan meja. Tempat itu menjadi tempat bermain anak warga di kawasan tersebut.

Ban-ban bekas di tempat bermain anak tersebut bentuknya sederhana. Tak ada perubahan dari bentuk ban-ban itu. Ban hanya ditanam ke dalam tanah setengahnya untuk kursinya. Adapun untuk mejanya ditumpuk di tanah sebanyak dua ban. Untuk lebih menarik ban-ban itu dicat warna-warni, seperti warna hijau, merah, kuning, biru, ungu, dan warna lainnya.

Tempat bermain anak itu ramai didatangi anak-anak bahkan remaja pada sore hari. Pasa Sabtu (30/6/2018) beberapa anak terlihat bermain di sana. Mereka mengobrol sambil duduk di ban-ban itu. Ternyata tak hanya ada yang duduk, di antara anak-anak itu ada yang berdiri di ban itu sambil menggoyang-goyangkan tangannya seperti gerakan menari.

Mereka tetap bermain tak terganggu oleh lalu-lalang kendaraan yang lewat di jembatan berwarna biru itu. Permakaman yang tak jauh dari sana pun tak mereka hiraukan. Begitu juga rumah singgah yang tadinya untuk pengungsian yang terbengkalai, mereka tak pedulikan, mereka terus bercengkerama sasama teman. Anak-anak itu pun berlari-lari di area berumput yang cukup luas.

tempat bermain anak
Ban-ban tempat bermain anak-anak di tepi Suangai Citarum, Cijagra, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. | Foto serbabandung.com

Kawasan di tepi sungai tersebut merupakan langganan banjir saat musim hujan. Kedalamannya bisa mencapai 2 meteran. Bahkan saking meluapnya air dari Sungai Citarum tersebut, air melimpas ke jalan sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas di sana. Jalan tersebut merupakan akses utama ke Kota Bandung dan sebaliknya ketika Jalan Dayeuhkolot terendam banjir.

Tempat Bermain Anak untuk Warga

Encum (70) yang rumahnya tak jauh dari tepi sungai menunjukkan bekas banjir yang menenggelamkan rumahnya. Ada warna cokelat setinggi dua meter di dinding rumah Encum yang berwarna putih. Encum mengaku terpaksa mengungsi kalau banjir menerjang rumahnya. Untuk antisipasi di sisi rumahnya teronggok perahu di tanah tak jauh dari permakaman.

Menurut Encum ban-ban yang berada di sana dan menjadi tempat bermain anak merupakan karya Satgas Sektor 21 Citarum Harum. Setelah pencanangan Ciatrum Harum oleh Presiden RI Joko Widodo, Sungai Citarum terus dibersihkan. Termasuk juga Sungai Citarum Lama yang berada di Cijagra. Disebut Citarum Lama karena sungai ini tadinya aliran sungai utama sebelum Sungai Citarum disudet.

Ban-ban itu pun tak hanya dipasang di tepi Sungai Citarum Lama. Di tepi Sungai Citarum di dekat jembatan Citarum utama terdapat ban-ban bekas mobil yang dimodivikasi. Ban-ban ini dipasang di bawah pohon rimbun sehingga memungkin orang untuk berteduh saat siang matahari menyengat.

Menjelang magrib, anak-anak yang bermain masih tetap meramaikan tepi sungai terpanjang di Jawa Barat ini. Mereka akan pulang ketika hari mulai gelap. Begitu dengan orang-orang yang memancing dekat tempat bermain, sebagian dari akan pulang dan sebagian lagi bertahan hingga malam. Tempat itu pun kembali bakal sepi.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.