Categories
Kuliner

Braga Permai di Jalan Braga Ini Pernah Kebakaran pada 1960-an

RESTO atau kafe yang ini sudah jadul banget. Namanya Braga Permai. Seusai namanya kafe ini berada di Jalan Braga. Tepat di tengah-tengah Jalan Braga. Jika dari arah Asia Afrika atau Naripan kafe ini berada di sebelah kanan.

Warga Bandung sangat kenal dengan restoran ini karena berdirinya sudah lama sekali, yakni pada 1923. Namanya juga bukan Braga Permai tapi Maison Bogerijen. Restoran ini merupakan penyedia kuliner Kerajaan Belanda, termasuk Gubernur Hindi Belanda waktu itu (Jaarboek van Batavia en Omstreken 1927).

Braga Permai Jalan Braga Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung
Braga Permai Jalan Braga Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Lokasinya, juga menurut laman bragapermai.com, tadinya bukan di tempat yang sekarang tapi di sudut persimpangan Bragaweg (Jalan Braga) dan Oude Hospitalweg (Jalan Lembong). Restoran ini diresmikan pada 1918.

Pada 1923 pindah ke tengah-tengah Bragaweg, dengan bangunan mirip dengan bangunan sebelumnya. Di atas bangunan bertuliskan nama restoran, Maison Bogerijen. Di sisi kanan atas tertulis Patissier, dan Glacier. Kemudian di sisi kiri atas tertulis Cuisinier, dan Confiseur.

Keempat tulisan tersebut merupakan Bahasa Prancis, Patissier artinya kue-kue, Glacier artinya es krim, Confiseur artinya peganan manis, dan Cuisinier artinya makanan utama.

Di tulis dalam laman bragapermai.com, restoran ini paling terkenal di seantero kota Bandung pada jaman dulu. Disebutkan pula restoran ini mendapat restu dari Ratu Belanda.

Gedung awal pernah dirombak akibat kebakaran pada 1960-an. Setelah perombakan gedung itu hingga kini masih seperti yang terlihat sekarang tanpa ada perubahan.

Dari segi menu, pengelola Braga Permain mempertahankan konsitentinya. Mereka tetap mempertahankan ice cream dengan 6 variant. Pastries-nya dan kue-kue seperti Tompoesjes, Ananas Geap, Speculaas Almond, Ontbijkoek dan Booterstaf juga tetap ada.

Di Braga Permai jika lebih teliti masih terlihat sisa peninggalan masa Maison Bogerijen. Rak-rak kayu yang menempel pada dinding masih terawat dan dijaga keasliannya. *

Sumber: sendokgarpu.com, bragapermai.com

Fakta Braga Permai

  • Berdiri pada 1923
  • Sebelum bernama Braga Permai bernama Maison Bogerijen
  • Restoran ini merupakan penyedia kuliner Kerajaan Belanda
  • Gedung awal pernah dirombak akibat kebakaran pada 1960-an
  • Menu di Braga Permai,ice cream dengan 6 variant, Pastries-nya dan kue-kue seperti Tompoesjes, Ananas Geap, Speculaas Almond, Ontbijkoek dan Booterstaf

Categories
Jalan

Jalan Braga, Dulu Ternyata Menyeramkan

JALAN Braga adalah jalan yang paling terkenal  di Kota Bandung. Tak ada orang yang akan melewatkan jalan ini ketika berkunjung kota ini. Tua muda sudah dipastikan akan menikmati ramainya Braga pada pagi, siang, sore, atau malam hari.

Dalam wikipedia diceritakan bahwa Jalan Braga tadinya hanya hanya sebuah jalan kecil di depan permukiman yang sunyi. Saking sunyi, orang-orang dahulu menyebutnya jalan culik karena saking rawannya kawasan tersebut.

Jalan Braga mulai terkenal setelah pengusaha Belanda mendirikan toko di sana. Jalan ini semakin terkenal pada 1920-1930-an dengan munculnya butik yang mengambil model dari Paris, Prancis. Hingga sekarang Paris memang menjadi kiblat model pakaian di dunia.

Pembangunan Societeit Concordia (Gedung Merdeka sekarang), Hotel Savoy Homann, gedung bioskot di belalakang Societeit Concordia (New Majestic sekarang) ikut mendongkrak ketenaran Jalan Braga.

Tempat hiburan malam, dan kawasan remang-remang mulai bermunculan.  Jalan Braga semakin dikenal jalan yang menjanjikan hiburan malam.  Para turis pun semakin betah peleserin di jalan yang tidak terlalu panjang itu.

Di Jalan Braga Ada Braga Walk

Jalan ini memanjang mulai dari Jalan Asia Afrika hingga perempatan Jalan Wastukencana. Jalan ini juga terpotong Jalan Naripan. Jalan ini memiliki panjang 700 meter dan lebar 7,5 meter. Di tepi jalan ini terdapat bangunan-bangunan yang bergaya lama. Masih ada yang dipertahankan, tapi ada juga yang sudah berubah.

Jalan aspal juga sudah diganti menggunakan batu andesit. Pergantian ini sempat menimbulkan kontroversi mengenai ketahanannya. Sekarang pun pemerintahan kota tengah mengganti trotoar dengan granit. Namun pengerjaannya terhenti karena pemegang proyek tidak bisa menyelesaikan pengerjaannya tepat waktu. Akibatnya Jalan Braga tidak beraturan. Arus lalu lintas di jalan ini pun  sering macet.

Meski begitu, masih banyak turis lokal dan turis mancanegara datang ke sini. Jumat (9/1/2015) sore, beberapa anak muda tengah berfoto tidak jauh dari pintu masuk Braga Walk. Pelukis juga masih menjajakan karyanya di trotoar yang belum jadi. Beberap orang tengah melihat-lihat lukisan tersebut

Pesona Braga sepertinya takkan lekang di makan zaman. *