Categories
Uncategorized

Kebudayaan Sunda Bisa Dipelajari di Sini, di Perpustakaan Ajip Rosidi

INGIN mengetahui lebih dalam kebudayaan Sunda? Silakan datang ke Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung. Di perpustakaan ini tersedi beribu-ribu buku tentang Sunda.

Perpustakaan Ajip Rosidi adalah perpustakaan yang didirikin Budayawan Ajip Rosidi. Ketika mulai membangun perpustakaan itu, Ajip harus melelang koleksi lukisan kesayangannya.

Ajip Rosidi wafat, Rabu (29/7/2020), Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ajip dikebumikan di permakaman keluarga di kompleks rumahnya sendiri di Desa Pabelan. Dia dimakamkan di samping pusara mendiang istri pertamanya, Fatimah Wirjadibrata, yang berpulang pada 2014.

Lewat perjuangan yang tak kenal lelah, Perpustakaan Ajip Rosidi akhirnya diresmikan Wakil Gubernur Deddy Mizwar pada 15 Agustus 2015.

Sebelumnya, Ajip telah memiliki Perpustakaan Jati Niskala di tempat tinggalnya, Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sejak pandemi Covid-19, Perpustakaan Ajip Rosidi tidak menerima pungunjung. Perpustakaan di Jalan Garut Nomor 2 itu tutup sementara.

Yang biasa datang ke perpustakaan itu adalah mahasiswa yang menulis skripsi, peneliti, dan beberapa pengujung umum.

Pengunjung bebas membaca buku yang berada di lantai dua bangunan tersebut.

Untuk menjadi anggota Perpustakaan Ajip Rosidi tidak bayar alias gratis. Yang tertarik silakan datang saja ke sana.

Namun pengunjung perpustakaan ini tidak boleh meminjam buku untuk dibawa ke rumah. Pengunjung harus membaca buku di sana.

Perpustakaan ini fokusnya buku kebudayaan Sunda. Namun terdapat buku-buku pendukung, seperti buku sastra.

Pada 19 Januari 2019 Perpustakaan AR telah menerima lima eksemplar buku sumbangan EFEO, Jakarta. Kelima buku tersebut merupakan hasil penelitian para ahli filologi dan arkeologi terkemuka.

Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai kategori, seperti laporan penelitian, majalah, prosiding, dan arsip-arsip langka yang dapat diakses secara umum.

Jalan Garut terletak di kawasan Jalan Laswi. Gedungnya sudah bisa terlihat dari Jalan Laswi karena jaraknya hanya beberapa meter saja dari jalan tersebut.

Senin – Jumat: Pukul 09.00-17.00 WIB
Sabtu: Pukul 10.00-16.00 WIB
Istirahat: Pukul 11.30-13.00 WIB

Tutup: Minggu dan hari libur

Categories
Buku

Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Ribuan Buku Tersedia di Sini

Perpustakaan Ajip Rosidi (AR) adalah perpustakaan yang didirikan oleh budayawan Ajip Rosidi.

Perpustakaan tersebut berdiri berkat dana hibah dari keluarga almarhum Ayatrohaedi (adik Ajip Rosidi), arkeolog Indonesia yang juga sastrawan dan budayawan Sunda.

Dana hibah juga datang dari Ajip Rosidi, Arifin Panigoro, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan yang lainnya. Perpustakaan ini menghabiskan dana sekitar Rp 7,3 miliar.

Lokasi perpustakaan ini berada di Jalan Garut No 2 Bandung. Gedung berlantai tiga ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pada Sabtu (15/8/2016).

Buku yang tersedia di perpustakaan ini jumlahnya mencapai ribuan. Buku-buku ini merupakan sumbangan dari yang mendukung pendirian Perpustakaan Ajip Rosidi.

Ajip Rosidi, sebagai pendiri, menyumbangkan sekitar 20.000 judul buku koleksinya.

Sekitar 40 ribu buku yang tersedia di perpustakaan ini  merupakan hibah, yakni, dari keluarga Prof Dr Edi S Ekadjati, Prof Dr Ajatrohaedi, Misbacah Yusa Biran dan lainnya.

Kemudian ada dari beberapa penerbit yang simpati dan menyumbangkan buku untuk perpustakaan ini.

Penerbit tersebut di antaranya, penerbit Diponogoro, Dunia Pustaka Jaya, Kiblat Buku Utama, Nuansa Cendikia, Yayasan Obor Indonesia, Republika, Remaja Rosdakarya dan Tiga Serangkai.

Pada 19 Januari 2019 Perpustakaan AR telah menerima lima eksemplar buku sumbangan EFEO, Jakarta. Kelima buku tersebut merupakan hasil penelitian para ahli filologi dan arkeologi terkemuka. Berikut ini judul-judulnya:

Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai kategori, seperti laporan penelitian, majalah, prosiding, dan arsip-arsip langka yang dapat diakses secara umum.

Seperti perpustakaan biasanya, perpustaakaan ini pun membuka pendaftaran untuk menjadi anggota. Bagi yang berminat bisa langsung datang ke sana.

Di sana tinggal mengisi formulir, difoto, dan membayar. Namun, aturan ini tersebut bisa saja telah diubah oleh pengelola perpustakaan.

Tempat pendaftaran disediakan di sebuah ruangan di bagian depan perpustakaan ini.

Bila yang belum tahu perpustakaan ini berada di Jalan Garut.

Jadwal Kunjungan Perpustakaan Ajip Rosidi

Jalan Garut terletak di kawasan Jalan Laswi. Gedungnya sudah bisa terlihat dari Jalan Laswi karena jaraknya hanya beberapa meter saja dari jalan tersebut.

Senin – Jumat: Pukul 09.00-17.00 WIB
Sabtu: Pukul 10.00-16.00 WIB
Istirahat: Pukul 11.30-13.00 WIB

Tutup: Minggu dan hari libur

Categories
Fasilitas Umum

Perpustakaan Gasibu, Tempat Nyaman Bagi yang Hobi Membaca

Setelah Lapanngan Gasibu bersolek, tempat favorit yang senang berolahraga ini menjadi lain dari kondisi sebelumnya. Yang menarik di pojok dekat Jalan Surapati dan belokan Jalan Gazebo ada bangunan mungil dan berbentuk setengah lingkaran. Bangunan tersebut adalah sebuah perpustakaan. Siapa pun yang senang membaca bisa masuk ke sana. Namanya Perpustakaan Gasibu.

Perpustakaan Gasibu diresmikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herwayawan pada 16 September 2016. Di prasasti tanda tangan gubernur tertulis bahwa perpustakaan ini merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility bank bjb. Adapun pengelolaannya langsung di bawah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat yang berkantor di Jalan Kawaluyaan, Soekarno Hatta.

Yang berminat mengunjungi Perpustakaan Gasibu tidak dipungut biaya. Siapa pun boleh masuk asal menjaga ketertiban. Jangan lupa sebelum masuk buka sepatu atau sandal dan menyimpan tas atau helm di loker yang telah disediakan. Jangan takut hilang karena lokernya terkunci dan bisa kuncinya bisa dibawa.

Perpustakaan Gasibu
Perpustakaan Gasibu. | Foto serbabandung.com.

Bagi yang ingin membaca buku di sana, perpustakaan ini menyediakan sofa melingkar dan kursi untuk membaca. Bahkan beberapa remaja yang berkunjung ke sana, Selasa (11/4/2017), terlihat duduk di lantai yang bersih. Tiga orang ABG lainnya asyik bersenda gurau sambil memegang buku di sofa berwarna putih.

Rak-rak bukunya terisi penuh buku-buku yang bisa dipilih pengunjung. Di sana juga tersedia 10 perangkat komputer untuk membaca e-book yang telah disediakan pengelola perpustakaan. Komputer tersebut terkoneksi internet yang hanya bisa mengakses untuk membuka dan membaca e-book.

Buku di Perpustakaan Gasibu

Buku yang tersedia di Perpustakaan Gasibu ada 3.500 ribu buku. Semua buku-buku tersebut termasuk komputernya merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility bank bjb. Buku-buku tersebut bisa juga dipinjam di bawa ke rumah asalkan telah menjadi anggota.

Untuk menjadi anggota, peminat harus datang ke Perpustakaan Kawaluyaan, dengan membawa syarat-syarat seperti KTP atau surat domisili buat warga luar Bandung. “Silakan saja datang ke Jalan Kawaluyaan kalau mau jadi anggota perpustakaan,” kata petugas yang berjaga pada Selasa itu.

Perpustakaan Gasibu buka setiap hari pada pukul 09.00-19.00. Khusus untuk Sabtu buka pukul 09.00-16,00 dan Minggu buka pada pukul 06.00-12.00. Jadi khusus hari Minggu, yang senang berolahraga pagi setelah berlelah-lelah bisa langsung membaca buku di perpustakaan tersebut. *

Categories
Fasilitas Umum

Perpustakaan Kineruku, Rumah Kedua Bagi yang Hobi Membaca

BAGI yang suka berjalan-jalan ke perpustakaan, Perpustakaan Kineruku yang berada di Jalan Hegarmanah 52, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, patut dicoba. Di sini bukan sekadar menawarkan buku untuk dibaca, tetapi suasana yang nyaman menjadi tawaran istimewa perpustakaan tersebut.

Pengunjung tak hanya diberikan kesunyian seperti kebanyakan di perpustakaan. Di sini ada “ruang” khusus bagi yang suka membaca di tempat terbuka. Halaman belakang Kineruku tersedia sofa yang dirindangi pepohonan. Tempat ini sangat nyaman untuk menuntaskan membaca sebuah buku.

Halaman ini pun tak hanya bisa digunakan untuk membaca buku. Pengelola sering menggelar “layar tancap” dan konser mini bagi para pengunjuang. Film dan musiknya bisa dari berbagai genre yang tersedia di sana. Kineraku memang tak hanya menyediakan buku tetapi juga ada CD musik dan film yang dapat disewa atau dibeli para pengunjung.

Perpustakaan Kineruku
Perpustakaan Kineruku. | Foto http://kineruku.com

Kineruku bukan sebuah gedung layaknya perpustakaan. Tampak depan bangunannya seperti rumah-rumah pada umumnya. Nuansa perpustakaan baru terasa ketika pengunjung masuk. Di dalam rumah tersebut berjejer rak-rak yang berisi buku dan CD. Para pengunjung bisa memilihnya sebelum memutuskan untuk meminjam atau membacanya di sana.

Ada ribuan buku yang tersedia di Kineruku. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti filsafat, sastra, budaya, desain, arsitektur, fiksi, biografi, buku-buku anak dan lain-lain. Buku-buku itu tertata rapi di rak-rak kayu di ruang utama.

Dalam laman resminya, http://kineruku.com/about/, disebutkan Kineruku berdiri pada 29 Maret 2003. Awalnya bernama Rumah Buku Kineruku. Pada Januari 2012 berubah menjadi Kinkaru saja. Pendirian perpustakaan ini terinspirasi ketika seorang pendirinya studi di Chicago. Di sana, dia banyak terlihat toko-toko dan perpustakaan yang banyak dikunjungi orang.

Sepulangnya ke Indonesia, dia mewujudkan perpustaakan itu di sebuah rumah kosong peninggalan kakek pendiri tersebut. Kineruku didirikan sebagai alternatif pusat referensi buku-musik-film di mana publik bisa mengaksesnya dengan mudah.

Perpustakaan ini pun dirancang untuk mengubah anggapan sebagian kalangan bahwa perpustakaan adalah sesuatu yang angker dan kurang bersahabat. Untuk itu Kineruku sengaja dirancang senyaman mungkin, dengan konsep seperti rumah. Poinnya, pengelola Kineruku berharap pengunjung menganggap perpustakaan ini sebagai rumah kedua.

Jadi Anggota di Perpustakaan Kineruku

Untuk bisa meminjam buku, cd atau pun yang lain, harus menjadi anggota dulu. Datang saja ke Kineruku dengan membawa kartu identitas KTP, dan mengisi formulir keanggotaan. Jenis keanggotaan di Kineruku ada A dan B. Keanggotaan jenis A untuk meminjam buku-buku berlabel kuning, sedangkan B untuk buku-buku berlabel kuning dan biru. Biaya pendaftaran untuk keanggotaan A adalah Rp 45.000 dan keanggotaan B adalah Rp 95.000. Keanggotaan Kineruku berlaku untuk seumur hidup. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://kineruku.com/.

Categories
Fasilitas Umum

Di Mana Saja Perpustakaan di Bandung? Ini Informasinya

BAGI yang suka membaca, perpustakaan adalah tempat yang paling dicari.  Beruntung bagi warga Bandung karena perpustakaan di Bandung sudah banyak yang representatif. Bahkan kemungkinan akan terus ditambah sesuai program pemerintah Kota Bandung yang mencanangkan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017.

Tak hanya perpustakaan besar, perpustakaan mini, yang lebih sering disebut micro library, kini tengah didirikan di berbagai tempat. Pepustakaan mini terbaru adalah yang berada di RW 02 Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo. Micro library itu terbuat dari ember es krim.

Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung
Suasana yang nyaman di Perpustakaan anak di Jalan Kawaluyaan Bandung. | Foto serbabandung #serbabandung

Micro library lainnya ada di Taman Tongkeng. Taman Bacaan ini dikelola Masyarakat GSSI (Generasi Semangat Selalu Ikhlas) bersama pemerintah. GSSI adalah sebuah komunitas pemberdayaan kaum ibu. Setiap Minggu pagi anak-anak memanfaatkan taman ini untuk kegiatan belajar.

Perpustakaan yang dikelola warga Bandung banyak sekali. Mulai yang masuk kategori mini, menengah, dan besar. Bahkan ada perpustakaan yang dijalankan dalam sebuah roda dorong yang dimodivikasi warga yang peduli.

Perpustakaan di Bandung  yang belum lama diresmikan adalah Perpustakaan Ajip Rosidi yang diresmikan pada Sabtu (15/8/2015). Perpustakaan ini berada di Jalan Garut No 2 Bandung. Koleksi bukunya terdiri dari buku-buku tentang Sunda. Jumlahnya mencapai 60.000 buku.

Perpustakaan lainnya di Bandung adalah Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat. Perpustakaan ini berada di Jalan Kawulayaan Indah II No.4, Soekarno Hatta, Bandung. Perpustakaan ini berada di Kompleks kantor Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Di Gedung Merdeka juga ada perpustakaan. Tepatnya di bagian belakang gedung bersejarah tersebut. Untuk ke sini bisa melalui pintu samping museum di Jl. Braga, tak jauh dari Gedung New Majestic. Di sini tersedia buku sejarah, sosial, politik, dan budaya Negara-negara Asia Afrika, dan negara-negara lainnya.

Di Jalan Margawangi VII No. 5 Margacinta ada Rumah Baca Buku Sunda (RBBS). Meski namanya ada Sunda-nya, di perpustakaan ini tersedia bermacam-macam buku, seperti politik, sosial, budaya, dan seni. Pemilik perpustakaan ini Mamat Sasmita yang kerap kali dipanggil Wa Sas.

Ternyata masih banyak perpustakaan yang dikelola pemerintah maupun swadaya masyarat di kota ini. Perpustakaan apa saja, di mana saja? Tunggu tulisan selanjutnya. *

Perpustakaan di Bandung

  • Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa
    Kompleks Kantor Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat
    Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4 Bandung 40285-40286
    Telp. +62 22 7320048
    Faks. +62 22 7320049
    bapusipda.jabarprov.go.id
    bapusipda@jabarprov.go.id
  • Rumah Baca Buku Sunda
    Jalan Margawangi VII No.5 Margacinta Bandung 40287
    http://rumahbacabukusunda.blogspot.com/
  • Perpustakaan di bagian belakang Gedung Merdeka Jalan Braga Bandung.
    Jam buka: Senin – Jumat 08.00 – 16.00
  • Bale Pustaka
    Jalan Jawa No.6 Bandung
  • Perpustakaan Ajip Rosidi
    Jalan Garut No 2 Bandung