Sejarah Kampung Cina Sekilas Bisa Dilihat di Museum China Town

DI China Town di Jalan Kelenteng tak hanya menjual kuliner dan suvenir, tetapi ada kisah yang tersimpan di sebuah ruangan berukuran 3 m x 4 m. Benda-benda tempo dulu dan tulisan di dinding yang mengisahkan sejarah kampung Cina di Bandung tersimpan di sana. Ruangan itu tepat di sebelah kiri pintu masuk ke tempat wisata tersebut.

Dua daun pintu berwarna hijau tampak terbuka. Di atas pintu terdapat papan berwarna merah khas Tiongkok bertuliskan “Bandung China Town Museum”. Ruangan itu sengaja dibuat seperti ruangan di rumah-rumah tempo dulu.

Di ruangan yang tak terlalu terang terdapat sebuah meja yang di atasnya tersimpan benda-benda yang pernah digunakan warga Tionghoa, seperti perlengkapan berdagang, kaset, buku, petromak, jam beker, perlengkapan makan, perlengkapan masak, dan sepeda onthel. Benda-benada  tersebut mengajak pengunjung untuk menyimak sejarah kampung Cina di Bandung. Bagi yang suka baca cerita silat di meja itu tersimpan beberapa buku karya Asmaraman Kho Ping Hoo.

Di sudut lain di ruangan itu terdapat barongsai berwarna putih. Di depannya ada mesin jahit zaman dulu. Lalu di sampingnya ada meja lengkap dengan kursinya yang menghadap ke sebuah jendela kaca berbingkai kayu bercat hijau. Di meja tersebut terlihat ada telepon yang nomornya masih di putar, cerek berwarna merah, ada juga mesin tik.

sejarah kampung cina
Museum China Town di Jalan Kelenteng. | Foto serbabandung.com

Di samping kanan barongsai itu terdapat tulisan yang menjelaskan Imlek, angpau, dan barongsai. Ketiga penjelasan tersebut merupakan rangkaian yang tak terpisahkan bagi warga Tionghoa saat merayakan hari Imlek. Di sana tertulis, Imlek (lafal Hokkian yang artinya kalender bulan) atau Kalender Tionghoa merupakan kalender berdasarkan lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan matahari.

Yang menarik di dinding ruangan tersebut terdapat tulisan yang mengisahkan kedatangan warga Tionghoa, kemudian menetap, dan terbentuknya China Town di Bandung. Di dinding itu juga diterangkan beberapa kuliner khas Tiongkok.

Sejarah Kampung Cina Tertera di Dinding

Meski singkat, tahun demi tahun kedatangan warga Tionghoa diulas. Mulai kedatangan mereka ke Bandung karena dampak Perang Diponegoro. Soal pembakaran Pasar Baru ketika peristiwa Bandung Lautan Api hingga meluasnya kawasan Pecinan di Bandung.

Bukti sejarah yang masih bisa dilihat sekarang di Pasar Baru adalah Toko Babah Kuya. Toko milik Tan Sioe How ini dalam tulisan itu disebut merupakan pelopor di kawasan tersebut hingga menjadi kawasan perniagaan pada 1905. Adapun toko tersebut mulai beroperasi pada 1910. Sampai sekarang toko tersebut masih beroperasi.

Penasaran? Silakan datang saja ke China Town di Jalan Kelenteng No 41. Untuk menikmati suasana Kampung Cina, wisatawan domestik atau mancanegara cukup mengeluarkan Rp 10 ribu untuk Senin-Kamis, dan Rp 20 ribu untuk Jumat-Minggu. Chinatown buka Senin-Kamis pukul 12.00-22.00 dan Jumat-Minggu pukul 12.00-00.00.

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.