Paguyuban Pasundan Tempati Cagar Budaya di Jalan Sumatera

DI Jalan Sumatera, Bandung, menyimpan pesona bangunan tua. Selain bangunan SMA Negeri 2 dan 5, di sana juga ada cagar budaya lainnya, yakni bangunan yang kini digunakan oleh Pengurus Besar Paguyuban Pasundan.

Bangunan yang doniman bercat putih itu kokoh berdiri di depan bangunan Paguyuban Pasundan lainnya. Bangunan ini memiliki ciri khas bergaya arsitektur yang unik dan langka dan sangat menarik.

Gedung Paguyuban Pasundan
Gedung Paguyuban Pasundan di Jalan Sumatera, Bandung. | Foro serbabandung.com #serbabandung

Bangunannya menghadap ke arah Timur ke Jalan Sumatera. Dari gerbang halaman kantor itu sudah terlihat. Ke sebelah Selatan gedung ini bersebelahan dengan Gedung Keuangan/Kadiklat Siliwangi yang juga masuk dalam daftar cagar budaya yang harus dilindungi.

Gedung ini dibangun pada 1905-1915. Namun belum diketahui siapa arsiteknya. Gedung ini berdiri di atas tanah seluas 1630 m2 dengan luas bangunan 460 m2. Sebelum ditempati Paguyuban Pasundan, gedung ini berfungsi sebagai rumah tinggal.

Paguyuban Pasundan Terbentuk di Batavia

Paguyuban Pasundan merupakan organisasi yang terbentuk di Jakarta (Batavia) pada 1913. Awalnya merupakan kumpulan siswa-siswa STOVIA etnis Sunda yang sering berkumpul setiap Sabtu malam. Mereka bercakap-cakap dalam bahasa Sunda.

Kumpulan itu membuat mereka merasa perlu membentuk wadah untuk menyatukan di antara orang-orang Sunda yang bergerak di bidang Sosial-budaya. Organisasi  memperlebar gerakannya di ranah politik saat Volksraad (Dewan Parlemen) berdiri.

Selama 25 tahun organisasi ini berkantor di Batavia. Pada 1939, pada masa kepemimpinan Oto Iskandardinata, kantornya pindah ke Jalan Sumatera No. 41, Bandung.

Organisasi ini  dalam sejarahnya ikut membantu pembangunan besar-besaran di Jawa Barat. Mulai dari sekolah, pasar, bank, hingga gerakan kaum perempuan. *

Data dan Fakta

  • Berdiri di Jakarta pada 1913
  • Pada 1939 pindah ke Bandung pada masa kepemimpinan Oto Iskandardinata
  • Gedung yang ditempat dibangun pada 1905-1915
  • Belum diketahui siapa arsiteknya
  • Gedung ini berdiri di atas tanah seluas 1630 m2 dengan luas bangunan 460 m2
  • Sebelum ditempati Paguyuban Pasundan, gedung ini berfungsi sebagai rumah tinggal

Sumber
http://databudaya.net/index.php/databudaya/databudayaatribut/cabud/id/1450

http://archive69blog.blogspot.co.id/2014/05/gedung-paguyuban-pasundan.html#ixzz4BRgD4gZr

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.