Categories
Hotel

Hotel Perdana Wisata, Hotel yang Berada di Pusat Kota Bandung

Hotel Perdana Wisata adalah hotel yang terletak di pusat kota. Hanya berjarak 1 Km dari titik 0 Km di Jalan Asia Afrika. Perdana Wisata berada di Jalan Sudirman No. 66-68. Lokasinya dekat dengan kota Bandung tempo dulu, seperti kawasan pecinan.

Jalan Sudirman di mana Hotel Perdana Wisata berada merupakan kawasan bisnis yang dekat dengan Pasar Baru. Pasar Baru di Jalan Oto Iskandardinata, bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Di kawasan ini pun terdapat bursa jins di Jalan Tamim yang menawarkan kain denim dan celana serta pakaian berbahan denim yang sudah jadi.

Bagi penyuka kuliner di Bandung, lokasi Hotel Perdana Wisata tak jauh dari Jalan Cibadak. Jalan ini merupakan kawasan penjual kuliner terutama pada malam hari. Di seberang jalan ini di mulut Jalan Kelenteng ada restoran bebek. Lebih ke dalam lagi ada kedai seafood yang selalu penuh setiap malam. Namanya kedainya Seafood Mas Gondrong.

hotel perdana wisata
Hotel Perdana Wisata. | Foto agoda.com

Masih dekat dari Hotel Perdana Wisata terdapat kawasan kuliner lainnya yang Sudirman Street. Di Sudirman Street menjual beragam kuliner, mulai dari hidangan pembuka, main course, hingga hidangan penutup. Namun bagi yang Muslim harap berhati-hati karena di sini menjual masakan yang berbahan tidak halal.

Silakan klik link ini jika tertarik menginap di hotel tersebut.

Hotel Perdana Wisata dekat Tempat Wisata

Soal tempat wisata, hotel ini pun dekat dengan beberapa tempat wisata yang kini menjadi favorit warga Bandung dan luar Bandung. Hanya beberapa meter dari hotel ke arah Jalan Asia Afrika ada Taman Alun-alun. Hamparan rumput sintetisnya dan tower kembar Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat menjadi daya tarik sendiri.

Bisa juga menelusuri Jalan Asia Afrika kemudian ke Jalan Braga yang sarat dengan bangunan-bangunan tempo dulu buatan Belanda. Di Jalan Asia Afrika kini menjadi tempat favorit untuk berfoto dan sekadar nongkrong para  pelancong.

Fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan oleh Hotel Perdana Wisata bisa memberikan kenyamanan para tamu yang menginap. Beberapa fasilitas pun tersedia di hotel ini seperti layanan kamar 24 jam, resepsionis 24 jam, Wi-fi di tempat umum, dan tempat parkir mobil. *

 

Categories
Hotel

Hotel di Bandung, Banyak Ragamnya Ada yang Modern dan Unik

HOTEL di Bandung banyak ragamnya. Mulai yang kelasnya melati hingga yang berbintang 5, atau yang bangunannya kuno hingga yang modern,semuanya ada di sini. Wisatawan tak perlu risau untuk bermalam di kota ini karena hotel-hotel tersebut siap melayani.

Hotel di Bandung juga ada yang bernilai sejarah. Mulai dari bangunan hingga yang pernah menginap di sana. Satu di antaranya adalah Savoy Homann Bidakara. Hotel ini sudah ada sejak zaman Belanda. Homann pernah menjadi tempat menginap para tamu Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 18 April-24 April 1955.

hotel di bandung Savoy Homann Bidakara
Savoy Homann Bidakara. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Tak jauh dari Savoy Homann Bidakara terdapat hotel Prama Grand Preanger. Hotel ini sudah ada sejak zaman kolonialisme. Hotel ini berdiri pada 1920-an. Dulunya merupakan sebuah toko tempat berbelanja dan peristirahat para juragan perkebunan yang turun gunung. Sampai sekarang Preanger masih melengkapi kebaradaan hotel di Bandung.

Hotel di kota ini  ada yang unik dari segi arsitekturnya yang berada di Jalan Ranca Bentang 56-58, Ciumbuleuit, ini terlihat menempel di sebuah bukit. Namanya Padma Hotel, pemandangannya  memikat berupa pegununan dan pepohanan bagi pengunjungnya.

Hotel  yang unik lainnya adalah Hotel GH Universal akan jadi pilihan tepat. Bangunannya  bergaya arsitektur Renaissance Italia dan memiliki 105 kamar. Alamatnya  di Jalan Setiabudi Setiabudi No. 376.

Hotel di Bandung yang Berkonsep Syariah

Hotel di kota ini  pun ada yang mengusung konsep syariah kepada pemgunjungnya. Satu di antaranya Hotel Ruby. Hotel ini berada di Jalan Dr Rubini No 4 Pasir Kaliki Bandung. Di setiap kamar di hotel ini tersedia peralatan ibadah seperti sarung, mukena, sajadah, alquran, dan penanda tiba waktunya salat.

Hotel di Bandung lainnya yang mengedepankan konsep syariah adalah Narapati Indah Syariah Hotel & Convention. Hotel ini berada di Jalan Pelajar Pejuang 45 Nomor 31-35, Bandung. Lokasi ini sangat dekat dengan Jalan Gatot Subroto, di mana Trans Studio berada.

Hotel di Bandung yang Termewah

Kalau yang ini adalah hotel yang paling mewah di antara hotel di Bandung lainnya. Namanya The Trans Luxury Hotel. Terletak di Kompleks Trans Studio di Jalan Gatot Soebroto. Hotel ini diklaim hotel berbintang 6 pertama dan satu-satunya di Indonesia. Hotel ini menyediakan empat tipe kamar, yakni kamar Premier, Premier Club, Celebrity Suite, dan Presidential Suite.

Mau ke berkujung ke hotel mana? Hotel di Bandung itu bervariasi. Untuk memastikan pilihan silakan klik Agoda. *

Categories
Hotel

Hotel Bersejarah di Bandung yang Masih Berdiri

Hotel bersejarah di Bandung ada beberapa. Hotel itu  benar-benar memiliki nilai sejarah. Baik itu dilihat dari kapan hotel itu dibangun, atau memang hotel tersebut menjadi saksi sejarah dalam sebuah peristiwa seperti Hotel Savoy Homann yang menjadi tempat menginap delegasi Konfrensi Asia Afrika pada April 1955.

Hotel yang berada di Jalan Asia Afrika ini memang hotel  bersejarah di  Bandung. Hotel ini  dibangun pada 1871. Pada 1939, Homann direnovasi  dengan desain gelombang samudera bergaya art deco oleh Albert Aalbers. Awalnya dimiliki oleh seorang imigran asal Jerman, Mr. A. Homann, yang tiba di Tatar Priangan sekitar tahun 1870.

Hotel Savoy Homann di Jalan Asia Afrika Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Hotel Savoy Homann, salah satu hotel bersejarah di Bandung. Hotel ini berada  di Jalan Asia Afrika Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Pada Konferensi Asia-Afrika 1955,  hotel ini menjadi tempat menginap orang-orang penting seperti Presiden Indonesia I  Soekarno, tokoh dan negarawan Vietnam Ho Chi Minh, dan Presiden Yugoslavia saat itu Josip Broz Tito. Dalam peringatan setiap 10 tahun konfrensi tersebut selalu digelar history walk yang dimulai dari Hotel Homann hingga Gedung Merdeka.

Hotel ini juga pernah disinggahi aktor komedi Charlie Chaplin asal Amerika, dan akris pemenang Oscar asal Kanada Mary Pickford pada 1927. Kedatangan mereka sangat fenomenal karena dahulu sangat jarang sekali aktor atau aktris terkenal mampir di Indonesia.

Grand Hotel Preanger Termasuk Hotel Bersejarah di Bandung

Masih di Jalan Asia Afrika terdapat  Prama Grand Preanger Hotel. Cikal bakal berdirinya hotel ini dibangun pada 1884. Saat itu hotel tersebut hanya sebuah toko untuk melayani  para Priangan planters (pemilik perkebunan di Priangan ) yang sering datang untuk menginap dan berlibur ke Bandung. Toko itu tidak bertahan dan akhirnya  bangkrut.

Pada 1897 seorang Belanda bernama W.H.C. Van Deeterkom mengubah toko itu menjadi sebuah hotel. Van Deeterkom memberi nama hotel tersebut  Hotel Preanger. Pada 1920 berubah nama menjadi Grand Hotel Preanger.

Grand Hotel Preanger yang berarsitektur gaya Indische Empire direnovasi dan didesain ulang pada 1929 oleh Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker dibantu oleh mantan muridnya, Ir. Soekarno  (Presiden RI pertama).

Di Jalan Kebonjati pernah berdiri Hotel Surabaya. Hotel ini dibangun pada 1886. Dari referensi yang diperoleh hotel ini dibangun oleh saudagar Tionghoa asal Surabaya. Itu juga mengapa hotel ini bernama Hotel Surabaya. Pembangunannya menyusul maraknya  masuknya jalur kereta api dari Batavia (Jakarta) ke Bandung pada 1884.

Meski cukup jauh dari Gedung Merdeka,  Jalan Asia Afrika, tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 1955, hotel ini menjadi tempat bermukim sementara para seniman dan penyanyi konferensi.

Hotel itu kini hanya telah berubah menjadi Hotel Gino Feruci.  Hotel berbintang 4 ini memiliki ketinggian 10 lantai, dan memiliki 79 kamar. Tadinya nama hotel ini adalah Hotel Carrcadin. Hotel ini masih milik Kagum Grup.*