Categories
Museum Wisata

Koleksi Museum Geologi yang Bisa Dinikmati Pengunjung

Bagi yang akan berwisata ke Museum Geologi di Jalan Diponergoro No 57. sebaiknya baca ulasan di bawah ini. Di tulisan ini akan tersaji Koleksi Museum Geologi yang terdiri dari berbagai batuan, fosil, mineral. Pengunjung akan disuguhi terbentuknya bumi dari zaman ke zaman.

Di mulai dari ruang geologi Indonseia. Ruangan ini berada di sayap sebelah barat. Koleksi Museum Geologi yang tersaji di ruangan ini berupa peraga asal mula bumi, struktur dan pergerakan kerak bumi, batuan dan mineral, pelapukan dan erosi, geologi pulau-pulau di Indonesia, gunungapi dan kars. Di ruangan ini pun tersedia video interaktif.

Setelah puas di ruangan tersebut pengunjung bisa masuk ke ruangan di sayap sebelah timur. Ruangan ini menyimpan koleksi Museum Geologi berupa sejarah kehidupan. Ruangannya ini memperlihatkan zaman Pra-Kambrium dan Paleozoikum, Mesozoikum, Kenozoikum yang terdiri dari Zaman Tersier dan Zaman Kuarter.

koleksi museum geologi
Koleksi Museum Geologi yang disimpan di halaman. | Foto serbabandung.com

Di ruangnan ini pun ada sudut dunia fosil berupa peragaan dan informasi yang disajikan. Bagi yang ingin mengetahui informasi tentang sejarah terbentuknya kota Bandung di sini lah tempatnya. Di sini terdapat peninggalan artefak dan fauna yang hidup di kota Bandung.

Koleksi Museum Geologi di Lantai 2

Koleksi Museum Geologi belum habis. Kali ini pengunjung bisa masuk ke ruang sumberdaya geologi. Ruangan di lantai 2 sayap sebelah timur ini menyediakan 8 sudut peragaan yaitu pengenalan Sumber Daya Geologi, Mineral Logam, Mineral Non-Logam, Batu Mulia, Minyak dan Gas Bumi, Batubara, Panasbumi dan Sumber Daya Air.

Ruangan yang terdapat di lantai 2 sayap sebelah barat menyajikan informasi pemanfaatan sumber daya geologi dari zaman ke zaman yang dimulai dari zaman pra sejarah, zaman sejarah dan zaman modern, serta informasi tentang bencana geologi (Gempabumi, Gunungapi, Tanah Longsor dan Tsunami).

Untuk melihat koleksi Museum Geologi pengunjung harus melakukan resevasi terlebih dahulu. Meseum ini buka pada Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00. Hari Jumat dan libur nasional libur. Harga tiket Rp 3.000.

Museum ini didirikan pada 16 Mei 1928, dan pernah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Megawati Soekarnoputri, yang ketika itu sebagai Wakil Presiden, berkesempatan meresmikan museum pascarenovasi padal 23 Agustus 2000.

Sumber tulisan: http://museum.geology.esdm.go.id/profil/ruang-peragaan

Categories
Museum

Museum Geologi di Bandung yang Buka Pada Malam Hari

MUSEUM Geologi di Bandung bakal pada malam hari. Seperti apa penampilannya? Pernah menonton Night At The Museum yang dibintangi Ben Stiller dan Robin Williams  yang dirilis 22 Desember 2006 di Amerika Serikat ini masuk dalam daftar film box office. Film ini telah menuntaskan sekuel ketiga.

Film sekuel pertama mengisahkan petugas penjaga malam Museum Of Natural History Larry Daley. Larry ternyata bisa berinteraksi dengan tokoh-tokoh dalam suatu massa ketika matahari mulai terbenam. Tadinya Larry kaget, tetapi setelah terbiasa bisa bersahabat dengan tokoh-tokoh tersebut, seperti Theodore Roosevelt yang diperankan Robin Williams.

Nah, di Bandung juga bakal ada Night at  The Museum. Yang ini bukan film tapi kenyataan. Namun tentu saja tidak akan ada Theodore Roosevelt yang tiba-tiba menunggang kuda mengelilingi museum. Di sini pengunjung bisa melihat pajangan di museum tersebut pada malam hari, yang biasanya hanya bisa dikunjungi pada siang hari saja.

Museum Geologi di Bandung
Museum Geologi di Jalan Diponegoro Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Night at The  Museum tersebut merupakan kegiatan yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menaungi Museum Geologi di  Bandung. Night at The Geologi Museum ini mulai digelar Sabtu-Minggu (26-27/9/2015), untuk memperingati hari jadi pertambangan dan energi.

Bagi yang belum sempat ke sana jangan dulu cemberut karena Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke depan bakal digelar setiap bulan pada minggu pertama saja. Tentu saja kegiatan itu dibuka untuk umum, dan yang mengasyikkan untuk merasakan sensasi Museum Geologi pada malam hari tidak dipungut biaya alias gratis.

Koleksi Museum Geologi  di Bandung juga bakal ditambah. Penambahan tersebut berupa koleksi benda atau barang-barang kegeologian. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencarinya ke luar negeri seperti ke Jepang yang selalu menggelar lelang benda-benda museum.

“Menambah koleksi tentu akan terus kami lakukan, kami akan perbanyak koleksi museum karena memang ada anggarannya untuk itu,” kata Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), M Teguh Pamuji seperti dikutip Tribun Jabar, Senin (28/9/2015).

Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro. Di Museum ini tersimpan materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, dan mineral yang dikumpulkan sejak 1850. Bangunan museum ini bergaya art deco. Dibangun pada 1928 oleh arsitek Belanda, Van Schovwenberg.

Tertarik untuk menikmati fosil dan benda lainnya pada malam hari? Jangan takut karena fosil-fosilnya tidak akan hidup seperti dalam film Night At The Museum.

Bagi pengunjung yang ingin ke museum ini, selain akan buka pada malam hari, jadwal kunjung ke sini adalah Senin-Kamis pukul 09:00-15:30, dan Sabtu-Minggu pukul 09:00-13:30. Jumat dan hari libur nasional museum ini tutup. *

Museum Geologi di Bandung

  • Bakal buka malam hari setiap bulan pada minggu pertama
  • Jadwal sehari buka Senin-Kamis pukul 09:00-15:30, dan Sabtu-Minggu pukul 09:00-13:30. Jumat dan hari libur nasional museum ini tutup
  • Museum ini menyajikan materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, dan mineral yang dikumpulkan sejak 1850
Categories
Museum

Museum di Bandung, Wisata Alternatif yang Senang Sejarah

MUSEUM di Bandung menjadi alternatif. Di kota ini ternyata tidak hanya  surga buat penggemar kuliner, atau tempat nyaman bagi yang senang berjalan-jalan, tapi juga memiliki wisata untuk memperluas wawasan. Di kota ini terdapat museum-museum yang bisa menambah pengetahuan bagi pengunjungnya, seperti Museum Geologi, Museum Sri Baduga, atau Museum Pos.

Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro. Di Museum ini tersimpan  materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, dan mineral yang dikumpulkan sejak 1850.

Display yang terpampang di Museum Sri Baduga Jalan Peta Bandung. | Foto serbanbandung.com #serbabandung
Display yang terpampang di Museum Sri Baduga Jalan Peta Bandung. | Foto serbanbandung.com #serbabandung

Museum ini buka Senin-Kamis pukul 09:00-15:30, dan Sabtu-Minggu pukul 09:00-13:30. Jumat dan libur nasional museum ini tidak buka. Pengunjung bisa melakukan reservasi untuk pengunjung rombongan. Di sana juga bisa mengambil foto asal bukan untuk kepentingan komersial.

Museum lainnya adalah  Museum Sri Baduga. Museum ini terletak di Jalan BKR No 185. Bangunannya  terdiri dari tiga lantai. Di lantai 1, terdiri dari batuan (geologi), flora, fauna, manusia purba (Homo Erectus) dan prasejarah (Homo Sapiens). Juga ada  cekungan danau Bandung Purba, dan religi masyarakat dari masa Prasejarah sampai Hindu-Budha

Di lantai 2 menawarkan pesona religi masyarakat (masa Islam, Kong Hu Cu, Teoisme dan Kristen). Dilengkapi, sistem pengetahuan, bahasa, dan peralatan hidup. Sedangkan di lantai 3, terdiri dari mata pencaharian, teknologi, kesenian, pojok sejarah perjuangan bangsa, pojok wawasan Nusantara dan pojok Bandung Tempo Dulu.

Museum di Bandung di Dekat Gedung Sate

Jangan lupa juga untuk mengunjungi Museum Pos. Museum Pos ini berada di sebelah  Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki 73. Bangunannya ada di sebelah timur Gedung Sate, tidak jauh dari kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat.

Di museum ini pengunjung bisa menyaksikan perkembangan Pos di Indonesia dari masa ke masa. Mulai dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.

Pada 2013, Museum Pos sudah dilengkapi gadget Win Audio tour guide, yang  memudahkan pengunjung, untuk merasakan pengalaman berkeliling museum secara fun tanpa mengurangi nilai informasi edukasinya. *

Categories
Museum

Museum Geologi, Wisata Edukatif Zaman Purba di Bandung

KOTA Bandung tidak hanya menawarkan wisata hura-hura saja. Di kota ini banyak juga tempat-tempat yang menawarkan, dan memberikan edukasi pada para pendatang. Ada museum, perpustakaan, dan wisata edukatif lainnya. Salah satunya adalah Museum Geologi.

Museum ini didirikan pada 16 Mei 1928, dan pernah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Megawati Soekarnoputri, yang ketika sebagai Wakil Presiden,  berkesempatan meresmikan museum pascarenovasi padal 23 Agustus 2000.

Museum Geologi
Museum Geologi di Jalan Diponegoro Bandung, | Foto serbabandung.com #serbabandung

Di Museum ini, tersimpan  materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, dan mineral yang dikumpulkan sejak 1850.

Museum ini mulai mendapat perhatian dari pemerintah RI pada 1960 setelah  dikunjungi oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

Museum Geologi terdiri dari dari dua lantai. Di tiap lantai terbagi menjadi beberapa ruangan. Di lantai I terbagi  menjadi 3 ruang utama, yakni Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur.  Sedangkan di lantai 2 terbagi menjadi 3 ruangan utama yakni  ruang barat, ruang tengah dan ruang timur.

Koleksi Museum Geologi kabarnya bakal ditambah. Penambahan tersebut berupa koleksi benda atau barang-barang kegeologian. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencarinya ke luar negeri seperti ke Jepang yang selalu menggelar lelang benda-benda museum.

“Menambah koleksi tentu akan terus kami lakukan, kami akan perbanyak koleksi museum karena memang ada anggarannya untuk itu,” kata Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), M Teguh Pamuji seperti dikutip Tribun Jabar, Senin (28/9/2015).

Di Museum Geologi Bisa Berfoto

Museum Geologi berada di Jalan Diponegoro 57,  tidak jauh dari pusat pemerintah provinsi Jawa Barat yakni Gedung Sate. Dari Bandara Husein Sasatranegara bisa ditempuh dalam waktu 25 menit dengan berkendaraan, dan tidak macet. Sedangkan dari Stasiun Kereta Api Bandung sekitar 15 meni saja. Dari Terminal Bus Leuwipanjang bisa ditempuh dalm 30 menit, dan dari Terminal Bus Cicaheum kira-kira 15 menitan.

Museum ini sering dikunjungi pelajar yang  melakukan study tour bersama sekolahnya. Buka Senin-Kamis pukul 09:00-15:30, dan Sabtu-Minggu pukul 09:00-13:30. Jumat dan libur nasional museum ini tidak buka. Pengunjung bisa melakukan reservasi untuk pengunjung rombongan. Di sana juga bisa mengambil foto asal bukan untuk kepentingan komersial. *