Penjual Koran di Bursa Koran Cikapundung Bandung

SUBUH di Jalan Cikapundung Timur (sekarang Jalan Dr Ir Sukarno) samping belakang Gedung Merdeka  kesibukan sudah terlihat kira-kira sejak pukul 04.00. Mereka adalah penjual koran, penggerak roda sirkulasi koran, majalah, tabloid, dan cetakan lainnya yang terbit di Bandung, Jakarta, dan bahkan dari daerah lain.

Kawasan ini sejak dulu sudah menjadi tempat transaksi pembeli dan penjual koran, majalah, tabloid, dan cetakan. Dari berbagai referensi yang beredar di internet, kawasan ini mulai dikenal sebagai bursa koran pada 1970-an.

penjual koran di bursa koran cikapundung
Penjual koran di bursa koran Cikapundung, Jalan Dr Ir Sukarno, Bandung. | Foto serbabandung.com #serbabandung

Para penjual koran ini tadinya harus berpindah-pindah sebelum menetap di tempat sekarang. Tempat-tempat yang pernah mereka jadikan bursa koran di antaranya Stasiun Hall, Lanud Husein, Jalan Arjuna, Stadion Sidolig, di belakang dan di depan Hotel Savoy Homann, Sarinah, dan Cikapundung Barat.

Tempat yang sekarang penjual koran tempati pun tak selamanya “aman” karena lokasi yang berdekatan dengan Gedung Merdeka ini harus steril jika ada presiden atau tamu penting lainnya datang.

Ketika peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika, pada 2015, para penjual koran juga sempat berketar-ketar karena tempat yang mereka biasa tempati direvitalisasi menjadi sebuah taman yang kini terkenal dengan sebutan Riverspot Cikapundung.

Penjual Koran Lewat PASKAM Sempat Mengeluh pada Wali Kota

Para penjual koran ini  melalui Persatuan Agen Surat Kabar dan Majalah (PASKAM) mengeluh sering ada gangguan dari aparat serta Satpol PP. Untungnya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberi jaminan bursa koran di sana takkka ada yang mengganggu lagi.

“Pegang omongan saya, itu mungkin hanya oknum saja. Saya jamin tidak ada lagi yang mengganggu-ganggu lagi di sini,” kata Ridwan Kamil seperti dikutip Republika.

Denyut itu terasa juga pada Senin (9/5/2016). Pagi itu agen atau subagen tampak sibuk melayani pembeli eceran, pengecer, dan loper yang hendak mengirimkan koran-koran tersebut ke tangan pembaca. Mereka menjajakan koran, majalah, dan tabloid memanjang mulai dari Jalan Dr Ir Sukarno hingga ke Jalan Naripan.

Para loper koran itu harus sepagi mungkin mengirim koran-koran tersebut ke pelanggan. Loper adalah ujung tombak sirkulasi koran hingga saat ini. Selain loper, pengecer yang biasa menjajakan koran di jalanan pun merupakan ujung tombak bisnis ini. Sebagian mereka mulai dari kawasan ini menyebar ke seluruh Bandung. *

Bahan tulisan

my-other-corner.blogspot.co.id

Republika

 

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.