Bojongsoang Kawasan yang Semakin Berkembang di Bandung Selatan

Bojongsoang di kawasan Badung Selatan terus berkembang. Jalan ini merupakan akses dari Jalan Buahbatu ke Baleendah atau Dayeuhkolot. Bojongsoang sendiri adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung. Di kecamatan ini juga patok perbatasan Kota dan Kabupaten berada. Patok penanda batas kota tersebut berada di bawah jembatan tol di Jalan Terusan Buahbatu.

Kawasan Bojongsoang terus berkembang. Terutama di kawasan dekat perbatasan. Di sini berdiri sebuah mal yang berlabel Transmart Buahbatu. Mal ini tepatnya berada di komplesk Buahbatu Square yang menempati lahan 10 hektare. Pengembang perumahan ini adalah Istana Group. Di kawasan ini pula terdapat dua waralaba makanan yang terkenal, yakni Kentucky Fried Chicken (KFC) dan Domnio’s Pizza.

Sebelum Transmart hadir, tak jauh dari mal tersebut berdiri Yogya Bojongsoang. Mal ini masih merupakan Yogya Group. Mal ini menyediakan kebutuhan untuk rumah tangga, barang elektronik, tempat dan kuliner terkenal yang merupakan favorit pengunjung, dan Wonderland tempat permainan untuk anak-anak.

kawasan bojongsoang
Kawasan di Jalan Bojongsoang. | Foto serbabandung.com

Tak jauh dari Yogya Group terdapat pertigaan yang menjadi keluar masuk kendaraan dari Ciganitri. Kawasan ini menjadi langganan kemacetan selain di pertigaan Telkom University. Pertigaan yang berdekatan ini sering menjadi sumber kemacetan karena keluar masuknya kendaraan. Titik macet lainnya adalah pertigaan ke Cikoneng dan pertigaan yang bercabang ke arah Baleendah dan Dayeuhkolot.

Bojongsoang bukan hanya terkenal karena kemcetannya. Kawasan ini pun telah berubah menjadi kawasan kuliner. Sudah ada beberapa kafe yang berdiri di sini. Bahkan masakan Jepang pun seperti ramen mulai meramaikan kawasan ini. Belum lagi kuliner PKL yang menawarkan cita rasa yang beragam.

Di Bojongsoang Ada Ramen

Tengok di depan Yogya Bojongsoang terdapat kuliner yang bisa dinikmati siapa pun, seperti Cilok Goang. Cilok ini berasal dari Tasikmalaya. Mulai tren karena rasanya yang pedas. Cilok biasanya dicelupkan ke sambal kancang, tapi cilok ini diberi kuah bakso. Selain itu dalam penyajian ada tambahan lain seperti pangsit, tahu, ceker, siomay, dan tulang ayam.

Masih dekat Yogya ada Pecel Lele dan Ikan Laut Cak Rifqi. Kedai ini sudah buka pada siang hari. Jadi bagi ingin bersantap pecel lele pada siang hari bisa datang ke sini. Tempatnya cukup luas sehingga pengunjung bisa memilih tempat yang disukai. Menunya standarnya seperti penjual pecel lele lain.

Kalau ramen ada restoran ramen yang digandrungi mahasiswa. Namanya ramen Shinju Ramen. Saat waktu makan siang, sore, dan malam, kedai ini selalu penuh. Antrean selalu terjadi di kedai yang juga menyajikan menu nasi ini. Menu yang disajikan Shinju Ramen relatif komplet, berbagai variasi ramen tersedia di sini. Untuk menarik pengunjung, di sini ditawarkan variasi kare, oriental, tomyan dan suju. Tingkat kepedasan juga bisa menjadi menu pilihan bagi pengunjung.

Masih banyak tempat-tempat penting dan menarik di kawasan ini. Jika berkenan silakan tambahkan tempat-tempat belum disebut di boks komentar di bawah ini.

Jalan Buahbatu, Pernah Jadi Landasan Pacu Darurat

Jalan Buahbatu sekarang wuihh sulit membandingkannya dengan masa 80-an. Sekarang arus lalu lintas di jalan itu  hampir dipastikan macet setiap waktu. Belum lagi polusi asap dari kendaraan yang lewat di jalan itu.

Jalan Buahbatu telah padat oleh pusat perbelanjaan, toko, restoran, kuliner waralaba, perkantoran, dan bank. Jalan yang tadinya untuk permukiman telah berubah menjadi kawasan bisnis yang maju dengan pesat.

Pada 80-an sebelum Jalan Soekarno Hatta membelah Jalan Buahbatu dan Jalan Terusan Buahbatu. Sebelum gerbang tol Buahbatu berdiri, jalan ini menjadi salah satu jalan yang nyaman. Saat itu masih ada sawah yang terhampar. Kendaraan pun sudah pasti tidak sepadat sekarang.

Jalan ini adalah penghubung kawasan kota dengan daerah Bandung Selatan seperti Dayeuhkolot. Dulu jalan ini hanya jalan alternatif karena jalan utama yang menghubungkan kawasan Dayeuhkolot dan Kota Bandung adalah Jalan Moh Toha. Namun perkembangan permukiman di Bandung Selatan yang begitu pesat membuat jalan ini lambat laun menjadi pilihan utama warga.

Sejak tanggal 29 Mei 2011 di kawasan ini digelar  Car Free Day (CFD). Tadinya CFD Buahbatu dimulai pada pukul 06.00 hingga 08.30. Kemudian waktunya diperpanjang menjadi sampai pukul 10.00. Adapun lokasinya sekitar 850 meter mulai dari Simpang Buah Batu-Jalan Pelajar Pejuang hingga Jalan Kancra.

Di Jalan Buahbatu Ada CFD

CFD berlangsung  untuk mengurangi polusi. Di kawasan ini semakin sini semakin padat oleh kendaraan. Kawasan tanpa kendaraan bermotor ini memberi ruang buat warga untuk berolahraga atau berekreasi.

Dalam buku “Jendela Bandung: pengalaman bersama Kompas” karya  Her Suganda, disebutkan tempo dulu Jalan Buahbatu pernah menjadi landasan darurat untuk pelarian kaum sipil, dan petinggi militer Belanda. Mereka berhasil melarikan diri dari kejaran tentara Jepang setelah pesawatnya berjasil take off di jalan ini.

Dalam Kompasiana.com, Bembeng Je Susilo juga menulis  Belanda sempat meloloskan para pembesar sipil dan militernya seperti; H.J van Mook, Van der Plas, bekas Komandan KNIL Jendral Mayor Van Oyen dan Komandan Dinas Intelejen Kapten Spoor. Pelarian tersebut dilakukan dengan pesawat terbang melalui Jalan Buahbatu yang saat itu dijadikan landasan pacu. *

Hotel Horison, Hotel Berbintang 4 di Kawasan Buahbatu

Hotel Horison Bandung adalah hotel berbintang 4 di kawasan Buahbatu, tepatnya di Jl. Pelajar Pejuang 45 No.121.

Hotel Horison Bandung menyediakan 253 kamar. Ada 3 jenis kamar yang ditawarkan dan pastinya dengan harga yang berbeda. Kamar paling murah adalah kamar Deluxe. Kemudian ada Kamar Super Deluxe, dan terakhir ada kamar paling mahal yaitu Kamar Suite Eksekutif. Setiap kamar sudah dilengkapi AC, televisi, dan akses wifi gratis.

hotel horison
Hotel Horison di Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 121 Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Hotel ini  menawarkan fasilitas kolam renang di luar ruangan.  Walau di luar ruangan, kolam renang dinaungi atap untuk menghindari panas matahari langsung. Selain kolam renang  ada lapangan tenis, tempat bermain anak, olah raga air, dan masih banyak lagi.

Hotel ini dapat di tempuh 2,5 jam berkendara dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Bisa lebih lama lagi kalau kondisi jalanan di Kota Bandung dalam keadaan macet.

Hotel Horison Berada di Lokasi  Strategis

Lokasinya yang berada di kawasan Buahbatu menjadikan hotel ini berada  di area strategis, hingga mempermudah menjangkau pusat perkantoran, area komersil, niaga serta hiburan.

Nuansa yang ditawarkan pun beragam dan menarik seperti nuansa Mediterania, Timur Tengah, gaya klasik Eropa, paduan unsur modern dan tradisional, gaya minimalis, bahkan yang funky dan unik pun dapat ada.

Horison Hotel Bandung telah lama berdiri. Hotel ini bisa dibilang pelopor pendirian hotel di kawasan Buahbatu. Horison Hotel Bandung dibangun pada 1992. Pada saat itu kawasan Buahbatu belum seramai sekarang. Seakrang BUahbatu menjadi salah satu kawasan yang ramai di Bandung, Di sini juga telah banyak berdiri hotel-hotel yang memiliki konsep masing-masing. Hotel di sini juga bervariasi, ada hotel berbintang ada juga hotel melati.

Horison Hotel Bandung pengelolaannya di bawah manajeman Metropolitan Golden. Metropolitan Golden telah berpengalaman selama 12 tahun mengelola hotel. Dalam laman resminya, disebutkan, Golden Management telah mengelola 33 hotel dengan jumlah kamar lebih dari 3.500 kamar.

Laman  resmi Hotel Horison Bandung adalah http://horison-bandung.com/. *

STSI, Sekolah Tinggi Seni Indonesia yang Berubah Menjadi ISBI

Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI)  di Bandung terletak di Jalan Buahbatu. Tidak sampai satu kilo dari pintu tol Buahbatu. Dulunya perguruan tinggi ini bernama Konservatori Tari (Kori) yang pembentukannya berdasarkan Surat Keputusan Walikota-madya Bandung nomor 5539/68, tanggal 31 Maret 1968.

Sejak tanggal 27 Februari 1971, Konservatori Tari berubah menjadi Akademi Seni Tari Indonesia Jurusan Sunda. Ini untuk menjawab meningkatnya animo masyarakat dan besarnya perhatian pemerintah.

Perubahan tersebut terjadi akibat  adanya kesepakatan antara Dirjen Kebudayaan Kantor Daerah Kodya Bandung, Pemerintah Kodya Bandung, Inspektorat Pendidikan Kesenian Jawa Barat, dan Direktur Akademi Seni Tari Indonesia di Yogyakarta.

Kesepakatan itu melahirkan  Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 016/A.I/1970 tentang Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang merupakan kelas jauh ASTI Yogyakarta.

Selanjutnya pemerintah melalui Keppres Nomor 59 Tahun 1995, di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mendirikan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.

Tugas pokok STSI Bandung adalah menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional bidang seni di atas pendidikan menengah.

STSI kemudian berubah menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Dalam laman resminya disebutkan perubana tersebut merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan (MP3EI) untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan khususnya Seni Budaya.

Perubahan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sesuai dengan Perpres No. 86 Tahun 2014 tanggal 25 Agustus 2014, ditandatangan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 6 Oktober 2014 pukul 14.32 WIB bertempat di Gedung Nala, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (MAKO ARMATIM), Surabaya.

Tak hanya ISBI Bandung yang diresmikan tetapi juga Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua dan Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh. *

Tugas Pokok STSI

Tugas pokok STSI Bandung yang kemudian berubah menjadi ISBI  adalah menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional bidang seni di atas pendidikan menengah.