Street Library Semarakkan Pedestrian Jalan Protokol Kota Bandung

BAGI yang hobi membaca buku, tak harus kelimpungan lagi mencari perpustakaan karena di beberapa pedestrian di jalan protokol di Bandung bakal tersedia street library. Tak hanya untuk pembaca, street library juga mengajak warga untuk menyumbangkan buku-bukunya di perpustakaan tersebut.

Street library yang berbentuk lemari berwarna merah berlogo Kota Bandung dan berkaca ini bakal dipasang di 100 titik. Beberapa di antaranya perpustakaan dipasang di trotoar Jalan Ir H Juanda atau Dago, Jalan Asia Afrika dekat Hotel Savoy Homann, Jalan Braga, dan di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau.

Siapa saja boleh membaca buku-buku yang tersedia. Nantinya pembaca buku bisa duduk di kursi di trotoar yang telah disediakan lebih dahulu. Bukunya bisa apa saja, tergantung ketersedian saat itu di perpustakaan tersebut.

“Saya sudah siapkan ribuan buku berbagai judul kecuali buku nikah,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pendopo, Jumat (31/08/2018).

Street Library
Street Library. | Foto istimewa

Street Library Menunggu Sumbangan Buku

Ridwan Kamil yang sudah menjadi Gubernur Jabar berharap jumlah buku yang tersedia terus bertambah. Menurutnya, street library disediakan bukan hanya untuk pembaca tetapi juga bagi yang berminat menyumbangkan buku.

“Street library ini selain untuk pembaca, juga disediakan bagi yang ingin menyumbangkan buku. Sangat ditunggu,” ujar Ridwan Kamil.

Program ini akan dikelola bekerja sama dengan komunitas mengaktivasi perpustakaan ini tersebut. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dan merasakan dampak positifnya.

“Ada relawannya yang mengatur, mengedukasi dan membuat akhirnya budaya baca jadi budaya orang Bandung. Ada ribuan buku sebagian dari perpustakaan Bandung dan masyarakat,” tutur Emil.

Perpustakaan mini ini akan dikelola dengan sistem community swap. Hal ini membuat siapa pun dapat meminjam dan menyumbangkan buku di perpustakaan mini tersebut.  “Siapa pun yang punya buku nggak dipakai boleh drop atau minjam buku juga,” ujar Emil.

Sebelum membuat program perpustakaan mini di trotoar, Emil telah 
membuat perpustakaan dekat Disdukcapil (kantor Perpustakaan dan Arsip) sudah  dan microlibrary di kelurahan.

Bahan: daerah.sindonews.com dan jabar.tribunnews.com

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.