Kambing Bakar Cairo, Olahan Unik Kambing Bakar

DI Bandung banyak tempat kuliner olahan kambing. Tak hanya sate atau gulai tetapi ada juga olahan kambing lainnya seperti kambing guling dan kambing bakar. Dua di antaranya adalah kedai Roemah Goeling dan Kambing Bakar Cairo Bandung. Tinggal pilih karena keduanya memiliki ciri khas masing-masing.

Kambing Bakar Cairo Bandung adalah  tempat makan spesialisasi kambing bakar khas negara Mesir. Restoran ini memiliki jargon Kambing Bakar paling enak ke-2 se-Timur Tengah. Benar tidaknya harus dibuktikan sendiri, tetapi yang pasti tempat ini telah menjadi favorit para pecandu kambing bakar.

Kambing bakar di sini tekstur dagingnya super empuk. Tersedia juga dalam berbagai ukuran pesanan seperti Kambing Bakar Cairo Hotplate 250 gram, 350 gr hingga 500 gr, dan semuanya disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Kambing Bakar Cairo memiliki cabang di sejumlah kota besar di indonesia seperti Jakarta, dan Tangerang. Di Bandung Kambing Bakar Cairo ada di Jalan  Cihampelas No.123, Jalan Cihapit No.39, Jalan Gegerkalong Hilir No. 25-27, dan Jalan Gatot Subroto No. 23.

Kambing Bakar Cairo memberi janji kepada para konsumennya “Anda Tidak Ketagihan, Jangan Anda Bayar..!” Mereka juga mengklaim daging kambing yang disajikan bebas kolesterol, tidak berbau, dan sangat empuk.  Kelezatan kambing bakar ala  Timur Tengah  bisa dirasakan di kota ini lewat bumbunya yang meresap hingga ke tulang kambing.

Olahan kambing unik lainnya di Bandung adalah olahan kambing di kedai Roemah Goeling. Di sini pengunjung bisa merasakan kambing bakar  seperti  nasi kambing Singaraja, nasi roegoel, kambing trilogi, dan steak ribs yan menggunakan bumbu bumbu rempah-rempah khas Bali.

Nasi kambling Singaraja sepintas penyajiannya seperti nasi campur Bali. Nasi ini menggunakan kambing guling yang empuk lengkap dengan lawar dan sambal matah. Nasi ini jiga masih ditambah sate kambing dan bakso goreng yang gurih, kerupuk kulit dan kacang tanah goreng.

Roemah Goeling  terletak di Jalan Dr. Rajiman No. 17 Bandung.  Kedai ini berdiri pada Januari 2016.  Makanan di sini dibandrol dalam kisaran Rp 6.000 hingga Rp 90.000. Sementara meninuman dibandrol dalam kisaran Rp 5.000 hingga Rp 41.000. Tempatnya  luas dan memiliki kapasitas hingga 160 orang. *

Bagikan kalau Anda menyukai informasi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.