Categories
Kuliner

Mi Kocok Mang Dadeng Gunakan 27 Rempah-rempah

MI kocok mana yang paling dicari di Kota Bandung? Ada beberapa, dan salah satunya adalah mi kocok Mang Dadeng. Kedai mi kocok ini berada di Jalan Banteng 67 (KH. Ahmad Dahlan). Tak jauh dari Rumah Sakit Muhammadiyah, dan Hotel Horison.

Tak ada banyak yang tahu kapan mi kocok ala Mang Dadeng ini muncul di Jalan Banteng. Namun dari beberapa laman disebutkan kedai mi kocok ini berdirinya tahun 1958. Sebuah prestasi yang sulit ditandingi untuk sebuah kedai mi kocok yang bisa bertahan selama 57 tahun.

Mengapa bisa bertahan? Tentu pemiliknya punya rahasia. Namun yang utama adalah rasanya yang lezat dan khas. Dalam laman tiket.com disebutkan mi kocok buatan Mang dadeng ini menggunakan 27 macam bumbu rempah-rempah.

Mi Kocok Mang Dadeng | Foto serbabandung.com #serbabandung
Mi Kocok Mang Dadeng | Foto serbabandung.com #serbabandung

Untuk membuktikan mi kocok Mang Dadeng banyak yang menyukai adalah dengan mendatangi kedai itu saat makan siang, atau saat hari liburan. Kadang pengunjung tidak akan kebagian mi kocok spesial khas Mag Dadeng yang sangat melegenda tersebut.

Saking  istimewanya mi kocok ini, seorang warga Belanda pernah mememinta untuk membuka cabang di Belanda. Mang Dadeng menolak permintaan itu dengan alasan terlalu jauh.

Mi kocok Mang Dadeng yang  laris manis ini terdiri dari mi  rebus  dan dikocok, ditambah urat atau kikil sapi, sayuran tauge, daun bawang, bawang goreng dan jeruk nipis beserta kuah kaldu sapi. Yang istimewa adalah  potongan kikil dari kaki sapi, dan sumsum sapi. Kikil yang digunakan empuk, kenyal dan tebal.

Untuk mi kocok spesial sumsum sapinya disajikan lebih banyak ketimbang yang biasa. Keistimewaan lainnya pengunjung bisa menyantapnya dengan  kerupuk aci.

Harga untuk seporsi mi kocok biasa Rp 18.000, sedangkan untuk mi kocok spesial berharga Rp 21.000. Harga tersebut bisa saja tidak sama karena bisa saja pengelola mi kocok Mang Dadeng telah mengubahnya.

Mi kocok Mang Dadeng buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB. Mi kocok Mang Dadeng telah membuka cabang di Jalan Cilaki No.43 Bandung.*

Sumber: http://m.tiket.com/attractions/indonesia/jawa-barat/hotel-dekat-mih-kocok-mang-dadeng

Fakta Mi Kocok Mang Dadeng

  • Lokasi di Jalan Banteng 67 (KH. Ahmad Dahlan).
    Berdiri pada 1958.
  • Menggunakan 27 macam bumbu rempah-rempah.
  • Mi rebus dan dikocok, ditambah urat atau kikil sapi, sayuran tauge, daun bawang, bawang goreng dan jeruk nipis beserta kuah kaldu sapi
  • Yang istimewa adalah potongan kikil dari kaki sapi, dan sumsum sapi. Kikil yang digunakan empuk, kenyal dan tebal.
  • Mi kocok Mang Dadeng buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB.

 

Categories
Gedung

GOR Pajajaran, Dulunya Kerkhof  Kebon Jahe

SALAH satu gelanggang olahraga (GOR) yang ada di Kota Bandung adalah GOR Pajajaran. Orang Bandung menyebutnya GOR Pajajaran karena gedung ini terletak di Jalan Pajajaran.  Dulunya sebelum menjadi GOR adalah kerkhof Kebon Jahe.

Gedung ini berdiri pada 1974 dengan kapasitas 2.500 orang. Kapasitas yang sedikit ini bila ada pertandingan yang menyedot pengunjung tidak bisa menampungnya. Dulu sebelum ada C-Tra Arena, GOR Pajajaran dijadikan tempat pertandingan basket profesional. Saat  itu  kompetisinya masih bernama Kobatama. Kompetisi itu berlangsung  pada 80-an.

Di sini hampir semua kegiatan olahraga berlangsung, mulai  dari basket, voli, hingga olahraga bela diri. Pertandingan yang menjadi favorit adalah kompetisi bola voli. Apalagi jika yang bertandingnya adalah voli putri.  Biasanya hampir semua tempat duduk tembok yang berbentuk seperti tangga penuh semua.

Selain digunakan untuk pertandingan olarjaga gedung ini juga sering digunakan untuk kepentingan lain. Menonton bareng pertandingan sepak bola misalnya. Kegiatan yang melibatkan banyak orang kini sering diadakan di sini. Selain itu pertemuan yang harus mengumpulkan banyak orang juga sering diadakan di sini.

GOR ini bisa disebut saksi bisu perkembangan olahraga Jawa Barat, Bandung khususnya. Dari sinilah kerap lahir atlet-atlet tangguh, seperti atlet voli, basket, atau cabang olahraga lainnya. Gedung ini sering digunakan untuk menerpa atlet-atlet yang bergabung dalam pemusatan latihan. Baik skala daerah atau nasional.

Masih di kompleks GOR Pajajaran terdapat GOR lainnya yang ukurannya lebih kecil. Namanya GOR Sasakawa. Fungsinya sama dengan GOR Pajajaran,  sering digunakan untuk pertandingan olahraga, dan juga tempat berlatih.

GOR Pajajaran Tidak Jauh dari Gedung KONI Jabar

GOR ini tidak jauh dari Gedung KONI  Jawa Barat. Di tengah kedua gedung tersebut terdapat lapangan olahraga, dan lintasan atletik. Yang menggunakan lapangan dan lintasan itu tidak hanya atlet-atlet profesional tapi juga warga biasa yang imgin berolahraga. Biasanya tempat ini penuh oleh warga yang berolahrga pada Sabtu dan Minggu di pagi hari.

Sekitar tahun 2000-an kawasan GOR Pajajaran mulai dikenal menjadi tempat kuliner murah meriah di pagi hari. Semua orang setelah berolahraga menyempatkan diri untuk mencicipi hidangan kaki lima yang berjejer di samping GOR Pajajaran. Harganya relatif murah, dan tentu saja rasanya sangat menggoda. *

Categories
Taman

Taman Balai Kota, Taman Paling Tua di Bandung

TAMAN Balai Kota adalah taman paling tua di Kota Bandung. Dibangun pada1885 dengan nama Pieter Sijthoffpark atau Pieterspark. Namun nama itu tidak populer. Orang Bandung lebih senang menyebutnya Kebon (Kebun) Raja. Mengapa Kebon Raja karena di sebelah timur taman  ada sekolah bernama Kweekschool voor Inlandsche Onder Wijzern. Sekolah ini sering disebut Sakola Raja.

Nama  Sijthoffpark diambil dari nama Asisten Residen Priangan, Pieter Sijthoff, yang berjasa terhadap penghijauan kota ini. Taman yang memiliki luas 14.720 meter persegi ini dibangun R. Teuscher, pakar tanaman (botanikus) yang  tingal di pojok Tamblongweg (Jalan Tamblong).

Pada 1950 taman ini menjadi Taman Merdeka. Sekitar  1980-an, Taman Sijthoffpark dikenal dengan sebutan Taman Badak Putih. Kemudian pada 1996 berubah lagi  menjadi Taman Dewi Sartika, karena di sana dibangun patung sedada Dewi Sartika. Sekarang taman ini menjadi Taman Balai Kota. Alasannya sudah jelas karena letaknya di Kompleks Balai Kota. Tepatnya di antara Jalan Wastukencana, dan Jalan Merdeka.

Taman ini merupakan salah satu taman yang direvitalisasi  Ridwan Kamil yang terpilih menjadi Wali Kota Bandung pada 2013.

Di taman ini tidak ada yang berubah. Di tengah-tengahnya masih tetap ada gazebo yang tertutup teralis. Kemudian ada patung sedada Dewi Sartika. Di sana juga masih berdiri Patung Badak Putih. Kemudian ada dua patung burung merpati yang menghadap ke Balai Kota tempat wali kota berkantor.

Patung Dewi Sartika yang berdiri menghadap ke Jalan Perintis Kemerdekaan berdasarkan prasasti yang menempel di sana diresmikan oleh Wali Kota Bandung saat itu  Wahyu Hamijaya pada 4 Desember 1996.

Patung badak putih usianya lebih tua daripada patung Dewi Sartika. Patung ini diresmikan pada 10 November 1981 oleh  Wali Kota Bandung saat itu  Husen Wangsaatmadja, dan oleh Ketua DPRD DT II Kodya Bandung Drs. Abdul Rochym.

Di Taman Balai Kota Ada Patung Dua Merpati

Sekarang untuk memperindah taman tersebut dipasang instalasi Gembok Cinta. Instalasi ini untuk pasangan yang ingin menyimpan  gembok di sana sebagai simbol keabadian cinta mereka.

Ada juga patung Ikan berwarna putih kombinasi merah. Di latar depannya ada tulisan Taman Balai Kota berukuran besar berwarna merah dan putih. Bunga-bunga pun semakin memperindah taman ini. Di bagian lain ada logo Kota Bandung berukuran besar yang di sekitarnyanya berhias pohon dan bunga.

Pada Senin (29/12/2014) sore banyak  warga yang menikmati taman tersebut. Mereka yang datang dari berbagai usia. Tapi saat itu kebanyakan remaja yang memanfaatkan ruang terbuka untuk berlatih tari. Ada juga yang sengaja memilih tempat ini untuk berfoto. Termasuk di instalasi gembok cinta. *

Categories
Taman

Gembok Cinta, Hanya untuk yang Punya Pasangan

ADA satu yang unik di Taman Balai Kota. Unik karena ada instalasi untuk menggantungkan kunci gembok. Namanya gembok cinta.  Bagi yang belum punya pasangan dilarang memasang gembok di sini.

Ukurannya tidak terlalu besar, hanya 2 meter x 3 meter. Terbuat dari besi  dan ram kawat seperti pagar. Di kawat-kawat itulah kunci gembok bertuliskan nama yang memadu hati dipasang. Tulisannya terserah, bisa apa saja.

Gembok cinta yang seperti gawang futsal itu tak jauh dari patung badak putih. Siapa pun boleh ke sana. Tapi tentu saja hanya bisa melihat bagi yang belum memiliki pasangan. Di instalasi tersebut sudah banyak gembok-gembok bergelantungan, meski belum memenuhi ram kawat tersebut.

Kunci gembok cinta milik Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga sudah terpasang. Pada 19 September 2014, sepulang jumatan Wali Kota yang biasa disapa Emil ini memasang gembok cintanya di sana.

Emil tiba-tiba meminta gembok ke Kepala Bagian Umum Rony Nurdin.  Rony pun kalang kabut, dan langsung membelinya. Setelah ada gemboknya, Emil menuliskan namanya dan istrinya, Atalia, dengan spidol dengan tulisan Emil Love Lia.

Setelah memasang gemboknya, Emil melempar kuncinya ke kolam patung badak putih. “Kuncinya abadi di kolam sehingga tidak ada yang buka, pasangan tetap bersatu tak bisa dibuka oleh siapa pun, cinta abadi,” ujar Emil seperti dikutip Tribun Jabar.

Instalasi Gembok Cinta Sempat Ditutup

Instalasi gembok cinta ini sempat ditutup kain berwarna kuning. Penutupan itu terkait hak cipta tulisan “Love” yang berada di atas instalasi tersebut. Tapi kemudian setelah diubah tulisannya, instalasi kembali dibuka.

Senin (29/12/2014) sepasang remaja tengah berfoto di sana. Beberapa kali perempuannya berpose di depan kamera sang pria. Senyuman mereka telihat ketika melihat hasil pemotretan di kamera mereka. Sementara di sekelilingnya, orang-orang menikmati keindangan Taman Balai Kota. Taman ini menjadi favorit warga Bandung bahkan dari luar Bandung yang ingin menikamti suasana taman yang asri.

Taman ini berubah setelah Ridwan Kami merevitalisasi taman yang tak jauh dari kantor pemerintahan Kota Bandung (Balai Kota).

*

Categories
Monumen

Patung Dewi Sartika di Taman Balai Kota

DI Taman Balai Kota tak hanya ada patung Badak Putih, tapi ada patung  Dewi Sartika yang menghadap ke Jalan Perintis Kemerdakaan. Patung ini diresmikan oleh Wali Kota Bandung yang saat itu dijabat Wahyu Hamijaya pada 4 Desember 1996.

Patung Dewi Sartika di sana  tidak utuh,  hanya sampai dadanya saja. Di bawah patung Dewi Sartika  ada prasasti yang bertuliskan, “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Monumen Pahlawan Nasional Ibu R Dewi Sartika diresmikan oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bandung Wahyu Hamijaya. Bandung, 4 Desember 1996”.

Dewi Sartika adalah pahlawan asal Bandung  yang memperjuangan kesamaan untuk mendapatkan pendidikan antara pria dan perempuan. Dalam perjuanganya Dewi Sartika dibantu oleh saudara-saudara, dan suaminya.

Patung Dewi Sartika Didirikan untuk Mengenang Jasa-jasa Ibu Dewi Sartika

Sejak  masih kecil Dewi Sartika sudah memiliki bakat dan  kemampuan untuk maju. Dia sering mengajak anak-anak pembantu di Kepatihan untuk belajar baca tulis dan Bahasa Belanda. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.

Dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda.

Dewi Sartika lahir diBandung, 4 Desember 1884. Meninggal di Tasikmalaya pada 11 September 1947. Awalnya dimakamkan di permakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Permakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.

Dewi Sartika mendapat anugerah gelar kehormatan  sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut diberikan pada 1 Desember 1966 dan disahkan melalui SK Presiden RI No.252 Tahun 1966.

Patung yang berdiri tegak di Taman Balai Kota iti terlihat terawat. Akhir-akhir ini Pemerintah Kota tengah gencar-gencarnya merevitalisasi taman-taman di kota ini. Taman-taman yang dahulu kurang terawat mulai dibenahi.

Patung itu harus tetap terpelihara agar generasi muda tahu bahwa di Bandung ada pahlawan perempuan yang berjasa memajukan pendidikan kaumnya.*

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Dewi_Sartika